Alexander Stevanus
Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KRITIS TEOLOGIS MENGENAI PEMAHAMAN KONTEKSTUALISASI PEMIMPIN GEREJA SIDANG-SIDANG JEMAAT ALLAH DI KOTA TOMOHON Alexander Stevanus
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.1

Abstract

Mengetahui pemahaman pemimpin Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) di kota Tomohon adalah sangat penting sebagai upaya membangun paradigma dan konsep berteologi, terutama teologi pentakosta GSJA, khususnya di kota Tomohon. Di Sulawesi Utara, kota Tomohon adalah pusat teologi dari GSJA yang pentakostal. Dibangun dari pengaruh teologi Barat yang diwariskan oleh misionaris Bethel Indies Mission pada tahun 1938, pemikiran teologi para pemimpin GSJA, khususnya yang dibangun dalam Sekolah Alkitab Minahasa (sekarang STT Parakletos Tomohon) bersifat eksklusif, dimana teologi hanya dipahami sebagai upaya membangun hubungan yang “vertikal” dengan Allah, sehingga dari konsep teologi tersebut GSJA membangun pondasi teologi yang terfokus pada dalam lingkup gereja dan terbangun secara liturgis. Gereja yang terbangun secara eksklusif secara tidak langsung berpengaruh terhadap cara pandang gereja tersebut terhadap “dunia” sekitarnya, yaitu bagaimana gereja memandang kemajemukkan dan perbedaan, serta budaya dalam konteks gereja tersebut hidup. Gereja seharusnya bersifat “inklusif” dan berusaha hidup di dalam konteks perbedaan agama, budaya dan masyarakat, sehingga gereja dapat menjadi “jembatan penghubung” yang menghantarkan Injil kepada manusia dalam konteksnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana dalam penelitian kualitatif bukan menekankan pada hasil, tetapi pada proses penelitian tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menekankan pada pendekatan fenomenologis dan teologis, dengan metode wawancara sebagai cara mengumpulkan data yang empiris. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, penulis menemukan bahwa bebrapa pemimpin gereja hidup dalam pemahaman teologi yang eksklusif dan memandang budaya sebagai “musuh” gereja, dan pemahaman tersebut dapat mempengaruhi pemahaman dan sikap gereja terhadap konteks. Dikarenakan pemahaman pemimpin gereja yang terbangun secara eksklusif dengan memahami teologi pentakosta secara “sempit” tersebut, maka perlu dibangun kerangka berteologi yang pentakostal-kontekstual di kalangan pemimpin GSJA, secara khusus di Tomohon, sehingga terbangun teologi yang inklusif, dimana terjadi keseimbangan konsep pelayanan praktik gereja yang horizontal dan vertikal.
Berteologi Bencana Di Tengah Pandemi Covid 19 Alexander Stevanus
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v2i2.26

Abstract

Since 2019 or more or less the last 2 years the world and specifically in Indonesia have experienced a major outbreak, namely the COVID-19 pandemic or the corona virus outbreak. It is undeniable that this epidemic has greatly affected human life in all aspects and existing realities. Not only that, the great plague that has hitherto hit has also changed the face of the world and especially the church. The church became limited in its activities and even this disaster made people who felt the impact to question God in his justice. This study aims to be able to develop a theology that can be applied by the church in the midst of the covid 19 pandemic. This research was designed using a qualitative approach, where data sources were obtained through library documents. In this study, the effort of disaster theology formulates two things that can serve as guidelines for the church in dealing with the COVID-19 pandemic, namely: 1) church free day (the re-interpreting the meaning of worship and, 2) Understanding God's theodicy in human life
Reconstruction Pastoral Ministry Concept of the Assemblies of God Church in North Sulawesi Indonesia Alexander Stevanus
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 2 (2023): Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v3i2.54

Abstract

Abstract: This study aims to determine the problems of pastoral care that occur in the Assemblies of God Church in North Sulawesi, Indonesia. Assemblies of God's efforts are reconstructing (providing a solution proposal) regarding pastoral care in an effort to develop the Assemblies of God congregation. To obtain research data, the authors used documents, both books and journals as a theoretical basis and conducted interviews with 14 church leaders as respondents/research subjects from regional organizational leaders, pastors and academics. The research was conducted using qualitative research methods by conducting interviews with 14 Assemblies of God leaders in North Sulawesi. Retrieval of research data using probability sampling with purposive sampling technique. The results showed that there were problems in Assemblies of God's pastoral care, especially with regard to pastoral care. The problem that occurs is the wrong paradigm regarding the concept of pastoral care in pastoral care caused by the old theoretical concept of pastoral care among church leaders, and the church's struggles in terms of independence. Therefore, in this study, two new theories were proposed in the form of proposed solutions, namely; 1) reconstruction of theological education (contextual pastoral care development), and 2) Striving for church independence. Keywords: reconstruction, pastoral care, church
“Rahim Perempuan Itu” Teologi Rahim Kartini Dalam Perjuangan Membangun Politik Identitas Perempuan Indonesia Alexander Stevanus
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v3i1.44

Abstract

Mengingat R. A. Kartini berarti mengingat upaya dan perjuangannya dalam menyetarakan gender, laki-laki dan perempuan. Tanpa disadari, perjuangan Kartini untuk mentransformasi kehidupan perempuan ini lahir karena pengaruh Rosa Abendanon dan Stella Zeehandelaar yang juga tanpa disadari dipengaruhi oleh feminisme yang melahirkan teologi rahim, dimana laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan karena sama-sama merupakan ciptaan Tuhan dan lahir dari rahim yang penuh kasih saying. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendapatkan data dari dokumen-dokumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pembuktian dan kajian bahwa Kartini dipengaruhi oleh teologi rahim dalam upayanya membangun politik identitas perempuan di Indonesia. Hasil penelitian ini adalah bahwa Kartini dipengaruhi oleh pemahaman teologi rahim dalam perjuangannya membangun politik identitas perempuan di Indonesia