Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Terhadap Pola Distribusi Pemasaran Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) di Kelurahan Jamaimo Distrik Mariat Kabupaten Sorong Ivonne Leiwakabessy; Denny Petta; Alexsandra Olavia Kabes
SERES Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/seres.v1i2.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pola distribusi pemasaran cabai keriting di Kelurahan Jamaimo Distrik Mariat Kabupaten Sorong, (2) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran. Penetapan sampel dengan menggunakan metode acak sederhana sebanyak 40 responden. Pola distribusi saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Jamaimo Distrik Mariat yaitu petani/produsen menjual cabai merah keriting langsung ke pedagang pengumpul dengan harga Rp 30,000/kg dan Rp 35,000/kg, dan pedagang pengumpul menjual ke konsumen tingkat akhir di pasar induk dengan harga Rp 40,000/kg dan 45,000/kg. Margin pemasaran untuk pedagang pengumpul pada dua kategori harga di tingkat konsumen akhir adalah sebesar Rp 10,000/kg, dengan keuntungan pemasaran adalah sebesar Rp 5,500/kg dari harga jual Rp 40,000/kg dan Rp 5,000/kg untuk harga jual Rp 45,000/kg. Efisiensi pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Jamaimo dari saluran pemasaran kategori I dan II, adalah paling efisien karena besarnya nilai rata-rata efisien pemasaran yaitu 11,3% dan 11,1%.
Studi Terhadap Pola Distribusi Pemasaran Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) di Kelurahan Jamaimo Distrik Mariat Kabupaten Sorong Ivonne Leiwakabessy; Denny Petta; Alexsandra Olavia Kabes
SERES Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/seres.v1i2.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pola distribusi pemasaran cabai keriting di Kelurahan Jamaimo Distrik Mariat Kabupaten Sorong, (2) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran. Penetapan sampel dengan menggunakan metode acak sederhana sebanyak 40 responden. Pola distribusi saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Jamaimo Distrik Mariat yaitu petani/produsen menjual cabai merah keriting langsung ke pedagang pengumpul dengan harga Rp 30,000/kg dan Rp 35,000/kg, dan pedagang pengumpul menjual ke konsumen tingkat akhir di pasar induk dengan harga Rp 40,000/kg dan 45,000/kg. Margin pemasaran untuk pedagang pengumpul pada dua kategori harga di tingkat konsumen akhir adalah sebesar Rp 10,000/kg, dengan keuntungan pemasaran adalah sebesar Rp 5,500/kg dari harga jual Rp 40,000/kg dan Rp 5,000/kg untuk harga jual Rp 45,000/kg. Efisiensi pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Jamaimo dari saluran pemasaran kategori I dan II, adalah paling efisien karena besarnya nilai rata-rata efisien pemasaran yaitu 11,3% dan 11,1%.
Implementasi Pemanfaatan Botol Plastik sebagai Media Tanam di SMP Negeri 9 Pulau Soop: Penelitian Ivonne M. Leiwakabessy; Novalien Syauta; Lili Sapari; Joni Penda; Denny Petta; Dormauli Br. Gultom; Dwi Indah Widya Yanti; Melisa Masengi; Disabella Dayera
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5256

Abstract

This community service program aimed to strengthen household food security on Pulau Soop by utilizing home yards and plastic bottles as planting media. The initiative addressed limited land availability and increasing plastic waste on the small island. Through training on converting plastic bottles into planting containers and cultivating vegetables at SMP Negeri 9 Pulau Soop, students gained knowledge and practical skills in recycling, appropriate technology, and simple cultivation methods. The results show improved student understanding, active participation, and the establishment of a school mini garden as an urban farming model. The program effectively supported environmental education, reduced plastic waste, and enhanced yard-based food security in the small island community.