Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tingkat Kemandirian Aktivitas Lansia Tua Pria di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Bagus Prabudi; Sapta Dewanti
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34008/jurhesti.v7i2.292

Abstract

Elderly is a phase of decreased intellectual and physical abilities, which begins with several changes in life, a period when the organism has reached maturity in size and function and has also shown decline over time. Independence is freedom to act, not dependent to other people, not affected by other people and free to regulate oneself or one's activities both individually and in groups from various health or disease. Independent is also said to care for oneself and can carry out activities of daily life (AKS). ACC is divided into 2, namely: standard ACC and instrumental ACC. Standard AKS includes self-care skills such as eating, dressing, defecating/urinating, and bathing. Meanwhile, instrumental AKS includes complex activities such as cooking, washing, using the telephone, and using money. The purpose of this study was to determine the level of activity independence of the elderly at UPT. Binjai Elderly Social Service. Which includes activities of daily life in the elderly, the method used is a type of "descriptive qualitative" which describes the actual situation with a sample of 31 people by means of sampling "total sampling", namely determining the sample by taking the entire population. The results of this observation indicate that the majority of elderly who are independent are (61.01%), and dependent elderly are as much as (38.98%).
Hubungan Perilaku Perawat Dengan Pelaksanaan Pengkajian Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap RSU Bangkatan Kota Binjai Dewanti, Sapta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7731

Abstract

Perilaku perawat adalah perilaku terapeutik yang melibatkan semua unsur, yang harus dilandasi oleh aspek moral seperti Beneficience, Adil dan Fidelity. Perilaku merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses asuhan keperawatan, dalam melaksanakan pengkajian risiko jatuh sangat dibutuhkan sikap dan tanggung jawab yang profesional bagi seorang perawat. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif yang berlandasan pada positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Penelitian ini dilakukan di RSU Bangkatan Binjai. Populasi penelitian sebanyak 50 orang, prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% (0,05%), total sampel yang didapat sebanyak 44 orang. Analisis data yang dilakuakan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji analisis korelasi chi-square dan fhiser’s exact. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan perilaku perawat baik yang melakukan pengkajian risiko jatuh dengan baik sebanyak 29 responden (90,6%), sedangkan yang melalukan pengkajian risiko jatuh dengan cukup sebanyak 3 responden (9,4%) dengan total 32 responden. Nilai p value 0,000, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan perilaku perawat dengan pelaksanaan pengkajian risiko jatuh di ruang rawat inap RSU Bangkatan Binjai.Disarankan kepada managemen rumah sakit untuk meningkatkan kedisiplinan dan memperhatikan sikap dan perilaku perawat agar meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit
Hubungan Perilaku Perawat Dengan Pelaksanaan Pengkajian Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap RSU Bangkatan Kota Binjai Dewanti, Sapta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7731

Abstract

Perilaku perawat adalah perilaku terapeutik yang melibatkan semua unsur, yang harus dilandasi oleh aspek moral seperti Beneficience, Adil dan Fidelity. Perilaku merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses asuhan keperawatan, dalam melaksanakan pengkajian risiko jatuh sangat dibutuhkan sikap dan tanggung jawab yang profesional bagi seorang perawat. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif yang berlandasan pada positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Penelitian ini dilakukan di RSU Bangkatan Binjai. Populasi penelitian sebanyak 50 orang, prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% (0,05%), total sampel yang didapat sebanyak 44 orang. Analisis data yang dilakuakan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji analisis korelasi chi-square dan fhiser’s exact. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan perilaku perawat baik yang melakukan pengkajian risiko jatuh dengan baik sebanyak 29 responden (90,6%), sedangkan yang melalukan pengkajian risiko jatuh dengan cukup sebanyak 3 responden (9,4%) dengan total 32 responden. Nilai p value 0,000, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan perilaku perawat dengan pelaksanaan pengkajian risiko jatuh di ruang rawat inap RSU Bangkatan Binjai.Disarankan kepada managemen rumah sakit untuk meningkatkan kedisiplinan dan memperhatikan sikap dan perilaku perawat agar meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN TULANG PADA LANSIA DI PUSKESMAS DATARAN TINGGI Sapta Dewanti; Adi Wijaya; Tirsa Asyifa Ramadhani
Pengabdian Deli Sumatera Vol 2 No 2 (2023): Artikel Riset Pengabdian vol. 2 no. 2 Juli 2023
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia atau yang lebih kita kenal sebagai lanjut usia adalah suatu proses kejadian penuaan yang pasti dialami oleh individu dan ditandai dengan penurunan fungsi organ pada tubuh seperti otak, hati, ginjal, jantung maupun peningkatan kehilangan jaringan aktif pada tubuh berupa otot tubuh. Hal tersebut terjadi karena adanya pengurangan jumlah dan kemampuan sel tubuh sehingga kemampuan jaringan tubuh tersebut untuk mempertahankan fungsi secara normal menjadi tidak ada, akhirnya tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang dialami (Fatmah, 2010). Penyebab osteoporosis dipengaruhi oleh berbagai faktor dan pada individu bersifat multifaktoral seperti gaya hidup tidak sehat, kurang gerak, tidak berolahraga serta pengetahuan mencegah osteoporosis yang kurang akibat kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari mulai anak-anak sampai dewasa, serta kurangnya asupan kalsium. Maka kepadatan tulang menjadi rendah sampai terjadinya osteoporosis. Kegiatan diikuti peserta 50 orang. Peserta berjenis kelamin perempuan usia tertua 63 tahun. Hasil pemeriksaan kepadatan tulang dengan cara melihat T-Score yang didapat. Hasil pengukuran kepadatan tulang berdasarkan usia, diketahui bahwa (44,35%) peserta mengalami kecenderungan osteoporosis yakni dengan hasil T-Score yang didapat ≥ -2,5, (55,64%) peserta mendapatkan T-Score < -2,5. Kesimpulan Penyuluhan dan pemeriksaan kepadatan tulang merupakan penapisan awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari seseorang yang apabila terjadi komplikasi dapat menurunkan kualitas hidup. Dari kegiatan ini, peserta akan mendapat informasi yang berharga dalam rangka mengatur pola hidup dan pola makan yang baik sehingga dapat mempertahankan nilai kepadatan tulang dalam batas normal. Kegiatan ini diikuti 50 peserta, 44,35% peserta kemungkinan mengalami gejala osteoporosis. Keywords: Lansia, Pemeriksaan, Kesehatan Tulang
Hubungan Perilaku Perawat Dengan Pelaksanaan Pengkajian Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap RSU Bangkatan Kota Binjai Sapta Dewanti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7731

Abstract

Perilaku perawat adalah perilaku terapeutik yang melibatkan semua unsur, yang harus dilandasi oleh aspek moral seperti Beneficience, Adil dan Fidelity. Perilaku merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses asuhan keperawatan, dalam melaksanakan pengkajian risiko jatuh sangat dibutuhkan sikap dan tanggung jawab yang profesional bagi seorang perawat. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif yang berlandasan pada positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Penelitian ini dilakukan di RSU Bangkatan Binjai. Populasi penelitian sebanyak 50 orang, prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% (0,05%), total sampel yang didapat sebanyak 44 orang. Analisis data yang dilakuakan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji analisis korelasi chi-square dan fhiser’s exact. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan perilaku perawat baik yang melakukan pengkajian risiko jatuh dengan baik sebanyak 29 responden (90,6%), sedangkan yang melalukan pengkajian risiko jatuh dengan cukup sebanyak 3 responden (9,4%) dengan total 32 responden. Nilai p value 0,000, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan perilaku perawat dengan pelaksanaan pengkajian risiko jatuh di ruang rawat inap RSU Bangkatan Binjai.Disarankan kepada managemen rumah sakit untuk meningkatkan kedisiplinan dan memperhatikan sikap dan perilaku perawat agar meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit