Nurul Ilma
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN STRATEGI PENANGANAN TANTRUM PADA ANAK USIA DINI BAGI PEKERJA SOSIAL UPT PPRSA INANG MATUTU Eka Sufartianinsih Jafar; Nabila Sekartaji Febriatika; Nurul Ilma; Nahda Wafiah Idrus; Asfinolia Asfinolia; Nirmayanti Nirmayanti
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i1.38358

Abstract

Tantrum merupakan kondisi ledakan emosi yang umum dialami oleh anak-anak prasekolah yaitu mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara menangis, menjerit- jerit, melempar barang, berguling dilantai dan tindakan agresif lainnya. Perilaku tantrum merupakan perilaku yang normal jika terjadi pada anak yang berusia 15 bulan sampai 6 tahun. Perilaku tantrum yang tidak diatasi dapat membahayakan fisik anak, membuat anak kehilangan kontrol, menjadi lebih agresif, dan mengakibatkan anak tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan luar. Orang tua atau pengasuh perlu merespon perilaku tantrum secara tepat dan proporsional agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan para pekerja sosial Inang Matutu dalam dalam menghadapi anak tantrum. Partisipan dalam pengabdian ini berjumlah 16 orang yang merupakan para pekerja sosial di Inang Matutu. Adapun tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melakukan analisis situasi, identifikasi masalah, menentukan tujuan, merumuskan rencana pemecahan masalah, melakukan pendekatan sosial, dan evaluasi. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pretest-posttest design, sharing knowledge dan role play. Materi yang dipaparkan dalam kegiatan pengabdian ini terkait definisi tantrum, penyebab tantrum, ciri-ciri tantrum, dan cara penanganan tantrum. Hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa ada perubahan pemahaman oleh peserta pelatihan sebelum dan setelah menerima materi terkait tantrum.  Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan.