Kemampuan membaca merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang siswa. Kemampuan membaca sering sekali mengalami Kesulitan diantaranya mengalami kondisi siswa tidak lancar dalam membaca, kesulitan dalam mengenal huruf abjad, mengeja, dan memahami isi bacaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang berarti data deskriptif dikumpulkan secara lisan dan tulisan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah direduksi atau dirangkum kemudian disusun secara teratur dan terperinci dalam beberapa bagian sesuai dengan masalahnya. Terdapat kesulitan membaca permulaan siswa kelas dua di SDN 02 Benteng yaitu belum mengenal huruf dan suku kata secara keseluruhan, belum bisa membedakan huruf yang terlihat sama, atau yang terdengar sama seperti "b" dan "d", "p" dan "f". Dengan adanya faktor intelektual, faktor lingkungan, serta faktor motivasi dari orang terdekat. Cara mengatasi hal tersebut guru berupaya seperti meberikan motivasi, menyediakan fasilitas, memperkuat pemahaman suku kata, membuat permainan untuk memotivasi siswa, serta memberikan pelatihan membaca setiap hari.Hasil menunjukkan bahwa siswa di kelas dua SDN 02 Benteng menghadapi beberapa kendala dan faktor dalam membaca awal. Salah satunya adalah mereka belum mengenal huruf dan suku kata secara keseluruhan dan tidak dapat membedakan huruf seperti "b", "d", "p", dan "f". Menonton televisi dan penggunaan ponsel, kurangnya motivasi keluarga, kurangnya minat siswa dalam pendidikan, dan lingkungan sekolah yang tidak mendukung adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi siswa. Untuk mengatasi masalah ini, guru harus mendorong dan mendukung siswa mereka sepenuhnya memberi mereka buku atau buku bacaan dengan kartu huruf atau suku kata meningkatkan pemahaman mereka tentang huruf dan suku kata dan membuat permainan yang mendorong mereka untuk belajar.