Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI PELATIHAN TERHADAP PENGANGGURAN OLEH SUKU DINAS TENAGA KERJA TRANSMIGRASI DAN ENERGI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA Muhammad Firzah; Dwi Agustina; Muhamad Iqbal Faruki
PANDITA : Interdisciplinary Journal of Public Affairs Vol. 4 No. 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61332/ijpa.v4i2.23

Abstract

DKI Jakarta Utara termasuk bagian daerah dari Indonesia yang mempunyai angka pengangguran tingkat terbuka yang harus cukup diberikan perhatian, Masalah pengangguran dijakarta Utara yang demikian pelik yang mencapai 63.413 orang tidak bisa dibiarkan berlarut larut, sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial yang lebih besar. Oleh Karena itu Salah satu faktor untuk meningkatkan daya saing dalam dunia kerja dan dunia usaha, Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara merupakan wujud kepedulian Pemerintah DKI Jakarta khususnya di Jakarta Utara dalam menyiapkan sarana dan prasarana kepada masyarakat secara gratis untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yang siap pakai dan mampu bersaing dalam dunia kerja maupun dunia usaha. yang akhirnya pengangguran dan di Jakarta utara ini mampu membantu status Negara Berkembang di Indonesia berubah Menjadi lebih baik untuk Menjadi sebuah Negara Maju. Dalam penelitian ini peneliti melakuakan anaisis Pelaksanaan Strategi Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara dalam Fungsinya terhadap Pengangguran di DKI Jakarta Utara tahun 2019. Bagaimana Upaya dan Hambatan Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara dalam menjalankan Fungsinya terhadap Pengangguran di DKI Jakarta Utara tahun 2019. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti berusaha memberikan informasi yang selengkap mungkin, agar dapat mudah dipahami. Strategi Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara dalam Fungsinya Terhadap pengangguran di DKI Jakarta Utara tahun 2019, mempunyai Program berdasarkan fungsinya meliputi Pelatihan Tenaga Kerja, Penempatan Tenaga Kerja Dan Perluasan Kerja.
Pengaruh Budaya Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Efektivitas Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus PT. Astra Daihatsu Motor – Sunter Assembly Plant Tahun 2025) Lukman Fianto; Muhammad Firzah; Eka Rofiyanti
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10578

Abstract

Peningkatan angka kecelakaan kerja di Indonesia menunjukkan bahwa efektivitas penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih menghadapi berbagai tantangan, meskipun telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran faktor internal organisasi, khususnya budaya kerja, lingkungan kerja, dan disiplin kerja, dalam mendukung implementasi K3 yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya kerja dan lingkungan kerja terhadap efektivitas penerapan K3 dengan disiplin kerja sebagai variabel moderasi pada PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sunter Assembly Plant tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Populasi penelitian terdiri atas 957 karyawan bagian produksi assembling, dengan sampel sebanyak 134 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan budaya kerja, lingkungan kerja, dan disiplin kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penerapan K3. Selain itu, disiplin kerja terbukti mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh budaya kerja dan lingkungan kerja terhadap efektivitas penerapan K3. Temuan ini menunjukkan kepatuhan karyawan terhadap aturan dan prosedur keselamatan berperan penting dalam mengoptimalkan implementasi K3.
Pengaruh Pengetahuan, Motivasi, Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Petugas Telekolekting BPJS Kesehatan Wilayah Kerja Jabodetabek Ratih Hera Setiawati; Eka Rofiyanti; Muhammad Firzah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10579

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menghadapi tantangan tingginya ketidakaktifan peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) akibat tunggakan iuran. Salah satu strategi yang diterapkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran adalah melalui kegiatan telekolekting. Keberhasilan strategi ini sangat ditentukan oleh kinerja petugas telekolekting sebagai pelaksana utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, motivasi, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai petugas telekolekting BPJS Kesehatan Wilayah Kerja Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 135 responden petugas telekolekting BPJS Kesehatan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, motivasi, dan kompensasi secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja petugas telekolekting. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja petugas telekolekting dapat dicapai melalui penguatan pengetahuan terkait program JKN, peningkatan motivasi kerja, serta pemberian kompensasi yang adil dan sesuai dengan beban kerja. Dengan demikian, optimalisasi faktor-faktor internal pegawai menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas telekolekting dan mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Analisis Efektivitas Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Jambi Siska Vermina; Muhammad Firzah
Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 6 No. 1: Januari 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational Safety and Health (OHS) is a crucial aspect in supporting the smooth and successful implementation of the National Search and Rescue Agency (Basarnas), particularly in high-risk search and rescue operations. The Search and Rescue Office Class B of Jambi, as a Basarnas technical implementation unit, is required to implement an OHS system effectively to protect personnel safety and minimize the risk of workplace accidents. However, in practice, various challenges remain that could potentially impact the effectiveness of OHS implementation in the workplace. Therefore, this study aims to analyze the effectiveness of Occupational Safety and Health (OHS) implementation, identify the obstacles and barriers encountered, and formulate efforts to improve the effectiveness of OHS implementation at the Jambi Class B Search and Rescue Office. This study used a qualitative research method with a descriptive approach. The results indicate that OHS implementation at the Jambi Class B Search and Rescue Office has generally been quite effective. This is reflected in compliance with OHS Standard Operating Procedures (SOPs), the use of personal protective equipment (PPE) in operational activities, the implementation of OHS training, and the readiness of the emergency response system to support personnel safety. However, this study also identified several obstacles, including limited safety facilities and infrastructure, high operational intensity, and the need for increased consistency in OHS monitoring and evaluation. Therefore, efforts to improve the effectiveness of OHS implementation need to be undertaken through strengthening occupational safety culture, improving personnel competency and awareness, and optimizing OHS support facilities, infrastructure, and administrative systems.
PENGARUH SANKSI PAJAK DAN TINGKAT KEPERCAYAAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KPP PRATAMA JAKARTA GAMBIR TIGA Amelia Salma Nayla; Muhammad Firzah
Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 6 No. 2: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/wzqhbb17

Abstract

The phenomenon of this study is the declining level of compliance among individual taxpayers at KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga over the past few years. This decline in taxpayer compliance has negatively impacted state revenue from the tax sector. The factors considered to influence individual taxpayer compliance in this study are Tax Sanctions and Level of Trust. This study aims to analyze the effect of Tax Sanctions and Level of Trust on individual taxpayer compliance at KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga. This study used a quantitative method with simple random sampling technique. The number of respondents in this study is 100 individual taxpayers registered at KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga. Data were analyzed using the coefficient of determination test, t-test, and F-test using SPSS Version 30. The results indicate that Tax Sanctions have a positive and significant effect on individual taxpayer compliance, contributing 39,1%. Level of Trust also has a positive and significant effect on individual taxpayer compliance, with a contribution of 33,1%. Furthermore, Tax Sanctions and Level of Trust simultaneously have a positive and significant effect on individual taxpayer compliance at KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga, with a combined contribution of 62,1%. Keywords Tax Sanctions, Trust Level, Taxpayer Compliance