Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR MAHASISWA BERDASARKAN SISTEM METAKOGNIF PADA TAKSONOMI MARZANO Komang Hari Santhi Dewi; I Putu Gede Abdi Sudiatmika; Albert Fernando; Yogi Arya Bawana Putra Raspati; A.A. Raka Jayaningsi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.17730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus. Penelitian ini termasuk dalam penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Sistem Komputer dan Prodi Teknologi Informasi ITB STIKOM Bali yang mengikuti mata kuliah kalkulus pada semester genap 2022/2023. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes diagnostic berupa tes hasil belajar kalkulus dan kuesioner kesulitan belajar terhadap 31 mahasiswa. Kesulitan belajar dilihat dari sistem metakognitif pada Takzonmi Marzano yang teridiri dari level specifying goals process monitoring, monitoring clarity dan monitoring accuracy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada level specifying goals (penetuan berbagai tujuan belajar) diketahui bahwa mahasiswa memiliki kesulitan dalam menentukan tujuan belajar adalah sebesar 51,61%. (2) Pada level process monitoring menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesulitan belajar sebesar 64,52%. (3) Pada level monitoring clarity menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesulitan belajar sebesar 51,61%. (4) Pada level Monitoring Accuracy menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesulitan belajar sebesar 48,39%.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS MELALUI INSTRUMEN TES TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) I Nyoman Bagus Pramartha; Komang Hari Santhi Dewi; Ida Ayu Lalita Rathintara; I Gede Astapa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.18135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa berdasarkan disposisi matematis dalam menyelesaikan instrumen tes tipe Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata kuliah matematika diskrit. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 38 mahasiswa. Kemampuan berpikir kritis ditentukan dengan menggunakan empat indikator, yaitu: menganalisis masalah, menyimpulkan dan memberikan penjelasan, mengevaluasi, dan memilih strategi penyelesaian masalah. Teknik pengumpulan data penelitian dalam penelitian ini menggunakan penilaian unjuk kerja berdasarkan tipe Higher Order Thinking Skills, kuesioner disposisi matematis dan wawancara. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: mahasiswa dengan disposisi matematis negatif yaitu sebesar 5,26%, mahasiswa yang diklasifikasikan sebagai disposisi matematis positif rendah adalah 28,95%, mahasiswa dengan disposisi matematis positif sedang adalah 47,37% dan mahasiswa dengan disposisi matematis positif tinggi adalah 18,42%. Mahasiswa dengan disposisi matematis positif sedang memiliki kemampuan yang cukup dalam mengevaluasi dan memilih strategi serta kemampuan yang baik dalam menganalisis masalah dan memberikan penjelasan; mahasiswa dengan disposisi matematis positif tinggi memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menganalisis masalah dan kemampuan yang baik dalam memberikan penjelasan, mengevaluasi, dan memilih strategi dan terdapat kecenderungan peningkatan pencapaian pada indikator kemampuan berpikir kritis berdasarkan disposisi matematis.
Pengaruh Kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Terhadap Keterampilan Guru SMK Dalam Merancang Perangkat Pembelajaran Berbasis Digital Komang Hari Santhi Dewi; I Putu Gede Abdi Sudiatmika; , Rifky Lana Rahardian; I Made Pradipta
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5249

Abstract

Integrating technology in learning with pedagogical and content mastery will achieve quality learning, known as a frameworkTechnological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Therefore, this research aims to determine the influence of competence TPACK on the skills of vocational school teachers in designing digital-based learning tools. This type of research is quantitative descriptive with a correlational model. Sampling used purposive random sampling, namely vocational school teachers in South Kuta District with a total of 49 people. Data collection techniques use questionnaire instruments and assessment rubrics for digital learning tools. Testing the quality of the instrument was carried out by analyzing the validity, and reliability of the instrument, and media expert testing. The analysis technique uses simple linear regression. The research results show that there is a positive and significant relationship between competencies TPACK and vocational school teachers' skills in designing digital-based learning tools with a correlation coefficient of 0.323 and a significance value of 0.00. Competency contribution TPACK of vocational school teachers' skills in designing digital-based learning devices is 89.50%.
Improving Elementary Students' Understanding of LCM and GCF Through a Traditional Dakon Game I Nyoman Bagus Pramartha Pramartha; Komang Hari Santhi Dewi
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 7 No. 2 (2025): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v7i2.80

Abstract

Low student ability in determining the Least Common Multiple (LCM) and Greatest Common Factor (GCF) of a number is caused by a lack of student motivation in learning. Nowadays, a learning innovation based on local wisdom is highly needed, one that is not only fun but also educates students according to their needs in the academic field. One local wisdom that can be developed is the Dakon/Congklak game. This research was also conducted to assess the validity, practicality, and effectiveness of traditional Dakon game-based media based on assessments from design experts, media experts, and learning practitioners. The research sample consisted of 40 fourth-grade students with LCM and GCF material. The method used was R&D (Research and Development) with a 4-D development model, namely define, design, development, and disseminate. The methods used to collect data in this research were questionnaires and interviews so that the data obtained would be more accurate and the resulting media would be more useful for users in the future. The results of the learning design expert review showed that the LCM and GCF learning media was categorized as very feasible (94%), the results of the learning media expert review showed that the LCM and GCF learning media was categorized as feasible (82%), the results of individual trials of the LCM and GCF learning media were categorized as very practical (92%), the results of small group trials of the LCM and GCF learning media were categorized as very practical (93%), and the results of field trials of the LCM and GCF learning media were categorized as very practical (97%). Meanwhile, the effectiveness of the development of the developed LCM and GCF learning media effectively improved LCM and GCF learning outcomes based on the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test analysis which indicated that the median pre-test rank (Mdn = 5.00) was significantly different from the median post-test rank (Mdn = 9.00), Z = 5.540, p = 0.000. This means that it is known that Sig. 0.000 < 0.05 so there is a significant difference between the pre-test and post-test. Keywords: mathematics, LCM, GCF, dakon, traditional games.