Lilis Nurlina Hasni Arief, Unang Yunasaf Anita Fitriani, Hartati Chairunnisa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA KAMBING PERAH GUNA MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN (Kasus Pada Sentra Peternakan Kambing Perah di Jawa Barat) Lilis Nurlina Hasni Arief, Unang Yunasaf Anita Fitriani, Hartati Chairunnisa
AGRONOMIKA Vol 12 No 01 (2017): Agronomika Vol. 12 No. 01 Februari – Juli 2017
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kambing perah merupakan ternak dwiguna yang dapat menghasilkan daging dan susu sehingga dalam pengembangan usaha peternakan ini terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu usaha peternakan berbasis produk olahan susu kambing; dan usaha peternakan berbasis budidaya (bibit ternak/pedaging). Hal ini  mendorong terbentuknya karakteristik sosial ekonomi yang sarat dengan tipologi usaha, yang berimplikasi pada keberlanjutan usaha peternakan kambing perah. Adanya keberlanjutan usaha peternakan kambing perah ini dapat mendukung kedaulatan pangan karena komoditas ini tidak bersaing dengan impor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakterisitik sosial ekonomi dari tiap-tiap tipologi usaha peternakan kambing perah dan menganalisis implikasinya terhadap keberlanjutan usahanya. Guna mencapai tujuan tersebut, penelitian ini didesain menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap informan kunci (bersifat studi kasus). Data yang terhimpun kemudian dianalisis melalui 4 tahap, yaitu reduksi data, kategorisasi data, penarikan kesimpulan dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha peternakan berbasis produk olahan susu kambing lebih dikembangkan pada wilayah yang dekat pusat pasar (konsumen) dan berbentuk perusahaan.  Keberlanjutan usaha lebih progresif ke arah pembibitan kambing perah guna penyediaan bibit yang baik untuk perusahaan dalam kaitannya dengan produksi susu. Dengan begitu, tanpa disadari telah terjadi konservasi bibit yang unggul.  Selain itu, dalam perkembangannya terjadi diversifikasi usaha, yakni pengembangan usaha peternakan sapi perah karena susu sapi perah diperuntukkan ke anak kambing perah (cempe); sedangkan pengembangan usaha peternakan berbasis budidaya (bibit ternak/pedaging) lebih dikembangkan pada wilayah yang dekat pusat bahan baku (produksi) dan berbentuk kelompok peternakan rakyat. Keberlanjutan usaha sangat sarat dengan kondisi permodalan dan jumlah kepemilikan ternak. Usaha peternakan yang dijalankan dianggap usaha sampingan sehingga konsep konservasi relatif terabaikan – bibit yang unggul terkadang ikut terjual.