Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Problematika Kewajiban Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Madiun Ririn Tri Puspita Ningrum
Istithmar: Jurnal Studi Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2022): Istithmar : Jurnal Studi Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/istithmar.v6i1.30

Abstract

Terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 20 Tahun 2021 pada tanggal 14 September 2021 tentang sertifikasi halal bagi Pelaku UMK mewajibkan bagi semua Pelaku Usaha untuk mengolah produk usahanya sesuai dengan syariat Islam dan memiliki bukti sertifikat halal. Secara implementasi, kebijakan ini tentunya mengahadapi berbagai permasalahan khususnya yang dirasakan oleh Pelaku UMK di wilayah pedesaan atau pinggiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana problematika sertifikasi halal yang dihadapi oleh Pelaku UMK di Kabupaten Madiun. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi kepada beberapa Pelaku UMK di Kabupaten Madiun. Adapaun temuan pada penelitian ini antara lain: 1) Dari aspek pengetahuan dan informasi, problematika  yang dihadapi adalah kurangnya sosialisasi yang bisa menjangkau Pelaku UMK di wilayah pinggiran atau pedesaan, 2) Dari aspek kecukupan ekonomi, financial dan aksesibilitas, problematika yang dihadapi adalah tingkat pengahasilan yang minim dan tidak pasti menyebabkan keterbatasan ekonomi sehingga Pelaku UMK merasa berat untuk mengurus sertifikasi halal. Keterbatasan penggunaan teknologi informasi juga menjadi hambatan proses pengurusan sertifikasi halal secara online sehingga menyebabkan kurangnya tingkat aksesibiltas sertifikasi halal, 3) Dari aspek ketersediaanya fasilitas produksi, problematika yang dihadapi adalah belum memadainya fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki Pelaku UMK sehingga untuk syarat proses produksi secara halal dinilai minim. Pelaku Usaha juga belum memiliki dokumen sebagai aspek legal pengurusan sertifikasi halal, 4) Dari aspek mindset Pelaku UMK, problematika yang dihadapi adalah sertifikasi halal hanya untuk usaha bepenghasilan besar sehingga menyebabkan sikap pasif dan apatis dalam mengupayakan sertifikasi halal.
Implementasi manajemen keuangan inklusif bank wakaf mikro dalam mencapai sustainable development goals (SDGs) di Kediri; studi komparasi antara BWM berkah rizki lirboyo dan BWM amanah makmur sejahtera Ririn Tri Puspita Ningrum; Faridatul Fitriyah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.5639

Abstract

Abstrak : Hadirnya Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai lembaga keuangan inklusif betujuan untuk menyediakan akses permodalan tanpa bunga, tanpa agunan, imbal hasil rendah, dengan konsep tanggung renteng dan memberikan pendampingan bagi UMK. Lembaga ini mewadahi para pelaku UMK yang mengalami kesulitan mendapatkan aksebilitas pembiayaan pada lembaga keuangan formal (tidak bankable) seperi bank syariah. BWM sejatinya merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong program pembangunan berkelanjutan atau biasa dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan akan terealisasikan pada tahun 2030. Di wilayah Kediri hanya terdapat dua BWM dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda, yaitu BWM Berkah Rizqi Lirboyo Dan BWM Amanah Makmur Sejahtera. Sangat penting mengkomparasikan keduanya sebagai upaya memberikan infomasi tentang pencapaian keuangan inklusif dan tujuan SDGs di lingkup BWM khususnya di Kediri. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskritif. Dengan menggunakan teknik penganmbilan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, penelitian ini bertujuan menjawab rumusan masalah yaitu: bagaimana implementasi manjemen keuangan insklusif dan capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada BWM Berkah Rizqi Lirboyo dan BWM Amanah Makmur Sejahtera. Adapun temuan penelitian ini adalah pertama, implementasi manajemen keuangan insklusif kedua BWM ini memiliki kesamaan dalam hal strategi penggunaan (usage) dan dampak kesejaheteraan kepada nasabah, namun memiliki perbedaan terutama dalam strategi implementasi ketersediaan akses (acces) dan kualitas (quality). Kedua, Capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada kedua BWM ini masih concern pada pilar pertama SDGs yaitu pilar pembangunan sosial yang memuat 5 upaya yaitu: menghilangkan kemiskinan, mengindari kelaparan, mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera, mendapatkan pendidikan berkualitas, serta menjujung persamaan dan kesetaraan gender. Kata Kunci: Keuangan Inklusif, SDGs, BWM Berkah Rizqi Lirboyo, BWM Amanah Makmur Sejahtera
Implementasi Sistem Informasi SIMBA: Analisis Dampak terhadap Efisiensi Pengelolaan Keuangan Zakat dan Tantangan Operasional di BAZNAS Kota Madiun - Indonesia: (Implementation of SIMBA Information System: Impact Analysis on Zakat Financial Management Efficiency and Operational Challenges at BAZNAS Madiun - Indonesia) Qisma Halimatun Nisa; Anni Izzatul Fauziah; Deril Faradila Ananta; Ade Vanny Noven; Ririn Tri Puspita Ningrum
Al-Muhasib: Journal of Islamic Accounting and Finance Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Islamic Accounting, The Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic Institute of Kediri [IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/al-muhasib.v5i1.2241

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of the BAZNAS Management Information System (SIMBA) on financial efficiency and identify operational challenges at BAZNAS Madiun City, Indonesia. The implementation of digital information systems has become critical for enhancing zakat management efficiency.  A descriptive qualitative used in this study, employing in-depth interviews with SIMBA operators and BAZNAS leadership (n=8), participatory observation, and analysis of financial reports (2020-2024). Data were validated through triangulation and analyzed using thematic techniques.  SIMBA improved financial reporting time efficiency by 67% (average 14 days → 4.5 days) and reduced data input errors by 41%. However, infrastructure disruptions (particularly internet instability) and human resource competency limitations hindered system optimization Reporting transparency increased through real-time fund tracking features for muzakki (zakat payers). SIMBA significantly supports PSAK 109-based zakat management efficiency but requires a strengthened digital infrastructure and continuous HR training programs. These findings provide a reference model for the digital transformation of zakat institutions in rural areas.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) terhadap efisiensi keuangan dan mengidentifikasi tantangan operasional di BAZNAS Kota Madiun. Implementasi sistem informasi digital menjadi penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan zakat.  Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan operator SIMBA dan pimpinan BAZNAS (n=8), observasi partisipatif, serta analisis dokumen laporan keuangan periode 2020-2024. Data divalidasi secara triangulasi dan dianalisis dengan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMBA meningkatkan efisiensi waktu pelaporan keuangan sebesar 67% (rata-rata 14 hari → 4.5 hari) dan mengurangi kesalahan input data sebesar 41%. Namun, gangguan infrastruktur (khususnya ketidakstabilan internet) dan keterbatasan kompetensi SDM menghambat optimalisasi sistem. Transparansi pelaporan meningkat melalui fitur pelacakan dana real-time bagi muzakki. Sehingga, SIMBA secara signifikan mendukung efisiensi pengelolaan zakat berbasis PSAK 109, namun memerlukan penguatan infrastruktur digital dan program pelatihan SDM berkelanjutan. Temuan ini menyediakan model referensi bagi transformasi digital lembaga zakat di wilayah pedesaan.
DINAMIKA DAN POLA PEMBENTUKAN WOMEN ENTREPRENUER PADA KELUARGA ALUMNI MIGRAN (KAMI) KABUPATEN PONOROGO Ririn Tri Puspita Ningrum
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 01 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i01.4784

Abstract

Abstrak: Kesejahteraan dan percepatan pertumbuhan ekonomi sebagaimana tuntutan masyarakat ekonomi ASEAN tidak terlepas munculnya diskusi-diskusi kritis tentang perempuan dan pekerja perempuan migran. Di satu sisi, pekerja perempuan terutama pekerja migran Indonesia menyumbang signifikansi devisa Negara yang besar. Di sisi lain, pekerja migrant perempuan masih sulit terlepas dari problematika gender dan diskursus sakralitas budaya patriarkhis masyarakat konservatif. Upaya perempuan untuk ikut berkontribusi pada keterpenuhan ekonomi keluarga dalam konsep women entrepreneur melalui ranah publik sering menabrak tembok tebal peliknya relasi gender keluarga dan konservatisme budaya patriarkhis masyarakat. Penelitian ini berupaya memotret bagaimana praktik tiga objek material variabel tersebut di atas yakni relasi gender, sakralitas budaya patriarkhis dan pembentukan women entrepreneur terutama yang terjadi pada anggota KAMI Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan persepsi emic kualitatif untuk menyingkap makna di balik fenomena yan tampak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks budaya patriarkhi, pola relasi gender yang terjadi dalam keluarga pada umumnya menempatkan laki-laki (suami) sebagai otoritas pemegang kuasa dalam rumah tangga. Purna pekerja migrant anggota KAMI Ponorogo yang memutuskan untuk tidak kembali bekerja keluar negeri memiliki pola relasi gender yang lebih terbuka dan egaliter. Hal tersebut dikarenakan telah terjadinya proses asimilasi dan akulturasi pemahaman gender hasil dari pengalaman pekerja migrant perempuan yang telah ia lalui dan saksikan sebagai asisten rumah tangga pada pola relasi gender yang terjadi pada keluarga majikan di mana pekerja migrant tersebut bekerja. Pola relasi gender yang lebih terbuka dan tidak sexist serta tidak patriarkhis membentuk konsep relasi gender yang baru di keluarganya dimana peran domestik perempuan mulai kabur dan di satu sisi peran publiknya semakin menguat. Kata Kunci: Relasi Gender, Patriarkhis, Women Entrepreneur, Alumni Migran
Perempuan Dan Penguatan Ekonomi Keluarga: Studi Pada Istri Eks Narapidana Terorisme Binaan Yayasan Lingkar Perdamaian Lamongan Ririn Tri Puspita Ningrum
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v6i1.11429

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menitikberatkan pada kajian yang berkaitan dengan peran perempuan khususnya istri eks narapidana terorisme binaan Yayasan Lingkar Perdamaian Lamongan sehingga mereka dapat survive, bertahan hidup serta mampu menguatkan ekonomi keluarga meski dengan stereotip dan stigma negatif yang membatasi ruang geraknya di masyarakat. Relasi suami istri yang terbentuk menjadi faktor penting dalam penguatan keluarga karena tantangan yang dihadapi jauh berbeda seperti tekanan sosial dan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengambil data melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teori gender dan ketahanan ekonomi. Hasil penelitian ini antara lain: Pertama, relasi keluarga yang terbangun mengalami pergeseran, artinya meskipun konstruksi patriarki melalui paradigma religius masih mengakar namun karena tuntutan agar kondisi ekonomi keluarga menjadi stabil, maka relasi tersebut lebih terbuka dengan keikutsertaan perempuan berkecimpung dalam ranah publik. Kedua, eksistensi jaringan terorisme ternyata tidak hanya karena faktor ideologi dan konsepsi mengenai negara-bangsa-agama, tetapi juga faktor ekonomi keluarga. Di bawah Yayasan Lingkar Perdamaian, para istri dan keluarga eks narapidana terorisme mendapatkan beberapa program penguatan seperti bidang pendidikan, psikologi keluarga, sosial dan ekonomi sehingga dapat mendukung program deradikalisasi dan rehabilitasi bagi mereka yang pernah terinfiltrasi jaringan terorisme. Kata Kunci: Penguatan Ekonomi, Radikalisme, Istri Eks Narapidana Terorisme, Yayasan Lingkar Perdamaian Lamongan