Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KALA ULANG GELOMBANG DI PERAIRAN SELATAN PULAU BALI Chairul Paotonan; Ahmad Fathurrahman
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13238

Abstract

Secara geografis Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Oleh sebab itu wilayah perairan indonesia memiliki karakteristik gelombang yang beragam. Perairan sebelah selatan pulau Bali kondisi gelombangnya dipengaruhi oleh kondisi perairan samudra Hindia yang merupakan laut lepas. Namun demikian, karakteristik gelombang di perairan tersebut belum diketahui. Oleh sebab itu, dilakukan kajian untuk mengetahui karakteristik yang meliputi peluang kejadian berdasarkan arah dan interval tinggi gelombang, tinggi dan periode gelombang rata-rata serta kala ulang gelombang di perairan selatan pulau Bali. Data yang digunakan adalah data gelombang 6 jaman yang bersumber dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) selama 15 tahun. Data tersebut dianalisis untuk mendapatkan kejadian gelombang, tinggi dan periode gelombang rata-rata serta kala ulang gelombang menggunakan metode Fisher Tippet-1 dan Weibull. Berdasarkan analisis data, diperoleh gelombang dominan dari arah Barat Daya dengan peluang kejadian 59,62% dengan tinggi dan periode gelombang rata-rata sebesar 2,49m dan 10,84s. Interval tinggi gelombang yang paling sering terjadi adalah 1-2 m dengan peluang kejadian 65,85%. Kala ulang gelombang 100 tahunan yang dihitung dengan metode weibull dan fisher Tippet-1 masing-masing adalah 7,82 meter dan 5,89 meter dari arah barat.
PEMILIHAN JENIS BANGUNAN PELINDUNG PANTAI BONTO BAHARI MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Chairul Paotonan; Fajar Arif Nurdin
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13241

Abstract

Bonto Bahari coastline has two main problems namely erosion and wave attack to the publics housing. On that score, coastal protection is needed to protect the coastline. The approximation in coastal protection are soft and hard approach. Hard approach consist of revetment, seawall, groin, jetty and detached breakwater. The objective of this study is to determine the suitable coastal structure type in Bonto Bahari area. In this study, the method were used in determining of costal structure type is analytical hierarchy process (AHP). Parameters were considered in determined of costal structure type namely ability of structure in protect coastline by wave attract, ability of structure in reducing longshore sediment transport, cohesiveness of local community activity, cohesiveness of existing structure, esthetic, construction method, cost, maintenance, environment impact and availability local material. Based on data analysis, obtained that the structure type has highest score respectively are groin T (0.3189), seawall (0.1881), detached breakwater (0.1839), groin I (0.1627) and revetment (0.1464).
ANALISIS JUMLAH HARI AMAN KAPAL KARGO DAN PENUMPANG UNTUK MELAKUKAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN BANTAENG Chairul Paotonan; Muhamad Arafah
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13273

Abstract

Aktivitas bongkar muat barang dan penumpang di pelabuhan harus dijamin aman. Secara geografis, lokasiP elabuhan Bantaeng berpotensi mendapatkan gangguan gelombang tinggi. Akibatnya, kapal kapal kecil sulit untukmelakukan proses bongkar muat. Oleh karena i tu , harus diketahui berapa hari kapal dapat melakukan prosesbongkar muat dengan aman di pelabuhan setiap tahun.Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan jumlah hari yang aman bagi kapal untuk melakukan proses bongkar muatdi P elabuhan Bantaeng berdasarka n ukuran kapal. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan data gelombang. Datagelombang yang digunakan adalah ketinggian gelombang signifikan yang bersumber dari European Center forMedium Range Weather Forecasts (ECMWF) dari 2009 hingga 2018. Hasil analisis data menunjukkan bahwa untukkapal dengan ukuran kurang dari 500 GT, jumlah operasi yang aman hari adalah 57 hari. Untuk kapal menengah(500 hingga 50.000 GT) jumlah hari aman adalah 257 hari sedangkan untuk kapal yang lebih dari 50.000 GT jumlahhari ama n adalah 329 hari.
FORMULASI ANALITIS GAYA GELOMBANG PADA HANGING BREAKWATER Chairul Paotonan; Sabaruddin Rahman; Hasdinar Umar; Taufiqur Rachman; Teguh Pairunan; Abdi Kurniawan
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v4i1.19769

Abstract

Salah satu tipe pemecah gelombang yang potensial dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pantai dan pelabuhan adalah hanging breakwater. Pemecah gelombang ini relatif murah dibandingkan pemecah gelombang tumpukan batu. Dilihat dari sisi biaya, pemecah gelombang ini relatif murah. Namun perlu dilakukan kajian untuk mengetahui parameter yang berpengaruh terhadap besarnya gaya gelombang yang bekerja pada bangunan ini. Penelitian ini adalah penelusuran pustaka terkait untuk menyusun formula yang dapat digunakan untuk menghitung gaya gelombang secara analitis pada hanging breakwater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya gelombang yang bekerja pada hanging breakwater dipengaruhi oleh parameter gelombang dan parameter struktur. Semakin besar nilai Hi/D dan D/h, semakin besar nilai CG dan semakin besar nilai L/B untuk B konstan dan B/L untuk L konstan maka semakin kecil nilai CG.