Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ONTOLOGI DAN KLASIFIKASI ILMU AUGUST COMTE Rijal Wakhid Rizkillah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v9i1.2149

Abstract

Filsafat merupakan suatu pengetahuan tentang bagaimana cara berpikir terhadap segala sesuatu yang ada. Oleh karenanya, filsafat sebagai cara atau metode berpikir tentang sagala sesuatu yang ada dan memungkinkan ada. Tujuan paper ini adalah untuk menelaah pemikiran August Comte dari aspek ontologi dan klasifikasi ilmu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dipaparkan bahwa pembagian klasifikasi ilmu August Comte terdiri dari konsep tiga tahap. Auguste Comte melihat bahwa objek kajian ilmu hanya dari segi fisik-material sehingga klasifikasi ilmu bagi Comte hanya yang bersifat fisik-material-empiris.
Resolusi Konflik Internal di SD Muhammadiyah Weleri Tahun 2020: Penelitian Rijal Wakhid Rizkillah; Budi Setyono; Sriyono Sriyono; Ali Imron; Moch.Fachrizal Alif
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5101

Abstract

This study examines the internal conflict that occurred at Muhammadiyah Weleri Elementary School, involving the principal and teachers. The conflict arose primarily due to perceived unilateral leadership policies, lack of communication, and teacher dissatisfaction with welfare and workload. This study employed a descriptive qualitative approach with interview, observation, and documentation techniques. The conflict analysis was conducted using social conflict theory and conflict analysis instruments such as conflict mapping, the Attitude-Behavior-Context (DSS) triangle, and the onion analysis. The results indicate that internal conflict can be managed through a conflict resolution mechanism based on deliberation, negotiation, and compromise, involving the Muhammadiyah Elementary and Secondary Education Council as a mediator. This research is expected to contribute to conflict management in Muhammadiyah educational institutions.
Text Criticism and Magical Performance of Wifq Musabbi’ in Ażimat Al-Haikal Faqih Sulthan; Heri Dwi Santoso; Rijal Wakhid Rizkillah; Yunus Kholis Alhaqoni
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1719

Abstract

This study aims to identify the dominant scribal characteristics and transcriptional errors affecting the readability of the text Ażimat al-Haikal, and to analyse the function of Qur’anic excerpts within the wifq musabbi’ sequence at the intersection of informational meaning and performative (talismanic) use. It employs a philological method using a standard edition approach, comprising transliteration, normalization, and minimal emendation, followed by a functional reception analysis. Data were collected through close examination of the sole manuscript preserved in the privately owned Baboh Haikal Pandahan collection (Tamansari, Jaken, Pati, Central Java), alongside the identification and classification of Qur’anic quotations from 32 surahs. Data analysis combines textual criticism to identify patterns of variation with reception analysis, drawing on Ibn Kathir’s tafsir to assess thematic correspondences and functional shifts. The findings reveal recurring variants, including addition, omission, dittography, substitution, and saut du même au même, indicating a permissive scribal culture that enables textual augmentation and recontextualization. Furthermore, reception analysis demonstrates partial thematic alignment between cited verses and their attributed functions (protection, healing, provision, and travel safety), while also revealing a shift from exegetical meaning toward pragmatic ritual purposes. This study contributes to Indonesian Islamic manuscript studies by providing a more accessible textual foundation and an analytical framework linking textual criticism with practical Qur’anic application. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik penyalinan serta kesalahan transkripsi yang memengaruhi keterbacaan teks Ażimat Al-Haikal, serta menganalisis fungsi kutipan Al-Qur’an dalam rangkaian wifq musabbi’ pada pertemuan antara makna informasional dan peran performatif (talismanik). Metode yang digunakan adalah filologi dengan pendekatan edisi standar, yang mencakup transliterasi, normalisasi, dan emendasi minimal, dilanjutkan dengan analisis resepsi fungsional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi naskah tunggal yang tersimpan dalam koleksi privat Baboh Haikal Pandahan (Tamansari, Jaken, Pati, Jawa Tengah), serta identifikasi dan klasifikasi kutipan Al-Qur’an dari 32 surah. Teknik analisis data meliputi kritik teks untuk mengidentifikasi varian penyalinan, serta analisis resepsi untuk menelaah keterkaitan antara konteks ayat dan fungsi praktisnya dengan merujuk pada tafsir Ibn Kathir. Hasil penelitian menunjukkan adanya varian yang berulang, seperti penambahan, penghilangan, dittografi, substitusi, dan saut du même au même, yang mengindikasikan budaya penyalinan yang permisif dan memungkinkan terjadinya augmentasi serta rekontekstualisasi teks. Selain itu, resepsi pembaca menunjukkan adanya kesesuaian parsial antara tema ayat yang dikutip dengan fungsi yang dijanjikan (perlindungan, penyembuhan, kecukupan, dan keselamatan perjalanan), sekaligus memperlihatkan pergeseran dari pesan tafsir menuju tujuan ritual pragmatis. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam studi naskah Islam di Indonesia melalui penyediaan landasan teks yang lebih terbaca serta kerangka analitis yang menghubungkan kritik teks dengan praktik penggunaan Al-Qur’an.