Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REFORMASI SISTEM ADMINISTRASI PAJAK DAN KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK Arrofa Alifia Salma
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.9043

Abstract

Pemerintah dapat meningkatkan kepatuhan pajak dengan memodernisasi sistem perpajakan. Pertanyaannya, apakah modernisasi ini benar-benar dapat membuat wajib pajak akan lebih meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan bagaimana memodernisasi administrasi perpajakan memiliki dampak. Perspektif dari penelitian ini untuk mengevaluasi masalah kepatuhan wajib pajak dari sudut pandang wajib pajak. Meskipun tidak terlihat dampak teknologi informasi dan fasilitas pelayanan moral atas kepatuhan wajib pajak. Artinya, meskipun sistem administrasi perpajakan memengaruhi ketaatan wajib pajak, belum dapat dipastikan bahwa teknologi informasi atau layanan yang terkait dengan kode etik dapat meningkatkan ketaatan wajib pajak.
Analisa Sistem dan Prosedur Penggajian di Desa Ciderum Arrofa Alifia Salma; Didi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.20894

Abstract

Laporan ini membahas tentang penggunaan sistem informasi akuntansi dan prosedur penggajian di Desa Ciderum, dengan fokus pada penggunaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Di tengah perkembangan era Revolusi Industri 4.0, penggunaan teknologi informasi seperti Sistem Informasi Akuntansi (SIA) menjadi semakin penting untuk membantu meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, serta efektivitas dalam mengelola keuangan desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau penerapan sistem dan prosedur penggajian di Desa Ciderum serta menemukan hambatan yang terjadi selama proses tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Ciderum sudah menerapkan SISKEUDES untuk mengelola proses penggajian, meskipun masih ada beberapa kendala seperti gangguan teknis pada sistem dan koneksi internet yang tidak stabil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan beberapa upaya, seperti mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan meningkatkan infrastruktur jaringan internet.
Analisa Prosedur Penilaian Materialitas dalam Audit Menurut Isa 320 Fitria Novianti; Arrofa Alifia Salma; Safinatun Nazah; Yusti Sopiana Halizahra; Maritza Ardiansyah Putri; Haikal Davis Firdaus; Didi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.21990

Abstract

Materialitas adalah konsep kunci dalam pelaksanaan audit yang mempengaruhi ruang lingkup prosedur audit, penetapan risiko, dan evaluasi kesalahan yang ditemukan. ISA 320 "Materiality in Planning and Performing an Audit" memberikan pedoman bagi auditor untuk menetapkan materialitas keseluruhan (overall materiality), performance materiality, dan materialitas untuk unsur tertentu serta menuntut peninjauan kembali jika informasi baru muncul selama audit. Artikel ini menganalisis prosedur penilaian materialitas menurut ISA 320, menelaah langkah-langkah praktis yang direkomendasikan standar, implikasi penetapan benchmark (mis. pendapatan, laba sebelum pajak, total aset), perlakuan faktor kualitatif, serta mekanisme revisi dan dokumentasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif-doktrinal (analisis isi standard dan pedoman praktik), dikombinasikan tinjauan literatur empiris tentang pengaruh penetapan materialitas terhadap upaya audit. Hasil menunjukkan bahwa penerapan ISA 320 menuntut profesional judgment yang sistematis, penggunaan benchmark kuantitatif dan pertimbangan kualitatif, serta dokumentasi yang jelas atas rasionalitas angka materialitas dan perubahan selama audit. Temuan juga menegaskan hubungan terbalik antara materialitas dan risiko audit serta pentingnya performance materiality untuk menahan agregasi salah saji. Rekomendasi praktis diberikan untuk auditor: (1) gunakan kombinasi benchmark, (2) catat faktor kualitatif secara eksplisit, (3) revisi materialitas jika informasi baru muncul, dan (4) komunikasikan ukuran materialitas ke tim audit guna konsistensi implementasi.
Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sanksi Perpajakan dan Layanan Samsat Keliling Terhadap Minat Membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Sukabumi Arrofa Alifia Salma; Farizka Susandra; Yoyok Priyo Hutomo
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12961

Abstract

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang memiliki potensi besar bagi Kabupaten Sukabumi, namun angka tunggakan pembayaran pajak masih tergolong tinggi yaitu berkisar 28–30% per tahun meskipun jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di Kantor SAMSAT Kabupaten Sukabumi I Cibadak terus meningkat setiap tahunnya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, dan layanan SAMSAT keliling terhadap minat membayar pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sukabumi baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada 400 responden wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar di Kantor SAMSAT Kabupaten Sukabumi I Cibadak, dipilih melalui teknik simple random sampling, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, dan layanan SAMSAT keliling masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat membayar pajak kendaraan bermotor secara parsial maupun simultan, yang berarti semakin tinggi kesadaran wajib pajak, semakin tegas penerapan sanksi, dan semakin mudah akses layanan pembayaran, maka semakin besar pula minat wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak SAMSAT terus meningkatkan sosialisasi perpajakan, menegakkan sanksi secara konsisten, dan memperluas jangkauan layanan SAMSAT keliling guna mendorong kepatuhan wajib pajak secara berkelanjutan. Kata kunci: Kesadaran Wajib Pajak, Sanksi Perpajakan, Layanan SAMSAT Keliling, Minat Membayar Pajak Kendaraan Bermotor