Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Kamaluddin Mantasa; Muh. Azizul; Sulastria; Dewi Astuti Mari
Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jp.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kepuasan pemustaka terhadap layanan di Perpustakaan Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun lokasi penelitian yang berkaitan dengan pembahasan tersebut adalah di Universitas Negeri Makassar. Instrumen penelitian yaitu Catatan Observasi yaitu suatu metode atau teknik penulisan yang digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dan mencatat melalui pengamatan dan pencatatan terhadap tanda-tanda atau gejala- gejala yang akan diselidiki. Pedoman Wawancara yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewancara dengan si penjawab atau informan, Chek List Dokumentasi yaitu mengumpulkan data dari sumber-sumber non-insani (bukan manusia). Teknik Pengolahan Data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Proses analisis data dilakukan secara terus-menerus di dalam proses pengumpulan data selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan pemustaka terhadap layanan di Perpustakaan Universitas Negeri Makassar sudah terbilang cukup puas. Dengan berbagai inovasi layanan yang diterapkan maka pemustaka merasa puas dan terbantu. Layanan yang diterapkan yaitu layanan sirkulasi didalamnya ada layanan peminjaman buku, pengembalian dan perpanjangan buku, layanan bebas pustaka, layanan adminsitrasi keanggotaan dan lainnya. Pada layanan sirkulasi koleksi yang yang paling sering dipinjam adalah koleksi buku, hal demikian terjadi karena berbagai kemudahan yang diberikan diperpustakaan misalnya, Pemustaka menelusuri buku yang akan dipinjam dengan menggunakan OPAC secara online, Pemustaka dapat mengambil sendiri buku yang diinginkan di rak, Koleksi buku dapat dipinjam sebanyak tiga eks selama satu minggu. Layanan referensi layanan pokok rujukan yang dilakukan perpustakaan yang di dalamnya secara khusus menyediakan khusus koleksi referensi seperti kamus, ensiklopedia, direktori, biografi tokoh dan lainnya. Layanan bimbingan pemustaka yaitu layanan untuk memberikan edukasi kepada pemustaka tentang bimbingan untuk melakukan pencarian jurnal online yang dilanggan perpustakaan, bimbingan menulis karya ilmiah dan skripsi, bimbingan cara mengutip dan pengenalan berbagai jenis teknik sitasi, bimbingan penggunaan reference tools dan aplikasi google untuk menunjang penelitian, bimbingan cara menyusun daftar pustaka yang baik dan benar, bimbingan antiplagiarisme, serta bimbingan untuk memanfaatkan berbagai macam sumber informasi yang tersedia di perpustakaan.
MODEL KOMUNIKASI PUSTAKAWAN YANG IDEAL Kamaluddin Mantasa
Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jp.v1i2.9

Abstract

Artikel ini embahas tentang Komunikasi yang merupakan implementasi dari suatu Ilmu Komunikasi yang akan di biaskan ke Perpustakaan. Hal ini disebabkan karena disetiap Lembaga apapun pasti memiliki hubungan yang sangat erat dengan Komunkasi termaksud salah satunya adalah Perpustakaan, sebab pada Perpustakaan terdapat pengelola ahli dalam bidang Pustaka yang disebut dengan Pustakawan, yang dalam kaitannya Pustkawan ini mempunyai tugas memberikan layanan Prima kepada para pemustaka yang berkunjung ke sebuah perpustakaan. Disadari dalam era informasi dan komunikasi ini serta modernitas segala aspek kehidupan mengalami sebuah perubahan yang sangat signifikan khususnya dalam bidang Perpustakaan sehingga, Pustakawan dituntut untuk membenahi segala macam bentuk pelayanan yang ada pada sebuah Perpustkaan yang salah satunya adalah interkasi atau Komunikasi terhadap pemustaka, sebab jika Pustakawan memiliki keahlian atau cakap dalam berkomunikasi, ini akan menimbulkan citra dan pandangan yang positif bagi Perpustakaan.
OPTIMALISASI PERAN TENAGA PUSTAKAWAN DALAM PROSES PENGELOLAAN BUKU DI PERPUSTAKAAN Kamaluddin Mantasa; Andi Siti Nur Aisyah Alawiyah
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 6, No.2 (2024): September dan CFP Konferensi Internasional
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v6i2.32452

Abstract

Studi ini menggali peran krusial pustakawan dalam mengelola koleksi buku di perpustakaan, dengan menyoroti perubahan peran mereka dari sekadar penjaga buku menjadi fasilitator informasi yang aktif serta mitra strategis dalam dunia akademik. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan bukumulai dari proses akuisisi, klasifikasi, katalogisasi, hingga distribusi. Penelitian ini juga mengangkat sejumlah tantangan yang kerap dihadapi pustakawan, seperti terbatasnya pelatihan, kekurangan tenaga kerja, minimnya dukungan kelembagaan, dan kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, studi ini menawarkan sejumlah solusi strategis, seperti pengembangan kapasitas profesional secara berkelanjutan, pemanfaatan sistem teknologi informasi, serta peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak di dunia pendidikan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengacu pada model analisis data dari Miles dan Huberman (1994), yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa ketika peran pustakawan dioptimalkan, kualitas layanan perpustakaan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya memperkuat lingkungan belajar yang lebih inklusif, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi para pembuat kebijakan dan institusi yang ingin memodernisasi pengelolaan perpustakaan sekaligus mengangkat derajat profesionalisme pustakawan di Indonesia.