Eko Rahman Setiawan
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEPUASAN PELAYANAN RAWAT JALAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Aulia Maghfirotul Laila; Eko Rahman Setiawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v10i1.1751

Abstract

The level of patient satisfaction on service is an important factor for developing service provider system that responsive to patient complaints, minimize costs and time, and maximize patient services. Patient satisfaction can be seen based on the dimensions of reliability, assurance, tangibles, empathy, and responsiveness. This study is intended to identify patient satisfaction with outpatient services based on five dimensions of satisfaction at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang in 2019. Descriptive quantitative used as research design in this study. The research instrument is a questionnaire, and the data were taken from purposive sampling technique with 100 respondents. This study found that Satisfaction based on several dimensions of reliability is, satisfied 96 percent dissatisfied 4 percent, guarantee is satisfied 92 percent dissatisfied 8 percent, tangibles satisfied 89 percent dissatisfied 11 percent, empathy satisfied 90 percent 10 percent dissatisfied, and responsiveness is satisfied 97 percent dissatisfied 3 percent patients. The highest satisfaction rating is on the reliability indicator, the reliability of officers in providing services. Although the assessment of patient satisfaction has shown that the patient was quite satisfied, the results obtained did not indicate a value of 100 percent. This research can be input to maintain and improve services, so that outpatients are satisfied with the service.
Implementation of management of chronic disease (PROLANIS) national health insurance’s programme in community health centers in Malang Wahyudi, Dicky Dwi; Eko Rahman Setiawan; Anggi Ardhiasti
BKM Public Health and Community Medicine PHS7 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v0i0.1611

Abstract

Diabetes Mellitus and Hypertension are non-communicable diseases that have increased from year to year, both internationally and nationally. The 2018 East Java Basic Health Research Data explains that Malang City with the 4th highest Hypertension patient, following Malang Regency and Probolinggo Regency with the category of patients age ≥ 18 years. One of the benefits by National Health Insurance participants is a program that supports promotive and preventive services, namely the Chronic Disease Management Program (Prolanis) which is a National Health Insurance program for promotive and preventive services at First Level Health Facilities to overcome this diseases.Objective: To obtain an overview of implementation of the National Health Insurance Chronic Disease Management Program (Prolanis) at Malang Community Health Center. Method: In this study, data and information were collected descriptively through questionnaires filled out by Prolanis officers at 8 Puskesmas in Malang City who were randomly selected by examining Prolanis activities including: medical consultation, group education, SMS gateway reminders, and home visits. Results: Of the 8 Puskesmas studied, there was 1 community health center that did not carry out the Home visit activity. In a series of Prolanis activities (medical consultations, group education, gateway SMS reminders, and home visits) in mid-March 2020. Prolanis activities stopped due to the Covid-19 pandemic. So that Prolanis activities are carried out online via the WhatsApp group and telephone. Conclusions: Prolanis activities (medical consultation, group education, SMS gateway reminder, and home visit) at 8 Puskesmas in Malang City as a whole have been carried out in an orderly and scheduled manner, even though there are Puskesmas that do not carry out any of the home visit activities. During the Covid-19 pandemic, Puskesmas adjusted activities by making online contacts with Prolanis participants Keywords: Prolanis; JKN; Promotif; Preventif
Tingkat Pengetahuan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap Pelayanan Promotif dan Preventif yang Diberikan BPJS Kesehatan di Puskesmas Kauman Tulungagung Ayu Tyas Purnamasari; Alda Yolantya Basuki; Eko Rahman Setiawan
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 1 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v1i1.4325

Abstract

Pelayanan kesehatan yang komprehensif meliputi pelayanan eksehatan promotive dan preventif, Namun pengetahuan dan pemanfaatan pelayanan promotive dan preventif di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta JKN mengenai pelayanan promotif dan preventif yang diberikan BPJS Kesehatan di Puskesmas Kauman Tulungagung. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada 100 responden peserta JKN di Puskesmas Kauman dan variabelnya meliputi pengetahuan, usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian ini adalah seluruh responden berumur 56-65 tahun mempunyai pengetahuan yang baik tentang pelayanan promotif dan preventif di puskesmas. Responden laki-laki dan responden perempuan juga memiliki pengetahuan yang baik dan responden yang pernah kuliah memiliki pengetahuan cukup (11,4%) dan baik (88,6%). BPJS Kesehatan dan Puskesmas dapat melakukan inovasi dalam pelayanan promotif dan preventif. Puskesmas juga dapat melakukan kunjungan ke beberapa desa untuk melakukan sosialisasi pelayanan kesehatan khususnya pelayanan promotif dan preventif serta mengadakan kunjungan antara petugas BPJS Kesehatan dengan peserta JKN di Puskesmas Kauman agar masyarakat dapat memperoleh informasi lebih banyak dari sosialisasi yang diberikan.
Implementasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam Meningkatkan Layanan Online Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagarkerjaan KCP Kepanjen Zulfatun Nabilah Cahyani; Eko Rahman Setiawan; Bernadus Rudy Sunindya
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v1i2.4984

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan diantaranya, masih ada beberapa peserta yang tidak paham akan alur tata cara klaim Jaminan Hari Tua melalui aplikasi Jamsostek Mobile, keterbatasan pengetahuan teknologi oleh masyarakat sehingga kesulitan dalam melakukan pengimplementasian layanan Jamsostek Mobile Khususnya dalam melakukan Klaim Jaminan Hari Tua, beberapa peserta beranggapan bahwa klaim Jaminan Hari Tua masih dilakukan secara offline dan kurangnya pengetahuan peserta akan limit saldo yang dapat di klaimkan di aplikasi Jamsostek Mobile. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi Jamsostek Mobile dalam meningkatkan layanan online klaim Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan Kepanjen. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik sampling rancangan non probability sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara melakukan wawancara terhadap 8 Informan dari unsur kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Kepanjen, staff bidang pelayanan madya dan umum serta peserta yang sudah maupun belum mempunyai aplikasi Jamsostek Mobile yang akan melakukan klaim Jaminan Hari Tua. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Jamsostek Mobile dalam meningkatkan layanan online klaim Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan Kepanjen 6 peserta yang menjadi informan 3 diantarnya masih bingung menggunakan layanan Jamsostek Mobile dalam melakukan klaim Jaminan Hari Tua, sehingga BPJS Ketenagakerjaan masih perlu adanya peningkatan sosialisasi secara merata terhadap peserta – peserta yang masih belum teredukasi secara baik dalam menggunakan layanan Jamsostek Mobile secara mandiri.
Hubungan Pendapatan dengan Kepatuhan Peserta PBPU Membayar Iuran JKN Kelurahan Keniten Ponorogo Elfina Nur Safitri; Bernadus Rudy Sunindya; Eko Rahman Setiawan
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.4999

Abstract

Kepesertaan semakin meningkat tidak sejalan dengan kepatuhan dalam membayar iuran JKN. Ketidakpatuhan dalam pembayaran premi lebih didominasi oleh peserta mandiri atau bisa disebut dengan PBPU. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kelurahan Keniten didapati 4 dari 10 peserta yang menunggak pembayaran iuran JKN. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kehadiran peserta segmentasi PBPU dalam membayar iuran JKN di Kelurahan Keniten Kabupaten Ponorogo. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional . Responden penelitan ini adalah 94 responden peserta JKN segmentasi PBPU di Kelurahan Keniten. Teknik sampel yang digunakan yaitu non probabilitas dengan memilih purposive sampling . Variabel penelitian ini adalah pendapatan dan kehadiran peserta JKN segmentasi PBPU. Teknik pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner. Hasil : Tingkat pendapatan cenderung memiliki pendapatan rendah yaitu sebesar 59,6% dan tingkat pemenuhan dengan tidak patuh yaitu 58,5%. Hasil uji chi-square diperoleh nilai ( p-value = 0,000) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Adanya hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan kepatuhan peserta segmentasi PBPU dalam membayar iuran JKN di Kelurahan Keniten Kabupaten Ponorogo
Gambaran Pengajuan Klaim Rawat Inap COB (Coordination of Benefit) JKN dan Asuransi Mandiri Inhealth di Rumah Sakit Rizani Probolinggo Leylina Budiarti; Eko Rahman Setiawan; Herlinda Dwi Ningrum
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.6064

Abstract

Latar Belakang: Coordination of Benefit (COB) adalah metode koordinasi manfaat asuransi ganda untuk mencegah pembayaran berlebih dan memperluas cakupan layanan. Rumah Sakit Rizani sebuah rumah sakit tipe C, telah menerapkan COB sejak 2022. Data observasi dan wawancara pada periode Juli-September 2024 menunjukkan 76 klaim rawat inap COB dari 6 perusahaan asuransi, dengan 19 klaim mayoritas dari Mandiri InHealth. Dalam prosesnya masih terdapat kendala seperti ketidaklengkapan berkas pasien dan penunjang, pengisian resume medis oleh DPJP, serta revisi billing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengajuan klaim rawat inap COB (Coordination of Benefit) JKN dan asuransi Mandiri InHealth di Rumah Sakit Rizani Probolinggo. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Rizani Probolinggo menggunakan metode deskriptif kualiatatif, teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap 6 informan dan menggunakan triangulasi sumber untuk uji keabsahan. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengajuan klaim rawat inap COB melibatkan beberapa tahapan mulai dari pendaftaran pasien, verifikasi, hingga pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan dan Mandiri InHealth. Proses ini melibatkan SDM dengan latar belakang kesehatan dan non-kesehatan, serta melibatkan berbagai unit rumah sakit dan aplikasi penunjang seperti Pelkes Online, Simo, E-Klaim, V-Klaim (eksternal), Evomedis, Casemix Apps (internal). Dalam proses pengajuannya, ditemukan kendala terkait kelengkapan dokumen dan implementasi SPO. RS Rizani belum memiliki SPO khusus untuk COB JKN dan Mandiri InHealth, namun RS Rizani mengacu pada SPO yang berlaku untuk seluruh jenis asuransi. Kesimpulan : Pengajuan klaim rawat inap COB JKN dan asuransi Mandiri InHealth melalui beberapa tahapan yang meliatkan SDM, unit, serta aplikasi pendukung. Dalam prosesnya RS rizani belum memiliki SPO khusus COB JKN dan Mandiri InHealth. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyusun SPO spesifik, meningkatkan pelatihan SDM, menempatkan staf khusus untuk pengelolaan berkas klaim, serta memperkuat koordinasi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan klaim COB. Kata kunci:  COB, JKN, Mandiri InHealth, Pengajuan klaim, rawat inap