p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Dellia Eka Agustiana
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.9643

Abstract

Guru harus mengatur semua kegiatan di kelas untuk memberikan instruksi yang fleksibel karena mengajar adalah seni. Penting untuk melibatkan anak-anak dalam pembelajaran mereka selain menghindari instruksi berulang. Instruktur sekolah dasar mendapatkan pelatihan untuk mengajar IPA menggunakan teknik unik mereka sendiri, melatih atau mencontohkan setiap tindakan di kelas, atas permintaan siswa pendidikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa baik mahasiswa PGSD dapat menggunakan pendekatan keterampilan proses saat simulasi digunakan dalam pembelajaran kelas IPA. Evaluasi dan simulasi RPP sebelum kelas menjadi pokok bahasan penelitian ini, yang menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dan sumber data. Penilaian dan perbandingan rencana pelaksanaan penelitian yang mereka buat dengan hasil simulasi mereka berfungsi sebagai langkah awal dalam teknologi pengumpulan informasi. Bahan SD kelas energi IV digunakan. Hasil evaluasi RPP menunjukkan 70% kriteria baik dan 30% cukup dengan skor rata-rata 80,40. Dari hasil simulasi diketahui bahwa 39% menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam menerapkan RPP saat pembelajaran sangat baik, 31% mendapat nilai dalam kategori baik, 23% dalam kategori cukup, namun masih ada 8% siswa yang mengelola simulasi kelas dengan buruk, menghasilkan skor rata-rata 80 hingga 71. Guru harus mengatur semua kegiatan di kelas untuk memberikan instruksi yang fleksibel karena mengajar adalah seni. Penting untuk melibatkan anak-anak dalam pembelajaran mereka selain menghindari instruksi berulang. Instruktur sekolah dasar mendapatkan pelatihan untuk mengajar IPA menggunakan teknik unik mereka sendiri, melatih atau mencontohkan setiap tindakan di kelas, atas permintaan siswa pendidikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa baik mahasiswa PGSD dapat menggunakan pendekatan keterampilan proses saat simulasi digunakan dalam pembelajaran kelas IPA. Evaluasi dan simulasi RPP sebelum kelas menjadi pokok bahasan penelitian ini, yang menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dan sumber data. Penilaian dan perbandingan rencana pelaksanaan penelitian yang mereka buat dengan hasil simulasi mereka berfungsi sebagai langkah awal dalam teknologi pengumpulan informasi. Bahan SD kelas energi IV digunakan. Hasil evaluasi RPP menunjukkan 70% kriteria baik dan 30% cukup dengan skor rata-rata 80,40. Dari hasil simulasi diketahui bahwa 39% menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam menerapkan RPP saat pembelajaran sangat baik, 31% mendapat nilai dalam kategori baik, 23% dalam kategori cukup, namun masih ada 8% siswa yang mengelola simulasi kelas dengan buruk, menghasilkan skor rata-rata 80 hingga 71.
Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar Negeri Perwira Bogor Dellia Eka Agustiana; Rasmitadila; Hanrezi Dhania Hasnin
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.24229

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut adanya penyesuaian pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap implementasi kurikulum pendidikan inklusif di Sekolah Dasar Negeri Perwira Bogor. Penelitian ini menggunakan simple research design. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru kelas II, V, VI. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pendidikan inklusif yang tercermin dalam penerapan kebersamaan, kesetaraan peserta didik, serta penyesuaian tujuan dan modifikasi kurikulum secara sederhana sesuai kemampuan peserta didik. Meskipun pembelajaran inklusif telah dilaksanakan secara adaptif, modifikasi kurikulum belum terdokumentasi secara formal dan masih memerlukan penguatan kompetensi guru serta dukungan sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman guru dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah dasar.