Putri Feros Wahyuning
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CREATIVE PLACEMAKING DENGAN PERSPEKTIF KEARIFAN LOKAL PADA PERANCANGAN PUSAT SENI DAN BUDAYA DI JIMBARAN, BALI Mohammad Ischak; Putri Feros Wahyuning
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 20 No. 2 (2022): RUANG PUBLIK, ELEMEN BANGUNAN DAN KONTEKSTUAL
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v20i2.14326

Abstract

Dalam menghindari krisis identitas budaya Bali, pemerintah setempat menerapkan konsep cultural tourism sebagai pengembangan penataan kawasan pariwisata. Salah satunya dengan menerapkan kearifan lokal Tri Hita Karana yang diterjemahkan sebagai konsep tata ruangnya yaitu Sanga Mandala. Penelitian ini mengkaji mengenai prinsip – prinsip creative placemaking yang diterapkan ke dalam perancangan Pusat Kegiatan Seni Dan Budaya Di Jimbaran, Bali dengan perspektif kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif berupa studi literatur. Hasil analisis berupa kriteria desain yang dikembangkan ke dalam kawasan. Kesimpulannya adalah ruang terbuka sebagai bagian integral dari pengembangan tempat kreatif masyarakat yang komperhensif.
CREATIVE PLACEMAKING DENGAN PERSPEKTIF KEARIFAN LOKAL PADA PERANCANGAN PUSAT SENI DAN BUDAYA DI JIMBARAN, BALI Putri Feros Wahyuning; Mohammad Ischak; Hardi Utomo
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 20 No. 2 (2022): RUANG PUBLIK, ELEMEN BANGUNAN DAN KONTEKSTUAL
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v20i2.14326

Abstract

Dalam menghindari krisis identitas budaya Bali, pemerintah setempat menerapkan konsep cultural tourism sebagai pengembangan penataan kawasan pariwisata. Salah satunya dengan menerapkan kearifan lokal Tri Hita Karana yang diterjemahkan sebagai konsep tata ruangnya yaitu Sanga Mandala. Penelitian ini mengkaji mengenai prinsip – prinsip creative placemaking yang diterapkan ke dalam perancangan Pusat Kegiatan Seni Dan Budaya Di Jimbaran, Bali dengan perspektif kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif berupa studi literatur. Hasil analisis berupa kriteria desain yang dikembangkan ke dalam kawasan. Kesimpulannya adalah ruang terbuka sebagai bagian integral dari pengembangan tempat kreatif masyarakat yang komperhensif.