Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Paritas dan Umur Ibu Hamil Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik di Desa Simpang Limbur Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Limbur Rosita, Uli; Rusmimpong, Rusmimpong
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 2 No. 2 (2022): NCHAT July - December period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v2i2.41

Abstract

Kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil akan meningkatkan risiko untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan umur ibu hamil dengan kejadian kekurangan energy protein (KEK) di Desa Simpang Limbur Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Limbur. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil pada bulan September di Desa Simpang Limbur Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Limbur yang berjumlah 31 orang dengan tehnik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling sehingga jumlah sampel pada penelitian sebanyak 31 orang. Analisis data menggunakan uji chi square. Variabel dianggap signifikan jika P-value ? 0.05. hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak pada kategori tidak ada KEK sebanyak 19 orang (61.3%), (93.3%), paritas < 4 kali sebanyak 21 orang (67.8%) dan umur kategori baik sebanyak 17 orang (54.8%). Hasil uji statistic menunjukkan nilai P-value < 0.05 untuk paritas dan umur ibu hamil. Simpulan penelitian adalah kejadian KEK berhubungan dengan paritas dan umur ibu hamil.
Pemberdayaan Kader dalam Mencegah Hipoglikemia pada Penderita Diabetes Mellitus dengan Pemanfaatan Aplikasi NEDTA Damayantie, Netha; Rusmimpong, Rusmimpong
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v4i01.674

Abstract

Abstrak Hipoglikemia merupakan komplikasi yang paling sering muncul. Sekitar 90% penderita diabetes yang mendapat terapi insulin pernah mengalami episode hipoglikemia. Penatalaksanaan DM dimulai dengan pola hidup sehat, diantaranya melalui edukasi. Penggunaan teknologi dalam pengobatan diabetes dapat memfasilitasi peningkatan komunikasi antar perawat dan pasien, pengumpulan data yang handal dan memperthankan kesehatan bagi pasien. Edukasi penatalaksanaan DM dengan melibatkan kader juga sangat penting bagi anggota masyarakat yang lainnya. Pendekatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pengabdian kepada masyarakat dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Metode pengabdian masyarakat terdiri dari 4 tahapan, yaitu (1) Sosialisasi/Edukasi, (2) Peningkatan kompetensi, (3) Pelaksanaan kegiatan, serta (4 ) Monitoring dan Evaluasi. Hasil pengabdian Masyarakat menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan hipoglikemia setelah menggunakan aplikasi smartphone NEDTA dari kurang (11,4%) menjadi cukup (68,6%). Kemampuan kader sudah baik (57,24%) dalam mendampingi penderita DM melakukan pencegahan hipoglikemia dengan memanfaatkan aplikasi NEDTA. Penggunaan teknologi kesehatan seluler pada pendidikan diabetic sangat penting dilaksanakan dan merupakan cara belajar yang inovatif, memiliki potensi untuk melibatkan pasien dan mempengaruhi perilaku kesehatan yang positif .Perlunya optimalisasi pemberdayaan kader melakukan dalam mendampingi penderita DM mencegah hipoglikemia melalui pemanfaatkan aplikasi mobile, melaksanakan pelatihan kader sangat membantu pencapaiaan tujuan program Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular (P2PTM)
Pemberdayaan Kader Dalam Edukasi Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Pada Lansia Dewi, Mursidah; Rusmimpong, Rusmimpong; Damayantie, Netha
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v5i1.813

Abstract

Posyandu lansia harus memiliki kader terlatih yang peduli tumbuh aktif tanggap. Inisiatif seorang kader menjadi penting dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan praktis sehubungan dengan meningkatkan peran serta masyarakat terutama Lansia. Dasar yang kuat untuk memaksimalkan peran kader sebagai perpanjangan tangan puskesmas dalam pelayanan langsung ke masyarakat khususnya lansia dengan Diabetes Mellitus adalah perlunya pemahaman yang cukup tentang penatalaksanaan , dan kontrol atau keteraturan aktivitas dan pengelolaan diet pada lansia, yang dapat berasal dari pemahaman orang lain tentang penyakit hipertensi maupun dari keluarga. Salah satu cara yang dapat digunakan sebagai perencanaan kegiatan perawatan kesehatan pada lansia adalah Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). TAK merupakan suatu bentuk psikoterapi suportif berupa aktivitas-aktivitas yang membangkitkan kemandirian secara manual, kreatif dan edukasional untuk penyesuaian diri dengan lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental lansia yang mempunyai masalah yang hampir sama. Evaluasi pengetahuan kader dalam edukasi penatalaksanaan Diabetes pada lansia melalui ketrampilan terapi aktivitas kelompok dilakukan dengan pre test dan post test. Hasil pre test kader memiliki nilai rata-rata pengetahuan 7,60 dengan hasil pretest terendah 6 dan pretest tertinggi 9. Setelah dilakukan kegiatan berupa pemberian materi dan demonstrasi TAK maka dihasilkan pengetahuan kader memiliki rata-rata 9,17. Rentang nilai terendah dan tertinggi pada saat post test juga mengalami peningkatan menjadi 8 sampai 10. Upaya pemberdayaan kader dalam berbagai aktivitas kesehatan perlu ditingkatkan dalam rangka mengembangkan dan menciptakan kader yang berkualitas, inovatif dan aktif.