Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Geogle Earth Engine Untuk Identifikasi Perubahan Suhu Permukaan Daratan Kabupaten Buru Selatan Berbasis Cloud Computing Fekry Salim Hehanussa; Dyah Respati Suryo Sumunar; Heinrich Rakuasa
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 1 (2023): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i1.27

Abstract

Perubahan suhu permukaan daratan menjadi isu kritis dalam menghadapi perubahan iklim global. Kabupaten Buru Selatan, sebagai salah satu wilayah yang rawan terhadap dampak perubahan iklim, membutuhkan penanganan yang tepat untuk mengidentifikasi dan memahami perubahan suhu permukaan daratan secara efisien. Penelitian ini menggunakan Google Earth Engine sebagai platform cloud computing untuk mengidentifikasi perubahan suhu permukaan daratan di Kabupaten Buru Selatan. Data citra satelit MODIS digunakan untuk analisis perubahan suhu permukaan pad tahun 2018 dan 2023. Pendekatan pemrosesan citra berbasis cloud computing memungkinkan analisis data yang cepat dan akurat tanpa memerlukan spesifikasi leptop atau komputer yang tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2018 suhu permukaan daratan Kabupaten Buru Selatan dimana suhu terendah yaitu 13, 027℃ dan tertinggi yaitu 29, 138℃ dan mengalami peningkatan suhu ditahun 2023 yaitu 14,143℃ pada suhu terendah dan 33,955℃ pada suhu permukaan tertinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan suhu permukaan daratan di Kabupaten Buru Selatan. Suhu permukaan di di Kabupaten Buru Selatan mengalami peningkatan yang sangat singnifikan di Kecamatan Leksula, Namrole dan Kecamatan Waesama, hal ini disebabkan oleh meningkatnya ekspansi lahan permukiman disana Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim di Kabupaten Buru Selatan dan memberikan kontribusi pada pemahaman global tentang perubahan iklim yang terjadi.
Integration of Remote Sensing Data and Geographic Information System for Mapping Landslide Risk Areas in Ambon City, Indonesia Fekry Salim Hehanussa; Philia Christi Latue; Heinrich Rakuasa; Glendy Somae
Journal of Selvicoltura Asean Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jsa.v1i3.1185

Abstract

This research investigates the integration of remote sensing data and Geographic Information Systems (GIS) to map landslide risk areas in Ambon City, Indonesia, a region characterized by its hilly terrain and susceptibility to landslides. Utilizing various environmental variables such as slope gradient, land use, and rainfall patterns, the study employs a multi-criteria approach to assess landslide vulnerability and distribution. The findings reveal significant correlations between anthropogenic factors, such as urbanization, and increased landslide risk, highlighting the urgent need for sustainable urban planning and disaster risk management strategies. By providing a comprehensive landslide risk map, this study aims to support local authorities in making informed decisions to enhance community resilience and mitigate the impacts of landslides in Ambon City.
Spatial Analysis of Land Use Deviations in Sirimau Sub-district, Ambon City Based on Cultivation and Protected Areas, Ambon City Spatial Plan 2011-2031 Fekry Salim Hehanussa; Heinrich Rakuasa
Techno Agriculturae Studium of Research Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/agriculturae.v1i2.1195

Abstract

This study conducts a spatial analysis of land use deviations in the Sirimau Sub-district of Ambon City, focusing on the impacts of urbanization and population growth on the implementation of the Ambon City Spatial Plan (RTRW) 2011-2031. Utilizing remote sensing and GIS techniques, the research identifies significant discrepancies between planned and actual land use, driven by economic pressures and ineffective enforcement of land use regulations. The findings reveal that the conversion of agricultural land and protected forests into residential areas poses serious threats to environmental sustainability and biodiversity. The study emphasizes the need for enhanced community involvement, better inter-agency coordination, and stricter regulatory enforcement to address these challenges and promote sustainable land use practices in the region.