Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Stigma Sosial dan Sikap Keluarga pada Pasien Infertilitas di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto dewi nurqomarriyah yuniarti; Mirfat Mirfat
Junior Medical Journal Vol 1, No 7 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i7.3233

Abstract

Pendahuluan: Infertilitas merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk di Indonesia. Ketiadaan anak dalam perkawinan pada waktu lama akan menjadi masalah, karena ada keyakinan keadaan ini akan mengancam keutuhan rumah tangga. Infertilitas dikaitkan dengan stigma diri dan perasaan gagal. Stigma yang diciptakan oleh pasien infertilitas mengakibatkan individu merasa bersalah dalam mengelola ketidaksuburan dan stigmatisasi mereka. Pasangan suami istri sering merasa bahwa lingkungan memberikan stigma negatif. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui stigma sosial dan sikap keluarga terhadap pasien infertilitas di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan penelitian survei non-eksperimental. Sampel penelitian ini adalah pasien infertilitas di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dengan alat bantu kuesioner yang disebar dalam bentuk google form. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) v.26 (IBM Inc) dan Skor ISS (Infertility Scale Stigma), uji One WayANOVA,uji t dan uji regresi linier berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor stigma pada pasien infertilitas 11,63±5,08. Skor rata-rata untuk setiap item ISS adalah 2,91±1,27, menunjukkan adanya stigma. Di antara empat faktor ISS, skor penarikan sosial adalah yang tertinggi 3,40±1,24, sedangkan skor evaluasi diri adalah yang terendah 2,49±1,17. Kesimpulan: Hasil analisis menggunakan uji One Way ANOVA dan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor jumlah kehamilan, kehamilan sebelumnya, dan pendapatan bulanan berpengaruh secara signifikan terhadap stigma sosial dan sikap keluarga pada pasien infertilitas di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto (p0,05).          KATA KUNCI            ISS, Stigma Sosial, Sikap Keluarga, Infertilitas