Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

tph Pendampingan Kader Posyandu Dalam Program Intervensi Spesifik Dalam Meningkatkan Kinerja Program Gizi Di Wilayah Kelurahan Gunung Kebayoran Baru Jakarta Selatan titus harjatmo; Lelyana Nursanti; Aruni Aruan; Alfiantani Nugroho
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi di Indonesia saat ini memasuki masalah gizi ganda. Artinya, masalah gizi kurang masih belum teratasi sepenuhnya, sementara sudah muncul masalah gizi lebih.  Indonesia juga memiliki masalah kekurangan gizi yang tinggi serta obesitas yang meningkat yang disebut ‘Beban Ganda Masalah Gizi’ (Double Burden of Malnutrition). Beban Ganda Masalah Gizi memiliki dampak di seluruh siklus hidup serta gangguan jangka panjang pada periode kritis pertumbuhan dan perkembangan, yakni selama 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK) sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kebehasilan dalam menangani masalah gizi sangat ditentukan oleh pencapaian program intervensi spesifik yang dilakukan di wilayah kelurahan Gunung. Kader merupakan tenaga sukarela yang berhadapan langsung dengan masyarakat sasaran sehingga kapasitas kader sangat menentukan pencapaian indikator intervensi gizi spesifik sehingga  peningkatan kapasitas kader merupakan salah satu solusi. Untuk itu maka diperlukan edukasi dalam dalam peningkatan kapasitas kader  untuk menimgkatkan kinerja intervensi gizi spesifik. Kegiatan ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Gung dengan sasaran sebanyak 20 kader Posyandu yang merupakan wakil dari masing-masing RW. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada kader  yang dilakukan pada tanggal 4-5 Juli 2022. Kegiatan ini melibat dosen dan mahasiswa sarjana terapan gizi dan dietetika. Karakteristik  kader sebanyak 70,0% berusia di atas 45 tahun dan mempunyai pendidikan setara SMA sebanyak 55,0%. Lama menjadi kader sebanyak 50,0% di bawah 5 tahun dan diatas 5 tahun. Pada pelaksanaan edukasi dilakukan pre dan post test kepada peserta pengabmas. Setelah dilakukan penilaian maka rata-rata pre test sebesar 62 point dengan standart deviasi 11,4 point dan rata-rata post test sebesar 78 point dengan standart deviasi 5,9 point. Dari analisis dengan menggunakan uji paired t test menunjukkan p=0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata  skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi.
tph Resto Balita Sebagai Lokasi Literasi Gizi Bagi Ibu Balita Dalam Mendukung Desa Sehat Di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Neglasari Kota Tangerang Titus Priyo Harjatmo; Pritasari; Nuraini Susilo Rochani; Tugiman A; Rina Efiyanna; Alfiantani Nugroho
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is the result of malnutrition in the long term that causes intellectual impairment and linear growth (Waterlow, 1972). In Indonesia, around 37% or nearly 9 million children under five are stunted (Riskesdas 2013) and this is the 5th largest prevalence of stunting in the world. The Nutrition Status Monitoring (PSG) conducted by the Ministry of Health in 2016 found that 27.5% of children under five years (toddlers) and 21.7% of children under two years were stunted. This causes them to get sick easily, have a shorter body posture than toddlers their age, do not have adequate cognitive abilities, so that it is not only detrimental to individuals but also detrimental to long-term socio-economic conditions for Indonesia. Cadres have a fairly important task in the implementation of Posyandu activities. The duties of cadres carried out before Posyandu Opening Day include: 1) Preparing for the implementation of Posyandu activities, 2) Disseminating information about Posyandu opening days through local community meetings or circulars, 3) Dividing tasks between cadres, including registration, weighing, recording, counseling , providing additional food, as well as services that can be carried out by cadres. Given the importance of cadre duties, skilled cadres are needed in carrying out cadre duties, especially in carrying out early detection of stunting children. Therefore, community service activities were carried out with the topic "Toddler Restaurant as a Location for Nutrition Literacy for Mothers of Toddlers in Supporting Healthy Villages in Karanganyar Village, Neglasari District, Tangerang City". Community service activities are carried out by educating children on the following topics: 1. Literacy on weight growth of toddlers to achieve Healthy Toddlers, 2. Literacy of feeding children under five to support Healthy Toddlers, 3. Literacy of balanced nutrition to achieve healthy toddlers. 4. Toddler Family Nutrition Awareness Literacy to support Healthy families, 5. Posyandu system management to support Nutrition services for Toddlers. Assistance activities for Posyandu cadres have been carried out in Karanganyar Village, Neglasari District. The number of cadres involved in the training was 15 cadres