Rama Nur Kurniawan. K, Rama
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERINGATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK DI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nur Kurniawan. K, Rama
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2017): PROMOTIF - JUNI
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.858 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v7i1.22

Abstract

Upaya menekan permasalahan rokok, pemerintah tak henti-hentinya turut  menanggulangi masalah yang ditimbulkan oleh perilaku merokok. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2013 yang menekankan pada pencantuman bahaya merokok dalam bentuk gambar pada semua kemasan rokok, mengacu pada sebuah teori komunikasi yang disebut sebagai teori The Extended Parallel Process Model  (EPPM) dengan menggunakan pendekatan kesan menakutkan (fear appeals).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan disain  grounded theory untuk  mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi metode, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT).  Hasil penelitian memaparkan bahwa; 1) perasaan jijik, takut/ngeri saat melihat gambar, diperkuat dengan keyakinan terhadap kebenaran gambar akan menimbulkan respon menolak, sedangkan perasaan biasa saja yang diperkuat dengan ketidakyakinan akan menimbulkan reaksi menerima gambar,   2) Ada masa penyesuaian masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. 3) gambar memperkuat niat non perokok untuk semakin tidak merokok, dan tidak mempengaruhi perokok untuk berhenti merokok. 4) gambar dianggap efektif sebagai media edukasi untuk non perokok.  Penelitian  menyimpulkan  bahwa: 1) tindakan masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok dipengaruhi oleh faktor perasaan dan keyakinan akan kebenaran gambar. 2) durasi masa penyesuiaan terhadap gambar berlangsung selama ± 2-3 bulan, 3) peringatan pesan bergambar belum mampu menyentuh emosi masyarakat secara kultural dan membuat perokok untuk berhenti merokok.  Kata kunci:  Pesan  peringatan,  kemasan  rokok, fear appeals, gambar, perasaan  
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERINGATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK DI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nur Kurniawan. K, Rama
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1: JUNE 2017
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.858 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v7i1.22

Abstract

Upaya menekan permasalahan rokok, pemerintah tak henti-hentinya turut  menanggulangi masalah yang ditimbulkan oleh perilaku merokok. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2013 yang menekankan pada pencantuman bahaya merokok dalam bentuk gambar pada semua kemasan rokok, mengacu pada sebuah teori komunikasi yang disebut sebagai teori The Extended Parallel Process Model  (EPPM) dengan menggunakan pendekatan kesan menakutkan (fear appeals).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan disain  grounded theory untuk  mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi metode, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT).  Hasil penelitian memaparkan bahwa; 1) perasaan jijik, takut/ngeri saat melihat gambar, diperkuat dengan keyakinan terhadap kebenaran gambar akan menimbulkan respon menolak, sedangkan perasaan biasa saja yang diperkuat dengan ketidakyakinan akan menimbulkan reaksi menerima gambar,   2) Ada masa penyesuaian masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. 3) gambar memperkuat niat non perokok untuk semakin tidak merokok, dan tidak mempengaruhi perokok untuk berhenti merokok. 4) gambar dianggap efektif sebagai media edukasi untuk non perokok.  Penelitian  menyimpulkan  bahwa: 1) tindakan masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok dipengaruhi oleh faktor perasaan dan keyakinan akan kebenaran gambar. 2) durasi masa penyesuiaan terhadap gambar berlangsung selama ± 2-3 bulan, 3) peringatan pesan bergambar belum mampu menyentuh emosi masyarakat secara kultural dan membuat perokok untuk berhenti merokok.  Kata kunci:  Pesan  peringatan,  kemasan  rokok, fear appeals, gambar, perasaan  
Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan terhadap Kejadian Hipertensi diwilayah Kerja Puskesmas Towata Kabupaten Takalar Wijaya, Ivan; Nur Kurniawan. K, Rama; Haris, Hardianto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.669 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1012

Abstract

Transisi epidemiologis telah terjadi secara signifikan selama 2 dekade terakhir, yakni penyakit tidak menular telah menjadi beban utama, sementara beban penyakit menular masih berat juga. Indonesia sedang mengalami double burdendiseases, yaitu beban penyakit tidak menular dan penyakit menular sekaligus. Penyakit tidak menular utama seperti penyakit hipertensi. Hipertensi adalah salah satu penyakit yang biasanya gangguan terjadi pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140 / 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok, kebiasaan aktivitas fisik, kebiasaan mengkonsumsi garam dapur dan kebiasaan mengkonsumsi lemak terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Towata Kabupaten Takalar dengan jumlah responden sebanyak 74 orang. Hasil penelitian diperoleh dari hasil survey dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,031), tidak ada hubungan kebiasaan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,619), ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi garam dapur dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,006) dan ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi lemak dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,000). Â