This Author published in this journals
All Journal Jurnal Istiqamah
Rojaya Rojaya
IAILM Suryalaya Tasikmalaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL KURIKULUM LOKAL TASAWUF DI INSTITUT AGAMA ISLAM LATIFAH MUBAROKIYAH (IAILM) PONDOK PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA Moh Yusup Saepuloh Jamal; Rojaya Rojaya
ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf Vol 1 No 2 (2020): ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf
Publisher : Prodi Ilmu Tasawuf IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pembangunan nasional, terutama dalam upaya pengembangan sumber daya manusia pada masa yang akan datang. Kualitas sumber daya manusia itu tentunya dicapai berkat adanya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi itu sendiri. Untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, diperlukan peningkatan sistem pendidikan, yang intinya terletak pada kurikulum yang dikembangkann dan dilaksanakan pada lembaga pendidikan tinggi tersebut. Kurikulum dapat dianggap sebagai suatu alat yang penting dalam upaya mencapai tujuan pendidikan tinggi, sedangkan ketercapaian tujuan tersebut merupakan bagian yang integral dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah dalam rangka penanaman dan penyebaran ajaran dan amalan ilmu tasawuf mengajarkan mata kuliah kurikulum lokal tasawuf di setiap prodinya, minimal 2 semester. Tulisan ini mendeskripsikan model kurikulum lokal tasawuf di Kampus IAILM Pondok Pesantren Suryalaya dan efeknya terhadap etos ibadah dan etos belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan efek positif dari kurikulum lokal tasawuf di Kampus IAILM Pondok Pesantren Suryalaya terhadap etos ibadah dan etos belajar mahasiswa. Hal ini memperkuat tesis Syekh Ibnu ‘Athaillah, salah seorang sufi populer yang dikenal luas dengan karyanya, Al-Hikam. Beliau mengungkapkan satu tesis, bahwa berdzikir mendatangkan fungsi inti naarun (api yang membakar), artinya melenyapkan sifat-sifat negatif-destruktif (al-akhlaq almadzmumah) yang terdapat di dalam diri seseorang dan nuurun (cahaya), artinya menghiasi seseorang dengan sifat-sifat positif-konstruktif (al-akhlaq al-mahmudah).