Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Masyarakat Maritim Terhadap Manfaat Menkomsumsi Ikan Segar Bagi Anak Balita Untuk Pencegahan Kejadian Stunting di Kelurahan Biringkassi Kabupaten Jeneponto Haris, Hardianto; Nur, Nur Hamdani
SENTRA DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.127 KB) | DOI: 10.59823/dedikasi.v1i1.7

Abstract

Kelurahan Biringkassi Kabupaten Jeneponto merupakan daearah maritim yang mayoritas sumber pendapatan penduduknya bersumber dari nelayan dan bertani rumput laut. Meskipun demikian masyarakat yang bekerja sebagai nelayan ikan, terkadang hasil tangkapan ikan ikan segar para nelayan di Kelurahan Biringkassi tidak serta merta dikomsumsi oleh anak balitanya terutama pada nelayan yang memiliki anak balita, hal ini karena hasil tangkapan ikan ikan segar para nelayan di Kelurahan Biringkassi langsung dijual atau sudah ada toke yang membayar ikan ikan segar hasil tangkapan para nelayan, sehingga para nelayan hanya membawa sisa dari tangkapan yg tidak laku atau ikannya sudah tidak segar lagi, alhasil dominan anak balita para nelayan di Kelurahan Biringkassi cenderung tidak dapat menkomsumsi ikan segar hasil tangkapan para nelayan itu sendiri. Tujuan pengabdian ini untuk mengedukasi masyarakat nelayan agar menerapkan perilaku komsumsi ikan segar pada balita untuk pencegahan kejadiaan stunting. Metode kegiatan ini adalah edukasi dan sosialisasi tentang manfaat ikan segar bagi kesehatan balita. Hasil pengabdian yaitu sebanyak 7 nelayan yang hadir dalam edukasi dan sosialisasi tentang manfaat menkomsumsi ikan segar bagi anak balita untuk pencegahan kejadian Stunting di Kelurahan Biringkassi Kabupaten Jeneponto. Manfaat menkomsumsi ikan segar bagi balita sangat baik, hal ini karena ikan segar banyak mengandung asam lemak omega 3 yang sehat serta dapat mengurangi peradangan, membantu melindungi jantung, dan mencegah penyakit kronis, ikan mengandung vitamin D yang tinggi, dan dianggap sebagai salah satu sumber makanan terbaik untuk nutrisi terutama untuk pertumbuhan balita dan kekebalan tubuh balita. Edukasi pentingnya balita menkomsumsi ikan segar telah diberikan kepada masyarakat maritim Kelurahan Biringkassi dan banyak yang paham akan manfaat keunggulan menkomsumsi ikan segar bagi balita dan paham tentang stunting.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Jongaya Kota Makssar Aripa, Lusyana; Kartini, Kartini; Haris, Hardianto; Wasolo, Mi’ad
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1415

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang menjadi masalah serius saat ini. Hipertensi dikategorikan sebagai the silent disease atau the silent killer karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi atau tidak mengetahui sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Kematian akibat hipertensi menduduki peringkat atas daripada penyebab-penyebab lainnya.Tujuan penelitian untuk menegetahui faktor yang berhubunga dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas jongaya kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuatitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross sectional study. Populasi penelitian yaitu lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Jongaya dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan (P-Value 0,031), aktivitas fisik (P-Value 0,038), dan obesitas (P-Value 0,017) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Jongaya Kota Makassar.
Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan terhadap Kejadian Hipertensi diwilayah Kerja Puskesmas Towata Kabupaten Takalar Wijaya, Ivan; Nur Kurniawan. K, Rama; Haris, Hardianto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.669 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1012

Abstract

Transisi epidemiologis telah terjadi secara signifikan selama 2 dekade terakhir, yakni penyakit tidak menular telah menjadi beban utama, sementara beban penyakit menular masih berat juga. Indonesia sedang mengalami double burdendiseases, yaitu beban penyakit tidak menular dan penyakit menular sekaligus. Penyakit tidak menular utama seperti penyakit hipertensi. Hipertensi adalah salah satu penyakit yang biasanya gangguan terjadi pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140 / 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok, kebiasaan aktivitas fisik, kebiasaan mengkonsumsi garam dapur dan kebiasaan mengkonsumsi lemak terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Towata Kabupaten Takalar dengan jumlah responden sebanyak 74 orang. Hasil penelitian diperoleh dari hasil survey dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,031), tidak ada hubungan kebiasaan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,619), ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi garam dapur dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,006) dan ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi lemak dengan kejadian hipertensi (pvalue=0,000).  
Resistensi Sosial terhadap Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Jeneponto: Social Resistance Against Covid 19 Vaccination in Jeneponto Regency Haris, Hardianto; Kurniawan, Rama Nur; Ivan Wijaya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2912

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Jeneponto dalam penerimaan vaksinasi covid 19 telah mengalami kegagalan capaian, yang dimana pemerintah telah menargetkan vaksinasi 90% namun capaian vaksinasi 68,07% per Januari 2022, kegagalan capaian vaksinasi di Kabupaten Jeneponto dikarenakan dua faktor yakni faktor struktural maupun kultural. Faktor kultural meliputi rendahnya kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, serta upaya pembangkangan terhadap peraturan-peraturan. Sedangkan faktor struktural antara lain disebabkan kekurang sigapan pemerintah dalam upaya merespon penyebaran covid-19. Masih ada masyarakat yang menolak divaksin dengan berbagai alasan seperti ragu terhadap efektivitas vaksin, ketidakpercayaan terhadap vaksin, kekhawatiran adanya efek samping hingga alasan keagamaan atau kehalalan vaksin. Bentuk resistensi masyarakat terhadap vaksin tersebut tidak hanya beredar pada bisik-bisik antar warga dan ranah pribadi lainnya, tetapi juga beredar melalui media sosial dan juga whatsapp group Tujuan: Mendiskripsikan bentuk resistensi sosial terhadap vaksinasi covid 19 di Kabupaten Jeneponto dengan menggunakan teori James Scott. Metode: Metode kualitatif dengan tahapan pertama yakni melakukan identifikasi sasaran pada beberapa orang yang belum melakukan vaksinasi covid 19 di kabupaten Jeneponto. Tahapan kedua peneliti melakukan segmentasi usia pada kelompok yang belum melakukan vaksinasi covid 19. Tahapan ketiga adalah melakukan pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipasi dan diskusi kelompok terarah pada beberapa informan yang telah terjaring dan dianggap representative untuk 6 jumlah Kecamatan di Kabupaten Jeneponto. Jumlah informan diperkirakan sekitar 15-20 orang dengan karakteristik Pendidikan SMA/sederajat dan dari Diploma atau Sarjana. Hasil: Faktor penyebab terjadinya resistensi sosial terhadap vaksinasi covid 19 di Jeneponto Kurangnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat di Kabupaten Jeneponto tentang vaksinasi covid 19 menyebabkan masyarakat minim pengetahuan tentang manfaat vaksinasi covid 19. Pemerintah hanya banyak melakukan himbauan dalam bentuk pemberitaan di berbagai media media online. Pemerintah berharap dengan adanya pemberitaan di media media online masyarakat akan mengikuti program vaksinasi covid 19 dan tidak perlu lagi mensosialisasikannya secara langsung kepada masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak membaca arahan arahan pemerintah yang dilakukan lewat media media online sehingga tidak mempedulikan pesan yang disampaikan oleh pemerintah tersebut. Kesimpulan: Terdapat dua jenis resistensi sosial terhadap vaksinasi covid 19 di Kabupaten Jeneponto, resistensi secara tertutp dan resistensi secara terbuka, resistensi secara terbuka telah dilakukan oleh orang orang yang telah berpendidikan strata dua dan strata satu, hal ini terjadi dikarenakan tidak percaya terhadap keberadaan covid 19 sehingga tidak percaya pula pada vaksinasi covid 19, sementara resistensi sosial secara tertutup di dominasi oleh masyarakat yang tamatan SMA dengan cara engganan dalam mendukung program vaksinasi covid 19, ketidakikutsertaan dalam kegiatan vaksinasi covid 19, dan berlambat-lambat dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi covid 19.