Ari Rudatin
Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis determinan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah: (Studi kasus 6 kabupaten di wilayah Karesidenan Kedu) Ari Rudatin; Enggarsani Maulida Indraswari
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 1 Issue 1, Juni 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol1.iss1.art12

Abstract

Abstract Objectives – This study aims to analyze the effect of regional spending, number of tourist visits, and population on economic growth. Methods – This study uses a multiple linear regression model with panel data from 2015-2020 in six districts/cities in the Kedu Residency Region. Findings – The research results show that regional spending has a positive effect on economic growth, and the number of tourist visits positively affects economic growth. The population has no impact on economic growth. Implications – Analysis of factors that can increase regional economic growth is essential for local governments to boost economic growth. Local governments should know which sectors should be developed more quickly to increase economic growth. Originality – This study analyzes the effect of regional spending, number of tourist visits, and population on economic growth.   Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja daerah, jumlah kunjungan wisata, dan jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi. Metode – Penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda dengan data panel yang diambil dari tahun 2015-2020 di enam kabupaten/kota di Wilayah Karesidenan Kedu. Temuan – Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa belanja daerah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, jumlah kunjungan wisata berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Implikasi – Analisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah penting dilakukan sebagai acuan pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah sebaiknya mengetahui sektor mana saja yang harus dikembangkan lebih cepat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Originalitas – Penelitian ini focus untuk menganalisis pengaruh belanja daerah, jumlah kunjungan wisata, dan jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi.
Analisis determinan aliran Foreign Direct Investment (FDI) di kawasan ASEAN Fajar Nurbani Aslam; Ari Rudatin
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 1 Issue 2, Desember 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol1.iss2.art7

Abstract

Purpose – To analyze the effect of inflation, Gross Domestic Product, interest rates, Human Development Index and trade openness on Foreign Direct Investment (FDI) to countries in the ASEAN region. Methods – This study uses panel data for the 2010-2019 period in 7 (seven) countries in the ASEAN region. Findings – The results showed that inflation, interest rates and the Human Development Index had no effect on FDI in ASEAN countries, while the Gross Domestic Product (GDP) variable had a positive effect on FDI and trade openness had a negative effect on FDI in ASEAN countries. The country with the highest FDI inflows is owned by Singapore, while the country with the lowest FDI inflows is owned by Indonesia. Implication – Policies are needed to encourage the growth of Gross Domestic Product (GDP), the governments of each country in the ASEAN region need to regulate trade openness to increase FDI inflows. Originality – This study focuses on the factors influencing FDI inflows to the 7 countries of the ASEAN region. Abstrak Tujuan – Untuk menganalisis pengaruh inflasi, Produk Domestik Bruto, suku bunga, Indeks Pembangunan Manusia dan keterbukaan perdagangan terhadap Foreign Direct Investment (FDI) ke negara di kawasan ASEAN Metode – Penelitian ini menggunakan data panel periode 2010 – 2019 pada 7 (tujuh) negara di kawasan ASEAN Temuan – Hasil penelitian menunjukkan variable inflasi, suku bunga, dan Indeks Pembangunan Manusia tidak berpengaruh terhadap FDI di Negara Kawasan ASEAN, sementara variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif terhadap FDI dan variabel Keterbukaan Perdagangan berpengaruh negatif terhadap FDI di Negara Kawasan ASEAN. Negara dengan aliran masuk FDI tertinggi dimiliki oleh negara Singapura, sedangkan negara dengan aliran masuk FDI terendah dimiliki oleh Indonesia. Implikasi – Diperlukan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), pemerintah tiap negara di kawasan ASEAN perlu mengatur keterbukaan perdagangan untuk meningkatkan aliran masuk FDI. Orisinalitas – Penelitian ini fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi aliran masuk FDI ke 7 negara kawasan ASEAN.
Analisis penyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Banten Fridho Handoyo; Ari Rudatin
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 2 Issue 1, Juni 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol2.iss1.art13

Abstract

Purpose – to analyze the effect of the number of large and medium industrial companies, district/city minimum wages, Gross Regional Domestic Product (PDRB) growth rates and the number of labor force on the absorption of labor in Banten Province.Methods – This study uses panel data for the 2014-2019 period in 17 (seventeen) distric/city in Banten Province.Findings – The results showed that the number of large and medium industrial companies and the number of workforce had a positive effect on employment in Banten Province, while district/city minimum wages and PDRB growth rates had no effect on employment in Banten Province.Implication – The government needs to review the PDRB growth rateis it only supported by household consumption, so that the economic vulnerability in facing extraordinary conditions is also low. Regency/city minimum wages need to be reconsidered in order to encourage employment so as to improve the standard of living and welfare of employees and their families.Originality – This study focuses on the factors that influence employment in Banten Province AbstrakTujuan – Untuk menganalisis pengaruh jumlah perusahaan industri besar dan sedang, upah minimum kabupaten/kota (UMK), laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan jumlah angkatan kerja terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi BantenMetode – Penelitian ini menggunakan data panel periode 2014-2019 di 17 (tujuh belas) kabupaten/kota di Provinsi Banten. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah perusahaan industri besar dan sedang serta angkatan kerja berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten, sedangkan upah minimum kabupaten/kota dan laju pertumbuhan PDRB tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten. Penyerapan tenaga kerja tertinggi dimiliki Kota Tangerang, sedangkan penyerapan tenaga kerja terendah dimiliki Kabupaten Lebak. Implikasi – Pemerintah perlu meninjau kembali laju pertumbuhan PDRB apakah hanya disokong oleh konsumsi rumah tangga, sehingga kerentanan ekonomi dalam menghadapi kondisi ektraordinary juga rendah. Upah minimum kabupaten/kota perlu dipertimbangkan kembali agar dapat mendorong penyerapan tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para karyawan dan keluarganya. Orisinalitas – Studi ini berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten.