Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN WEDA Nurmala Jain; Dwi Handoko; Thoha Muhajir Albaar
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.640

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular di seluruh dunia. Berdasarkan hasil riset, mayoritas penduduk di wilayah Veda adalah penduduk tetap. Selain itu, kawasan Weda merupakan pusat pengembangan pemukiman perusahaan pertambangan, yang juga berdampak pada pertumbuhan penduduk dan tingginya tingkat polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah ada hubungan antara jenis kamar, jenis lantai, jenis dinding, jenis atap, anggota keluarga yang merokok, polusi udara, asap dapur, ventilasi dan ISPA. Dalam penelitian kasus-kontrol ini, 60 sampel diambil secara acak, terdiri dari 30 sampel kasus dan 30 sampel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kamar dan ISPA (p=0,192), jenis lantai dan ISPA (p=0,001), serta jenis dinding dan ISPA (p=0,015). Namun, terdapat hubungan antara jenis atap dan ISPA (p=0,001), perokok di dalam keluarga dan ISPA (p=0,005), serta polusi udara dan ISPA (p=0,011). Tidak terdapat kaitan antara asap dapur dan ISPA (p=1,000), serta ventilasi dan ISPA (p=0,067)
KARAKTERISTIK PASIEN KOINFEKSI TB-HIV DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE PERIODE 2018-2021 Nuraini Mansur; Dwi Handoko; Ismail Rahman
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i5.941

Abstract

Pasien dengan kondisi HIV memiliki hubungan secara signifikan dengam koinfeksi TB karena terdapat penurunan kekebalan tubuh dan tidak mempunyai sel CD4+, sehingga terjadinya infeksi oportunistik yang meningkatkan keparahan kondisi pasien. Tujuan Mengetahui karakteristik pasien koinfeksi TB-HIV di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie. Metode Penelitian deskriptif dengan pendekatan secara univariat melalui data rekam medik yang dijalankan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Hasil Karakteristik pasien dengan koinfeksi TB-HIV mayoritas pada kategori umur 26-45 tahun (66,7%), jenis kelamin laki-laki (71,8%), dan pekerja wiraswasta (30,8%), PNS (12,8%), honorer (2,6%), petani (5,1%), IRT (20,5%), pelajar (7,7%), polri (2,6%), BUMN (2,6%), mahasiswa (7,7%), ojek (2,6%), tidak ada (5,1%). Karakteristik jenis pemeriksaan TB pasien dengan koinfeksi TB-HIV hasil pemeriksaan radiologi (56,4%), pemeriksaan TCM (43,6%) tempat penyebaran bakteri TB lebih sedikit (7,7%), pemeriksaan antibody TB-HIV yang positif (100,0%). Kesimpulan Karakteristik pasien dengan koinfeksi TB-HIV mayoritas direntang umur 26-45 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan pekerja wiraswasta Karakteristik jenis pemeriksaan TB pasien dengan koinfeksi TB-HIV terbanyak hasilnya pemeriksaan radiologi, tempat penyebaran bakteri TB lebih sedikit, pemeriksaan antibody TB-HIV terbanyak positif.