Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simplifying the Definition of Ma'rifah Abdul Bais; Mhd Rizky Rialdi Siregar; Rahmat Hidayat Hasibuan
Sufiya Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2023)
Publisher : Sufiya Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the sciences that can help create quality human beings is the science of Sufism. To be close to God, one has to walk a long path that contains places, which are called maqamat. The path taken by a Sufi cannot be taken easily. The path is difficult and to move from one station to another requires a lot of effort and not a short amount of time. Sometimes a Sufi candidate has to live in one station for years. One of the stations that the Sufis must reach is ma'rifat, because it means knowing God up close, so that the heart can see and feel God. Ma'rifat is put by God into the heart of a Sufi, so that his heart is full of light. Ma'rifat is not the result of human thought but depends on God's will and grace. Ma'rifat is God's gift to Sufis who are able to accept it. The more a Sufi gets knowledge from God, the more he knows about God's secrets, and the closer he is to God. But obtaining full understanding of God is impossible, because humans are finite while God is infinite. And knowledge obtained from ma'rifah is of higher quality than knowledge obtained by reason.
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKATAN DAN BERNEGARA Lubis, Riska Halda; Kamdani; Rahmat Hidayat Hasibuan
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i3.11013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pancasila, sebagai dasar negara, memiliki peran strategis dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sosial budaya, politik, hukum, ekonomi, ideologi, serta pertahanan dan keamanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan reformasi, serta mampu menjadi landasan utama untuk menciptakan kehidupan yang adil, damai, dan sejahtera. Dalam aspek sosial budaya, Pancasila berperan dalam menjaga nilai-nilai luhur masyarakat di tengah pengaruh budaya asing. Dalam bidang politik, Pancasila menekankan sistem demokrasi yang berlandaskan asas kerakyatan. Pada aspek hukum, Pancasila menjadi sumber utama dalam penyusunan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan, kebijakan publik, dan implementasi di berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, Pancasila dapat terus menjadi pedoman yang kokoh dalam membangun bangsa yang harmonis, adil, dan berkeadilan sosial.