Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (Gillnet) DI DESA UJUNG PANDARAN KECAMATAN TELUK SAMPIT Muhammad Reza Pahlevi; Aunurafik; Budhi Ardani
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 17 No. 1 (2022): Journal Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v17i1.8592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung usaha perikanan tangkap dengan menggunakan gillnet dan memperoleh informasi mengenai saluran pemasaran ikan di Desa Ujung Pandaran, Kabupaten Teluk Sampit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan analisis deskriptif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis aspek bisnis dan analisis aspek pemasaran yang meliputi (analisis laba/rugi, analisis rasio B/C, analisis BEP, analisis PP dan saluran pemasaran). Hasil analisis usaha perikanan tangkap memiliki nilai keuntungan rata-rata Rp 40.246.666 per tahun, harga Break Even Point Rp 15.972 per Kg, dan Produksi 2.006 Kg dalam 1 tahun, Benefit Cost Ratio 1,69, Payback Period 0,95 yang berarti 9 bulan pengembalian biaya investasi dan saluran pemasaran yang terjadi merupakan saluran pemasaran tidak langsung.
CARA OPERASIONAL ALAT TANGKAP GILL NET DAN IDENTIFIKASI JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI PESISIR KUALA PEMBUANG KABUPATEN SERUYAN Geovani Anggreini Tarigan; Aunurafik; Budhi Ardani
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 17 No. 1 (2022): Journal Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v17i1.8595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan apa saja yang tertangkap dengan alat tangkap gill net di Pesisir Kuala Pembuang, Kab. Seruyan dan.mengetahui cara operasionalisasi alat tangkap gill net yang lebih baik secara teknis di Pesisir Kuala Pembuang, Kab. Seruyan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu bertempat di Kuala Pembuang, Kab. Seruyan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan uji ANOVA dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan tersebut yaitu secara menghadangg, secara melingkar, secara satu setengah kali melingkar.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap gill net yaitu Ikan Puput, Ikan Kembung, Ikan Alo-alo/barakuda, Ikan Bawal Putih, Ikan Hiu, Ikan Tenggiri, Ikan Manyung, Ikan Gulama, dan Ikan Senangin dan Operasi gill net secara menghadang menghasilkan tangkapan yang lebih banyak bila dibandingkan dengan cara operasi secara satu kali melingkar dan satu setengah kali melingkar.
ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) DALAM KERAMBA DI SUNGAI KAHAYAN KELURAHAN PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA Budhi Ardani; Pangestu, Mustaqiim; Dewi
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 20 No. 1 (2025): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v20i1.19271

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2022 sampai Juli 2022 yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya ikan bawal dalam keramba di Sungai Kahayan Kelurahan Pahandut Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dimana pengambilan data dengan menggunakan metode purposive sampling. Responden yang diambil adalah 12 pembudidaya. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dalam penelitian ini untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu dengan menghitung kisaran nilai rata-rata berbasis keseluruhan responden unit usaha ikan dalam keramba dari keuntungan laba, keuntungan usaha, tingkat keuntungan, perbandingan antara tingkat keuntungan dengan total biaya pengeluaran, rasio keuntungan bersih, titik impas, dan waktu pengembalian. Kesimpulan dari hasil analisis dengan menghitung kisaran nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai keuntungan laba (Net Profit) yaitu Rp. 4.250.167, keuntungan usaha (Operating Profit) yaitu Rp. 16.702.667, tingkat keuntungan (Profit Rate) yaitu menghasilkan keuntungan mencapai 7,37% dari seluruh biaya yang dikeluarkan, BCR (Benefit Cost Ratio) >1 yaitu 1,07, rentabilitas termasuk dalam kategori sangat baik > 100 yaitu 84,55%, dan untuk waktu tingkat pengembalian investasi (Payback Periode) yaitu 1,35 tahun. Berdasarkan hasil analisis usaha budidaya ikan bawal dalam keramba di Sungai Kahayan Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya mendapatkan bahwa usaha layak untuk dijalankan. Kata Kunci : Analisis usaha, Ikan bawal, Keramba
POTENSI DAN STATUS KONSERVASI IKAN HIAS LOKAL MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP SALAMBAU DI SUNGAI RUNGAN KELURAHAN TUMBANG RUNGAN KOTA PALANGKA RAYA Mila Reka Br Sembiring; Anang Najamuddin; Yuli Ruthena; Budhi Ardani; Zakiah
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 21 No. 1 (2026): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v21i1.24860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi famili dan spesies ikan hias lokal, menganalisis indeks keanekaragaman, serta menentukan status konservasi ikan hias yang tertangkap menggunakan alat tangkap salambau di Sungai Rungan, Kelurahan Tumbang Rungan, Kota Palangka Raya. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak enam kali pada tiga stasiun berdasarkan lokasi pemasangan alat tangkap salambau milik masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Selama penelitian, tercatat sebanyak 2.421 individu ikan hias yang terdiri atas 12 famili dan 24 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada Stasiun I, II, dan III masing-masing sebesar 1,80; 1,47; dan 1,67, yang menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang pada seluruh stasiun pengamatan. Berdasarkan status konservasi IUCN, ikan hias yang teridentifikasi terdiri atas satu spesies berstatus Vulnerable (VU), satu spesies Near Threatened (NT), 20 spesies Least Concern (LC), satu spesies Data Deficient (DD), dan satu spesies Not Evaluated (NE). Berdasarkan status perdagangan CITES, seluruh spesies yang ditemukan belum terdaftar, sehingga pemanfaatannya untuk kegiatan perdagangan masih tergolong aman.