Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STIMULASI KEGIATAN MEWARNAI UNTUK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Hilda Zahra Lubis; Rizky Fadila; Mutiara Mastina Fithri Daulay; Nanda Fadhillah
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan anak usia dini pada Kegiatan mewarnai. Ruang lingkup yang diambil adalah menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan Kegiatan mewarnai. Kegiatan mewarnai yang merupakan salah satu kegiatan yang disukai anak usia dini. Kegiatan mewarnai yang menyenangkan dan sederhana ini dapat membantu perkembangan anak usia dini karena Kegiatan mewarnai dapat dijadikan sebagai kegiatan mengekspresikan diri anak, mengenalkan perbedaan warna pada anak, meningkatkan konsentrasi anak, mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih kesabaran anak, dan merangsang kreativitas anak sejak dini. Dengan melakukan aktivitas seperti Kegiatan mewarnai yang dapat menstimulasi perkembangan anak usia dini. Pada pengabdian ini akan dilaksanakan kegiatan mewarnai yang digelar dalam bentuk perlombaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di TK/SDIT Mutiara Azzahra di Desa Bintang Meriah, Dusun. V, Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik TK/SD IT Mutiara Azzahra. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data Penelitian dan Pembahasan maka diperoleh hasil bahwa menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan Kegiatan mewarnai sangatlah berdampak bagi perkembangan anak termasuk pada setiap aspek perkembangan seperti kognitif, motorik, sosial emosional dan seni. Pada proses pelaksanaan kegiatan mewarnai melalui perlombaan terdapat beberapa pengalaman untuk peserta didik seperti melatih kesabaran, meningkatkan konsentrasi, fisik motorik, dan meningkatkan kreativitas anak. Faktor pendukung pelaksanaan perlombaan mewarnai meliputi kertas bergambar untuk diwarnai anak dan krayon untuk masing-masing anak. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa orang tua Memahami pentingnya perkembangan anak pada setiap aspek perkembangan dan manfaatnya dari kegiatan mewarnai. Melalui Kegiatan mewarnai dapat menstimulasi setiap aspek perkembangan.
Transformasi Digital Di Pesantren Darul Hasanah Dari Halaqah Tradisional Ke Ruang Belajar Virtual Suci Rezeki Nasution; Diva Amanda Br Bangun; Mutiara Mastina Fithri Daulay; Sholihah Titin Sumanti
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i3.2786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terjadinya transformasi digital di pesantren Darul Hasanah, pelaksanaan kegiatan halaqah tradisional di pesantren Darul Hasanah, kegiatan pendidikan dengan model ruang belajar virtual di pesantren Darul Hasanah serta faktor-faktor yang melatarbelakangi transformasi digital dari halaqah tradisional menjadi ruang belajar virtual di pesantren Darul Hasanah . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terjadinya transformasi digital di pesantren Darul Hasanah, proses pembelajaran dilaksanakan melalui sistem halaqah tradisional yang menekankan interaksi langsung antara ustadz atau ustadzah dan santri. Namun, munculnya pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan aktivitas tatap muka mendorong pesantren ini untuk mengadopsi teknologi digital melalui penggunaan platform pembelajaran daring, seperti zoom, google meet dan media pembelajaran lainnya. Transformasi ini menunjukkan proses pendidikan tetap berlangsung meskipun santri berada di rumah masing-masing serta menunjukkan kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan zaman dan kondisi darurat, sekaligus mempertahankan keberlangsungan pendidikan Islam dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan fleksibel.