Alifah Muthmainna
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGALAMAN MAHASISWA DAN PEMBELAJARAN DARING VIA GOOGLECLASSROOM SEBAGAI KOMBINASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI PROGRAM STUDI AGAMA ISLAM STAI YAPIS TAKAALR Alifah Muthmainna
Dahzain Nur Vol 11 No 1 (2021): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat manusia membumi. Kondisi seperti itu tidak segera dilupakan dan dihindarkan dari konstruksi pemikiran dalam dunia pendidikan saat ini. Belajar dari / di Rumah (BDR) adalah solusi terbaru untuk mencegah penyebaran COVID-19. Di era peradaban baru dalam dunia pendidikan kita. Pandemi COVID-19 sudah meresahkan dunia pendidikan. Pandemi Covid-19 telah mengusik proses belajar mengajar secara tatap muka, maka diupayakan segala cara untuk menemukan jawaban yang tepat dalam menyelesaikan masalah-masalah ini. Satu diantara alternatif yang dapat dilaksanakan sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi yang lebih detail tentang pelaksanaan pembelajaran daring di Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI YAPIS Takalar sebagai upaya meminimalisir penyebar luasan COVID-19 di perguruan tinggi. Sampel penelitian yang digunakan yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Tehnik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui video call via whatsapp. Adapun analisis data yang dilaksanakan menggunakan tehnik analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah; 1) mahasiswa sudah mempunyai sarana dan prasarana yang memadai sebagai syarat untuk dapat berpartisipasi dalam pembelajaran daring; 2) Pelaksanaan pembelajaran daring dianggap lebih fleksibel dan dapat menumbuhkan kemandirian belajar serta memotivasi mahamahasiswa untuk lebih giat belajar; dan 3) Pembelajaran daring dianggap dapat meminimalisir kerumunan mahasiswa, serta dapat mendorong munmculnya perilaku social distancing, maka dinilai mampu mengurangi potensi penyebar luasan COVID-19 di perguruan tinggi. Pengawasan terhadap mahasiswa yang berada di daerah asalnya, lemahnya sinyal di daerah asalnya, serta biaya yang cukup tinggi menjadi tantangan dalam pembelajaran daring. Manfaat lain dari pembelajaran daring yaitu mampu meningkatkan belajar mandiri, minat serta motivasi, keberanian untuk mempresentasikan ide dan pertanyaan.
PENGARUH LOKUS PENGENDALIAN, EFIKASI DIRI DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Alifah Muthmainna
Dahzain Nur Vol 10 No 2 (2020): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh lokus pengendalian, efikasi diri dan sikap ilmiah terhadap hasil belajar fisika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan menggunakan tehnik sampling  Simple Random Sampling diperoleh sampel sebanyak 200 responden pada siswa kelas X SMA di Jakarta Timur. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian tersebut yaitu:1) lokus pengendalian, efikasi diri, dan sikap ilmiah mempunyai pengaruh langsung positif terhadap hasil belajar fisika siswa, 2) lokus pengendalian dan efikasi diri mempunyai pengaruh langsung positif terhadap sikap ilmiah siswa. Implikasi kepada siswa dan guru yaitu sebaiknya menciptakan lingkungan belajar yang dapat mengembangkan lokus pengendalian dan efikasi diri untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar fisika siswa.
Evaluating the Role of Family Learning Climate and Self-Related Skills as Determinants of Students’ Learning Resilience in the Digital Era Nurhijriah; Fawzul Arifin; Alifah Muthmainna
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 3 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i3.2107

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed learning environments and created new challenges for students in maintaining academic resilience. Alongside increased access to information, students are also exposed to digital distractions, academic pressure, and reduced learning control, making learning resilience a critical competence in the digital era. Within this context, Family Learning Climate and Self-Related Skills, including self-regulation, self-efficacy, and emotional management, are assumed to play a central role in supporting students’ ability to adapt and persist in learning. This study aims to examine the influence of Family Learning Climate and Self-Related Skills on students’ learning resilience in a non-urban educational context in Indonesia. A quantitative research design was employed involving 160 students of SMA 1 Langgudu in the 2025/2026 academic year, selected from a population of 480 students using stratified random sampling. Data was collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression analysis. Instrument validity was ensured through expert judgment, and reliability testing produced Cronbach’s alpha values exceeding 0.80, indicating high internal consistency. The results indicate that the regression model is statistically significant (p < 0.001), confirming that Family Learning Climate and Self-Related Skills simultaneously influence learning resilience. Family Learning Climate contributes positively and significantly to learning resilience (β = 0.284, p = 0.001), while Self-Related Skills emerge as the stronger predictor (β = 0.316, p < 0.001). Furthermore, the model explains 19.2% of the variance in students’ learning resilience. These findings suggest that learning resilience is shaped by a synergy between family support as an external factor and intrapersonal capacity as an internal factor. The study highlights the need for educational policies and practices that strengthen parental involvement and intrapersonal skill development to foster resilient learners in the digital era.