Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KETERSEDIAAN BAHAN PUSTAKA DENGAN MINAT KUNJUNG MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR Fendy; Hastuti; Yahya Dihya Muhammad
Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jp.v1i1.3

Abstract

Ulasan ini membahas tentang hubungan antara aksesibilitas bahan pustaka dengan minat berkunjung mahasiswa di Perpustakaan Universitas Islam Makassar. Masalah dalam tinjauan ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara aksesibilitas bahan pustaka dengan minat berkunjung mahasiswa dan seberapa besar hubungan antara aksesibilitas bahan pustaka dengan minat berkunjung mahasiswa di Perpustakaan UIM Makassar. Kajian ini menggunakan survei, persepsi dan dokumentasi sebagai instrumen eksplorasi. Populasi dalam ulasan ini adalah mahasiswa yang berkunjung ke Perpustakaan UIM selama tiga bulan sebelumnya mulai Musim Semi - Mei 2019 sebanyak 384 orang. Sedangkan contoh tersebut diterima 15% dari populasi ke atas dari 57 siswa. Motivasi di balik tinjauan ini adalah untuk memutuskan apakah ada hubungan antara aksesibilitas bahan pustaka dengan minat berkunjung mahasiswa dan seberapa besar hubungan antara aksesibilitas bahan pustaka dan minat berkunjung mahasiswa di Perpustakaan Staf Sastra. dan Humaniora, Sekolah Tinggi Islam Makassar. Dari hasil penelusuran ilustrasi menunjukkan bahwa aksesibilitas bahan pustaka dan premium kunjungan mahasiswa di Perpustakaan UIM tergolong kurang dan masih rendah. Hal ini tergantung dari nilai normal yang didapat, yaitu 2,95 untuk aksesibilitas bahan pustaka dan 2,94 untuk minat kunjungan mahasiswa. Hasil SPSS menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan kritis antara aksesibilitas bahan pustaka dengan minat berkunjung mahasiswa di UIM yang ditunjukkan dengan nilai yang sangat besar < 0,05, misalnya 0,000 < 0,05. Sedangkan nilai koneksi Pearson adalah 0,813. Nilai ini tidak dapat disangkal, dan itu menyiratkan bahwa tingkat hubungan antara aksesibilitas bahan perpustakaan dan minat mahasiswa berkunjung adalah tinggi..
PERAN PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN INDEKS LITERASI INFORMASI MASYARAKAT Fendy
Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jp.v1i2.11

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana peranan dari pengelola sebuah Perpustakaan atau Pustakawan dalam meningkatkan indeks literasi informasi, yang dimana kemajuan suatu bangsa itu dapat dilihat dan diukur oleh sumber daya yang dimiliki khususnya kemampuan dalam mendapatkan dan mengelola sebuah informasi. Perpustkaan dalam kaitannya memiliki sebuah peranan yang sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia khususnya dalam pemanfaatan sebuah informasi. Hal ini tentu tidak lepas dari bagaimana peranan pengelola Perpustakaan atau Pustakawan dalam meningkatkan indeks literasi Informasi bagi Masyarakat, upaya dari peningkatan indeks literasi ini kelak akan bermuara kepada peningkatan kuantitas serta kualitas sumber daya manusia bagi suatu bangsa yang siap bersaing dalam kompetisi global.
Digitalisasi Perpustakaan Desa Berbasis Aplikasi SLiMS di Desa Botolempangan Kabupaten Maros Suriadi Suriadi; Kamaluddin Mantasa; Herman Herman; Fendy Fendy; La Ode Rusadi; Hazan Hazan
Journal Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jsepkm.v2i3.534

Abstract

Perpustakaan desa memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat, namun pengelolaannya masih banyak dilakukan secara manual sehingga kurang efektif dan efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem digitalisasi perpustakaan berbasis SLiMS guna meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan koleksi. Metode yang digunakan meliputi observasi, instalasi sistem, pelatihan pengelola, serta pendampingan operasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SLiMS mampu mengoptimalkan pengelolaan data koleksi, mempermudah proses sirkulasi, serta menghasilkan laporan secara otomatis dan akurat. Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan pengelola dalam memanfaatkan teknologi informasi serta peningkatan minat masyarakat dalam mengunjungi perpustakaan. Dengan demikian, digitalisasi perpustakaan desa berbasis SLiMS dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan mendukung penguatan budaya literasi masyarakat di era digital.
PERPUSTAKAAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN: STRATEGI LITERASI DAN INKLUSI DIGITAL MENDUKUNG SDGS DI ERA TRANSFORMASI Fendy Fendy; Herman Herman; Suriadi Suriadi; Kamaluddin Mantasa; La Ode Rusadi
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 8, No. 1 (2026): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v7i1.37729

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual peran perpustakaan sebagai agen perubahan dalam memperkuat literasi dan inklusi digital guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di era transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan teknik analisis tematik terhadap kebijakan, hasil penelitian, dan praktik implementatif layanan perpustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi perpustakaan tidak hanya terletak pada penyediaan akses informasi, tetapi pada transformasi fungsi menjadi enabler literasi digital berbasis komunitas. Secara lebih spesifik, penelitian ini menemukan empat peran kunci perpustakaan: (1) sebagai fasilitator literasi digital kontekstual yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat; (2) sebagai mediator akses teknologi untuk kelompok rentan dalam mengurangi kesenjangan digital; (3) sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat berbasis ekosistem digital; dan (4) sebagai aktor kolaboratif dalam ekosistem multi-sektor untuk mendukung agenda SDGs. Kontribusi konseptual penelitian ini terletak pada penguatan model peran perpustakaan berbasis integrasi literasi digital dan inklusi sosial sebagai strategi implementatif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya reposisi strategis perpustakaan dari institusi penyedia koleksi menjadi institusi pemberdayaan masyarakat berbasis digital.