The SMPN 29 Bandung library has a sufficient library building to be used by students and the academic community at the school. However, library management still needs improvement. Based on these conditions, the P3KNK work program was implemented to optimize the role of SMPN 29 Bandung Library in school learning activities. The programs run are tailored to the library's resources and capabilities. This community service aims to describe the process of implementing the Non-Educational Professional Strengthening Program, to optimize the management of the Bandung 29 State Junior High School Library, and to report on the results of the implementation. The community services method employed is a case study at SMPN 29 Bandung, focusing on library resources and users. The results of the community services indicate that library staff can effectively perform their duties according to their position and carry out daily activities in the library. Apart from that, the provision of facilities and infrastructure, as well as collections, has also been supported by the school through the management role of the library head. The community services results also show that users can make more optimal use of library collections because the available collections can be classified, allowing users to find the collections they want more easily. Abstrak Perpustakaan SMPN 29 Bandung memiliki gedung perpustakaan yang cukup untuk didayagunakan oleh peserta didik dan civitas akademik di sekolah. Namun, manajemen perpustakaan masih perlu dilakukan perbaikan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka program kerja P3KNK dilaksanakan untuk dapat mengoptimalkan peran Perpustakaan SMPN 29 Bandung dalam kegiatan belajar di sekolah. Program-program yang dijalankan disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan sumber daya perpustakaan. Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana proses pelaksanaan Program Penguatan Profesional Non Kependidikan dilakukan dalam upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 Bandung serta mendeskripsikan hasil pelaksanaan. Metode Pengabdian yang digunakan adalah studi kasus di SMPN 29 Bandung dengan fokus terhadap sumber daya perpustakaan dan pemustaka. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa tenaga perpustakaan sudah dapat melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya dan sudah dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari di perpustakaan. Selain itu, pengadaan sarana dan prasarana, serta koleksi juga sudah didukung oleh sekolah melalui peranan manajemen kepala perpustakaan. Hasil Pengabdian juga menunjukkan bahwa pemustaka sudah dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan secara lebih maksimal karena koleksi yang tersedia sudah dapat diklasifikasikan, sehingga pemustaka dapat lebih mudah menemukan koleksi yang diinginkannya. Kata Kunci: manajemen perpustakaan; optimisasi perpustakaan; perpustakaan sekolah