Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Padat Kain Perca Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Dan Peluang Berwirausaha Melalui E-Commerce Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kampung Lalang Meutia Nanda; Nurul Azmi; Tasya Amalia; Aina Azzahra; Tri Utami; Nurhasanah Nurhasanah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2557

Abstract

Limbah kain perca merupakan sampah anorganik yang menantang iklim untuk terurai. Limbah kain perca ini seringkali menjadi masalah, banyak usaha konveksi yang hanya membiarkan limbah kain perca dikumpulkan, lalu dikonsumsi sehingga menyebabkan pencemaran udara. Karena menimbulkan asap dan gas yang buruk bagi kesehatan. Selanjutnya, penting untuk menggunakan kembali limbah jalinan menjadi bahan yang memiliki daya tarik dan nilai gaya. Teknik pelaksanaan tindakan pemeriksaan ini diawali dengan kunjungan lapangan terkait keadaan dan masalah kepatuhan, pelaksanaan program diawali dengan pemaparan tentang pentingnya pemanfaatan limbah jalinan. Ada juga aksi pengabdian yang ditujukan untuk memahami dan benar-benar fokus pada penghuni Kampung Lalang tentang keberadaan sampah anorganik yang dekat dengan iklim, khususnya terjalin dan mempersiapkan ibu-ibu untuk imajinatif dalam menangani sampah yang terjalin menjadi benda yang memiliki energi jual sehingga mereka bisa. membantu perekonomian keluarga. Prihal ini bisa jadi pedoman untuk warga yang mau melaksanakan kreativitas pemanfaatan kain perca jadi suatu produk pas guna yang bisa diperjual belikan. Pemecahan yang lumayan baik untuk mengganti limbah jadi benda yang bisa menciptakan keuntungan. Nilai jual terhadap perca kain dengan memakai bahan- bahan yang gampang didapatkan dan sistem pemasaran yang gampang dicoba dengan kemajuan teknologi serta digital E- commerce.
Implementasi Layanan Informasi dalam Mengembangkan Minat Bakat pada Peserta Didik di Sekolah SMA N 3 Kuta Cane Atasya Tara Aneldi; Farhan Azmi; Mawaddah Harahap; Miswati; Tasya Amalia; Fauziah Nasution
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 1 No. 6 (2025): Edisi April
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/JCA.V1I6.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui langkah yang diambil, dampak yang dirasakan siswa dan kendala dalam mengimplementasikan layanan informasi untuk siswa untuk mendorong pengembangan minat dan potensi siswa, Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi, yang terdiri dari seminar, workshop, konseling individu, dan penyediaan materi informasi, memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran diri, partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan perubahan sikap terhadap pendidikan. Terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya dan terdapat siswa yang belum berpartisipasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sumber daya, sosialisasi, pengembangan program dan pelibatan aktif orang tua.
UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA SISWA SMAN 7 MEDAN Tasya Amalia; Syaiful Akhyar Lubis; Nurussakinah Daulay
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6381

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial meningkatkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu kecemasan seseorang ketika merasa tertinggal dari aktivitas atau informasi sosial. Siswa SMA merupakan kelompok yang paling rentan mengalami FOMO karena interaksi digital yang intens, kebutuhan pengakuan sosial, dan tekanan perbandingan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi perilaku FOMO pada siswa SMAN 7 Medan serta menganalisis penerapan layanan konseling yang digunakan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK melakukan upaya preventif, kuratif, dan developmental melalui layanan orientasi, layanan informasi, konseling individu, konseling kelompok, konsultasi, dan mediasi. Guru BK juga menerapkan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk membantu siswa mengelola pikiran irasional terkait FOMO. Hambatan yang dihadapi berupa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, pengaruh teman sebaya, dan rendahnya kontrol diri siswa. Secara keseluruhan, guru BK berperan penting sebagai fasilitator, konselor, mediator, dan pengarah dalam membantu siswa mengendalikan perilaku FOMO dan mengembangkan literasi digital yang sehat.