Andrian
STTGKE

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PETAKA DI AWAL TUAIAN: (Dampak Perang Banjar Tahun 1859-1866 Terhadap Pelayanan Rheinische Missionsgesellschaft) Andrian
Jurnal Teologi Pambelum Vol 1 No 1 (2021): Gereja dan Masyarakat meresponi Pandemi covid 19
Publisher : Unit Penerbitan Informasi dan Teknologi Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59002/jtp.v1i1.6

Abstract

Pada Hari Pekabaran Injil GKE sering disinggung tentang peristiwa pembunuhan Misionaris Rheinische Missionsgesellschaft (RMG) di Tanggohan dan Penda Alai pada tanggal 7 dan 9 Mei 1859. Pembunuhan tersebut merupakan dampak buruk dari Perang Banjar terhadap pelayanan RMG. Tidak ada penjelasan secara terperinci mengenai peristiwa tersebut. Hermann Witschi dan Fridolin Ukur berpendapat bahwa pembunuhan tersebut terjadi karena para pasukan Perang Banjar tidak dapat membedakan antara orang-orang Belanda selaku penjajah dan para Misionaris RMG selaku Pemberita Injil atau dengan kata lain terjadi penyamarataan orang-orang Eropa, sehingga pembunuhan tersebut bukan suatu kesengajaan. Dengan studi kepustkaan, tulisan ini bertujuan untuk meneliti lebih dalam motif-motif lain mengapa terjadi pembunuhan terhadap misionaris RMG. Hasil penelitian menunjukan beberapa peristiwa sejarah Perang Banjar memiliki indikasi bahwa pembunuhan tersebut memiliki motif-motif islami yang berupaya menghambat Pekabaran Injil di Kalimantan. Perang Banjar menjadi sejarah heroik melawan penjajah, tetapi juga menjadi catatan kelam bagi sejarah Kekristenan di Kalimantan. Catatan kelam yang akhirnya tetap membawa terang yang lebih cerah baik bagi gereja di Kalimatan maupun di luar Kalimantan.