Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Fitur Pencarian Pada E-Catalog Menggunakan Query Expansion Dan Algoritma TF-IDF Selvia Ferdiana Kusuma; Tessy Badriyah; Prasetyo Wibowo; Rosiyah Faradisa; Solichul Huda
Techno.Com Vol 22, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/tc.v22i3.8698

Abstract

E-catalog adalah sebuah katalog elektronik dapat digunakan untuk mempublikasikan dan mempromosikan sebuah produk atau layanan secara online kepada berbagai pihak. Pengguna dapat memperoleh informasi terkait produk yang diinginkan melalui fitur pencarian pada e-catalog tersebut. Oleh sebab itu fitur pencarian memiliki peran yang signifikan untuk menunjang performa e-catalog. Proses pencarian produk pada sebuah e-catalog dilakukan berdasarkan kesamaan kata yang dimasukkan oleh pengguna dengan judul produk yang tersedia. Biasanya semua judul yang mengandung kata kunci yang dimasukkan pengguna akan ditampilkan tanpa adanya perankingan kedekatan hasil pencarian. Hal tersebut tentunya menyulitkan pengguna untuk menemukan produk yang sesuai dengan keinginan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi fitur pencarian produk yang ada pada e-catalog menggunakan query expansion dan algoritma TF-IDF. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, terbukti bahwa penambahan  query expansion dan algoritma TF-IDF dapat mengoptimalkan kinerja fitur pencarian pada e-catalog tersebut. Hasil pencarian produk dapat terangking berdasarkan kedekatan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna dengan judul produk yang diinginkan oleh pengguna
Analisis Sentimen pada Media Sosial Twitter Terhadap Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Deep Learning Mohammad Farid Naufal; Selvia Ferdiana Kusuma
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.49951

Abstract

Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang diambil untuk menekan laju persebaran Covid19. Tidak setiap kebijakan selalu berdampak positif untuk warga. Oleh sebab itu perlu adanya evaluasi terhadap setiap kebijakan. Saat ini banyak warga yang sering menanggapi kebijakan pemerintah melalui komentar-komentar di media sosial twitter. Komentar-komentar tersebut sebanarnya dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap kebijakan yang telah diambil. Namun komentar-komentar tersebut perlu diklasifikasikan dahulu, komentar yang bersentimen positif, negative maupun netral. Proses pengklasifikasian secara manual tentunya akan menyita banyak waktu karena jumlah sangat banyak, bisa ribuah bahkan puluhan ribu. Perlu adanya otimatisasi pengklasifikasin sentimen dari twitter tersebut. Oleh sebab itu penelitian ini berfokus pada otomatisasi analisis sentimen komentar-komentar warga pada media sosial twitter terkait PPKM. Proses otomatisasi analisis sentimen terkait kebijakan PPKM ini berbasis deep learning. Semua data yang telah melalui preprocess dan pelabelan kemudian akan dimodelkan menggunakan algoritma Long Short Term Memory (LSTM). Model dibentuk berdasarkan uji coba paramater yang paling baik menggunakan algoritma grid search. Model yang terbentuk inilah yang digunakan untuk mengklasifikasikan sentimen tweet secara otomatis.  Berdasarkan eksperimen yang dilakukan, metode yang diusulkan berhasil mengklasifikasikan 37750 tweet sesuai dengan sentimennya dengan akurasi 87%.
Optimasi Sistem Antrian Digital Terintegrasi Fitur Chat pada Layanan Kelurahan Gebang Putih Berbasis User-Centered Design Adam Shidqul Aziz; Nur Rosyid Mubtadai; Desy Intan Permatasari; Ferry Astika Saputra; Iwan Syarif; Arna Fariza; M. Udin Harun Al Rasyid; Nana Ramadijanti; Irwan Sumarsono; Ahmad Syauqi Ahsan; Umi Sa'adah; Andhik Ampuh Yunanto; Selvia Ferdiana Kusuma; Grezio Arifiyan Primajaya; Renovita Edelani; Asy Syaffa Khoirunnisa; Adam Ghazy Al Falah
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 1 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i1.10826

Abstract

Digital transformation in the public sector has encouraged the development of queuing systems that not only organize service flows but also provide faster and more accurate access to information for citizens. Gebang Putih Urban Village, a community partner of the Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (PENS), implemented a digital queuing system based on Android and web platforms in 2024; however, the system still had limitations in terms of responsiveness and communication channels with citizens. This community service activity focuses on the technical optimization of the queuing system by integrating a chat-based interaction feature into the mobile application and simplifying the queue number retrieval flow through conversational interaction. The system was developed using a User-centered design (UCD) approach, with key stages including needs analysis based on the evaluation of the previous system, design of a new system architecture, implementation of chat integration, and internal testing with urban village officers as key users. The optimization results cover three main technical aspects: (1) integration of the chat service module into the mobile application without modifying the core queuing logic, (2) a queue number retrieval feature via chat that is directly connected to the digital queuing module, and (3) a two-way chat channel between citizens and officers facilitated through a web-based dashboard. Internal trials indicate improvements in service workflows, reduced face-to-face interactions for simple inquiries, and increased staff understanding of how to use the digital system. From a community engagement perspective, this work represents a development and capacity-building phase that strengthens officers’ ability to manage technology-based services and provides a technical foundation that is ready to be disseminated and replicated in other urban villages with minimal adaptation.