Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALGORITMA GENETIKA PENJADWALAN MESIN BERTIPE SISTEM PRODUKSI UNTUK MEMINIMALKAN WAKTU PROSES PRODUKSI Muhammad Hafiz; Dio Rahman Alfateh; Alya Azzahrah Muhjah; Tiara Oktaviani; Muhammad Syahdan Gintana; Kevin Tri Anggoro; Perani Rosyani
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan sistem produksi merupakan permasalahan yang kompleks yang sering disebut np-hard problem di mana waktu penyelesaian masalah akan meningkat secara eksponensial seiring dengan berkembangnya luas permasalahan secara linear. Pada penelitian ini penjadwalan memiliki 146 produksi dalam simulasi waktu satu bulan. Penjadwalan ini memiliki 12 macam proses permesinan yang berbeda-beda, namun setiap produksi paling banyak melewati 4 proses permesinan. Selain itu, setiap proses permesinan memiliki sejumlah mesin yang dapat digunakan secara paralel, sehingga apabila suatu mesin sibuk maka produksi akan dialihkan ke mesin yang sama yang idle. Dalam penjadwalan ini juga diterapkan sistem grouping kelompok komponen satu produk, sehingga terdapat sekumpulan produksi yang harus dikerjakan dalam rentan waktu yang sama berdasarkan grup produk yang sama. Metode penjadwalan yang sedang dilakukan oleh PT.X adalah Earliest Due Date (EDD) dan Shostest Processing Time (SPT). EDD dan SPT ini akan dibandingkan dengan penjadwalan pendekatan kecerdasan buatan yaitu menggunakan metode Algoritma Genetika (AG). Parameter yang digunakan dalam AG ditentukan dengan metode Design of Experiment dengan 33 factorial design. Pada penelitian ini dibuat empat variasi model penjadwalan sebagai alternatif pilihan untuk penggunaan asumsi yang digunakan. Pada empat variasi model penjadwalan menggunakan AG tersebut, keempat variasi menunjukkan AG mampu menghasilkan makespan yang lebih singkat dibandingkan dengan metode EDD dan SPT. Pada asumsi satu mesin di setiap proses, metode EDD dan SPT memberikan makespan sebesar 135,1 jam sedangkan AG memberikan makespan sebesar 112,5 jam untuk sistem produksi acak dan 115,9 jam untuk sistem produksi grup produk. Pada asumsi semua mesin digunakan, metode EDD dan SPT memberikan makespan sebesar 38,1 jam sedangkan AG memberikan makespan sebesar 33,9 jam untuk sistem produksi acak dan 34,6 jam untuk sistem produksi grup produk.
Penerapan Algoritme Apriori Dalam Aplikasi E-booking di Salon Kecantikan CNT.BEAUTY Tiara Oktaviani; Kahfi Haryandi Suradiradja
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13129

Abstract

Industri jasa kecantikan berkembang pesat, namun banyak salon masih mengandalkan proses manual untuk menjadwalkan dan mengelola reservasi pelanggan. Hal ini sering kali menimbulkan berbagai masalah, seperti kesalahan pencatatan, penumpukan antrean, dan konflik jadwal. Booking merupakan sebuah proses perjanjian yang berupa pemesanan barang ataupun jasa namun belum di tutup dengan sebuah transaksi jual beli. Salon Kecantikan cnt.beauty yang merupakan sebuah salon perawatan tubuh yang di tujukan khusus untuk kaum wanita, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Salon Kecantikan cnt.beauty sampai saat ini masih menerapkan pemesanan secara langsung, dengan cara datang ke tempat mereka, sehingga hal ini mengakibatkan banyaknya antrian pelanggan atau customer diwaktu yang bersamaan ketika sedang ramai dan dibutuhkan treatment tambahan yang cocok untuk ditawarkan sesuai kebiasaan pelanggan. Maka dari itu di butuhkan sebuah sistem yang memudahkan customer dalam hal pelayanan. Adapun konsepnya adalah aplikasi e-booking salon berbasis web dan menerapkan metode algoritme apriori untuk penawaran treatment tambahan. Data history transaksi dilakukan preprocessing sebagai bahan masukan proses dengan metode apriori, hasil model apriori berupa aturan asosiasi diterapkan pada aplikasi e-booking ini pada bagian pendaftaran. Model apriori dibuat menggunakan bahasa pemrograman python dan selanjutnya aplikasi e-booking menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CSS Bootstrap dan database MySQL. Hasil akhirnya aplikasi e-booking salon ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja dalam proses bisnis kedepannya dan menjadi acuan bagi pengusaha salon kecantikan yang ingin menggunakan sistem ini.