ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI sejak umur 0-6 bulan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan (MP-ASI) yang sesuai. Namun terkadang ibu sudah memberikan MP-ASI pada bayinya sebelum berusia 6 bulan. Berdasarkan studi awal di wilayah kerja Puskesmas Penanggalan terdapat 230 bayi usia 6-12 bulan, dimana 83 bayi mendapatkan ASI eksklusif dan 147 bayi diberikan ASI non eksklusif. Rendahnya pencapaian ASI eksklusif disebabkan para ibu menganggap bayi yang diberi MP-ASI akan lebih sehat karena berat badan yang lebih gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan kenaikan berat badan bayi usia 6-12 bulan yang diberikan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan Retrospektif. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berusia 6-12 bulan yang diberikan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif, dengan menggunakan rumus Slovin maka ditetapkan 70 bayi yang diberikan ASI eksklusif dan 70 bayi yang diberikan ASI non eksklusif. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 April s/d 22 Mei 2023. Analisa data menggunakan Uji T Independent. Berat badan bayi 6-12 bulan yang diberi ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam mengalami peningkatan sebanyak 46 bayi (65,7%), sedangkan berat badan bayi yang diberi ASI non eksklusif tidak mengalami kenaikan berat badan sebanyak 38 bayi (54,3%). Ada perbedaan kenaikan berat badan bayi 6-12 bulan yang diberi ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam dengan nilai p-value = 0,017 (p < 0,05).