Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN GAME ONLINE YANG BERLEBIHAN DI SMP GELORA DEPOK Ade Dwi Indrawan; Ahmad Jamalludin; Akhmad Murtado; Bagas Ariohadi Hutomo; Erlangga Firmansyah; Imam Subakir; Muhammad Kiki; Muhammad Rizki; Satrio Dinda Krisna Murti; Riyan Pratama
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi dan modernisasi tumbuh sangat cepat. Berbagai produk teknologi seperti smartphone di setiap waktunya terus mengeluarkan inovasi terbaru untuk menunjang keefisienan dalam melakukan aktivitas seharihari. Smartphone merupakan bukti nyata bahwa perkembangan teknologi tumbuh dengan cepat. Melalui aplikasi media sosial yang berada di dalam smartphone atau teknologi yang lainnya, memudahkan penggunannya untuk mencari informasi, berinteraksi, bisnis dan lain sebagainya. Dalam kesimpulannya, penggunaan media sosial dan game online yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan dan keseimbangan hidup individu. Penting bagi individu untuk menyadari konsekuensi negatif yang mungkin terjadi dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga penggunaan yang sehat dan terkendali. Oleh karena itu media digital sangatlah penting, dengan demikian kami bermaksud untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial dan game online yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan dan keseimbangan hidup individu kepada anak-anak SMP Gelora. Berdiri sejak tahun 1984, SMP Gelora merupakan unit sekolah pertama yang dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Ghama d’leader school. SMP Gelora mengutamakan nilai kedisiplinan dalam proses pembentukan karakter siswasiswinya, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa, sehingga mereka dapat meng-eksplor ilmu yang diterima secara lebih mendalam. Selain pendidikan kognitif, SMP Gelora juga menanamkan nilai sosial, dan spiritual kepada siswa-siswinya, sehingga diharapkan tercipta generasi muda yang cerdas, berjiwa sosial dan religius sebagai penerus bangsa dimasa depan.
Komparasi Decision-Tree dan Naïve Bayes untuk Deteksi Hama dan Penyakit Tanaman Anggur Akhmad Murtado; Kahfi Heryandi Suradiradja
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12347

Abstract

Kebun Ruang Edukasi Literasi (REL) Rawa Buntu menghadapi kendala dalam mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman anggur karena proses deteksi yang masih dilakukan secara manual berdasarkan pengalaman subjektif. Hal ini memicu risiko ketidakakuratan diagnosis yang berdampak pada kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi deteksi hama dan penyakit tanaman anggur dengan model terbaik dari hasil komparasi antara algoritme Decision Tree dan algoritme Naïve Bayes. Tahapan pada metodelogi penelitian ini meliputi pengumpulan data, pra-proses, pemodelan, evaluasi dan penerapan model. Dataset dari pengumpulan data diambil dari data histori pencatatan terhadap tanaman anggur di Kebun Ruang Edukasi Literasi Rawabuntu. Pemodelan dilakukan menggunakan tool RapidMiner dan evaluasi pengujian model menggunakan confusion matrix. Hasilnya menunjukkan bahwa algoritme Decision Tree menghasilkan performa terbaik dengan tingkat akurasi mencapai 94,12%. Tahap implementasi model dilakukan dengan menerapkan hasil aturan keputusan (rule IF-THEN) yang diekstraksi dari model algoritme Decision Tree pada sebuah aplikasi berbasis web untuk mendeteksi hama dan penyakit pada tanaman anggur di Kebun Ruang Edukasi Literasi Rawabuntu sehingga dapat membantu pengelola kebun dalam mendiagnosis gangguan tanaman anggur secara cepat, tepat, dan akurat. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah jumlah dataset yang digunakan lebih banyak dan bervariasi lagi untuk kondisi gejala penyakit anggur sebagai input dari pemodelan.