Eza Kemal Firdaus
Universitas Harapan Bangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pasien Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi Sri Burhani Putri; Eza Kemal Firdaus; Dwi Novitasari
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1159

Abstract

Mual dan Muntah Pasca Operasi (PONV) merupakan salah satu komplikasi umum yang dialami pasien setelah menjalani operasi caesar dengan spinal anestesi. PONV dapat mempengaruhi kenyamanan dan pemulihan pasien secara keseluruhan. Terapi relaksasi otot progresif merupakan salah satu teknik non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi gejala PONV dengan menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan relaksasi pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap PONV pada pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian ini adalah 40 pasien sectio caesarea yang memenuhi kriteria inklusi, dengan masing-masing 20 pasien pada kelompok intervensi dan 20 pasien pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada intensitas PONV pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan p-value 0,001. Pasien yang menerima terapi relaksasi otot progresif melaporkan gejala PONV yang lebih ringan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terapi relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan intensitas PONV pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Intervensi ini dapat dianggap sebagai salah satu tindakan komplementer untuk meningkatkan kenyamanan pasien pasca operasi.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Dengan Diagnosa Medis Hiperglikemia Di Ruang HCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Melia Maida; Eza Kemal Firdaus
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.98

Abstract

Latar Belakang: Hiperglikemia terjadi ketika kadar glukosa darah meningkat melebihi kisaran normal, yaitu 80 hingga 90 mg/dl darah saat berpuasa atau 140 hingga 160 mg/100 ml darah saat tidak berpuasa. Perubahan metabolisme lipoprotein, peningkatan aktivitas protein kinase C, perubahan faktor pertumbuhan atau aktivitas sitokin, stres karbonil, aldose reduktase, stres oksidatif, hipoksia semu, hipoksia yang sesungguhnya, dan hiperglikemia, semuanya berperan. Tujuan: Salah satu tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan praktik keperawatan dalam konteks pasien hiperglikemia melalui penggunaan pendekatan keperawatan. Metode: Penilaian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi adalah langkah-langkah dalam proses keperawatan yang digunakan dalam metodologi penelitian ini melalui studi kasus kualitatif. Seorang pasien dengan hiperglikemia menjadi topik penelitian ini. Tanggal 6-7 Januari 2025, digunakan untuk penelitian ini di Rumah Sakit Prof. Hasil : Setelah dilakukan asukan keperawatan selama 2 hari kondisi pasien membaik, namun masalah keperawatan yang muncul belum semuanya teratasi. Kesimpulan : Selama dilakukan asuhan keperawatan 2 hari, semua masalah keperawatan belum teratasi, namun untuk kadar GDS membaik menjadi 145 mg/dL.