Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencitraan Teks Berita Pemilu 2024 pada Media Daring: Kajian Teun A. van Dijk Sukmawati Sukmawati; Jufri; Usman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2395

Abstract

Pencitraan dalam Teks Berita Pemilu 2024 pada Media Daring: Kajian Teun A. van Dijk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualittatif. Penelitian ini membahas tentang pencitraan pada aspek struktur super pada teks berita Pemilu 2024 yang ditampilkan pada media daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur super dalam teks berita Pemilu 2024. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Teun A. van Dijk. Data dalam penelitian ini adalah tuisan yakni kosakata, klausa, dan kalimat yang memuat pencitraan dalam teks berita Pemilu 2024. Sumber data dalam penelitian ini yakni media daring detik dan kompas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokuentasi, baca, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan identifikasi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan struktur super yeng terdiri atas bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir ditemukan penggunaan kalimat aktif, kluasa, frasa, dan kosakata.
CRITICAL DISCOURSE IN THE FOLKTALE 'MALIN KUNDANG': AN ANALYSIS OF MYTHOLOGY AND POWER IN MINANGKABAU CULTURE St Syahriati; Jufri
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 10 No. 2 (2025): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical Discourse in the Malin Kundang Folktale: An Analysis of Mythology and Power in Minangkabau Culture. This study aims to analyze power relations, the naturalization of values, and the construction of mythology in the Malin Kundang folktale. The study uses a qualitative approach with a Critical Discourse Analysis design that combines the perspectives of power–discourse and mythological theory. The data in the form of story texts are analyzed through stages of reduction, categorization, and interpretation of narratives that represent mother–child relations and symbols of punishment. The results of the study indicate that disobedience is constructed gradually through changes in social status and identity conflicts; the mother's authority is legitimized as the moral center of the family; and the transformation into stone functions as a mythologization mechanism that naturalizes the norm of obedience. The conclusion of the study confirms that folktales act as discursive practices that reproduce power relations and shape moral subjects in Minangkabau culture.