Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Perubahan Garis Pantai Terhadap Pemanfaatan Lahan Pesisir Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Taufiqur Rachman; Hasdinar Umar; Ichwanul Haq Bahtiar
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Edisi Maret 2022
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/zl.v3i1.20533

Abstract

area of ​​Makassar City is one of the areas experiencing significant land use changes. In addition, the pattern of changes in coastline from year to year that occurs in the coastal area of ​​Makassar City always experiences additions and decreases in coastal areas. This is due to the phenomena of accretion and abrasion and the sedimentation rate of the Tallo River formed in this area is quite large and continues to increase. The area directly affected and studied is Tamalanrea                      Sub-District. This study aims to analyze shoreline changes and their impact on land use over a period of 20 years in Tamalanrea Sub-District, using Landsat satellite imagery data. This research is expected to provide benefits to local governments as a basis for consideration in determining regional spatial planning policies, especially in the use of coastal land. The research method includes field observations, processing of oceanographic supporting data, digitizing and overlaying image data. Changes in the coastline for a period of 20 years (1998-2018) in Tamalanrea Sub-District were 20.14 Ha where the coastline that experienced accretion and abrasion was 12.20 Ha and 7.95 Ha, respectively. Changes in land use on the coast of Tamalanrea Sub-District for 18 years (2000-2018) which increased were residential land by 2.34 Ha, industrial/warehousing land by 82.37 Ha, public facilities land by 13.36 Ha, and mangrove land of 3.27 Ha. While the reduced land use is 70.89 Ha of wet land and 20.36 Ha of dry land. Changes in coastline to changes in land use in coastal areas in Tamalanrea Sub-District have physical, ecological/environmental, socio-economic, and institutional/legal impacts that are positive for the sustainable management of the coastal area of ​​Tamalanrea Sub-District.  It
Pengenalan Perangkat Keselamatan Sarana Pelabuhan Moda Waterway Sungai Tallo Makassar Taufiqur Rachman; Juswan -; Daeng Paroka; Achmad Yasir Baeda; Sabaruddin Rachman; Chaerul Paotonan; Hasdinar -; Muhammad Zubair MA; Ashury -; Firman Husain
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1747.518 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.21

Abstract

Pengoperasian sebuah pelabuhan moda waterway harus memenuhi syarat adanya perangkat keselamatan yang memenuhi standar pelayanan sandar dan tambat secara layak dan aman bagi penumpang dan barang. Sarana pelabuhan dermaga 3 Lakkang yang melayani moda waterway Sungai Tallo dengan rute Kera-kera - Pulau Lakkang yang merupakan kawasan wisata sejarah ini tidak dilengkapi dengan perangkat keselamatan dan kondisi trestle dermaga 3 yang dibangun sejak tahun 2013 ini sudah mulai mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan mutu pelayanan sandar dan tambat kurang aman ditinjau dari aspek keselamatan bongkar muat penumpang dan kendaraan roda dua. Sosialisasi kebutuhan perangkat keselamatan dan pemenuhan sarana pelabuhan yang layak dan aman secara mandiri perlu dilakukan dalam penerapan keselamatan sarana pelabuhan angkutan moda. Transfer pengetahuan melalui sosialisasi ini akan meningkatkan standar mutu layanan sandar dan tambat secara aman dan nyaman bagi penumpang dan barang angkutan moda waterway Sungai Tallo sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015 perubahan atas Peraturan Pemerintah 61 Tahun 2009 tentang kepelabuhanan. Sosialisasi dan perbaikan jembatan penghubung (trestle) dan geladak moda waterway kepada kelompok moda waterway ini dapat menambah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang lokal dan pengunjung wisata Lakkang baik turis domestik maupun mancanegara dalam pelayaran dan proses bongkar dan muat waterway di dermaga 3 Lakkang. Respon positif diberikan oleh penumpang dan pemilik moda waterway. Mereka berharap bahwa kegiatan serupa yang memberi nuansa pengetahuan baru bagi kelompok moda waterway sebagai operator khususnya dan kepada khalayak warga Kelurahan Lakkang umumnya.