Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE ANALYSIS OF ENGLISH USED BY BROADCASTERS OF MUSIC PROGRAMS IN BANJARMASIN Athiya, Husnul
LET: Linguistics, Literature and English Teaching Journal Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : English Department of Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.98 KB) | DOI: 10.18592/let.v7i1.1512

Abstract

This article investigated about language used phenomenon in broadcasting field. It focused on why the broadcasters tend to mix their language with English while speaking. The subjects are four broadcasters from two radio stations, DBS FM and RRI Pro 2. The object is reasons of doing code switching into English during the broadcast. The writer uses recording, interview, and documentary techniques. After collected, the data are analyzed with theories and explained descriptive-qualitatively. The result shows that the reasons of using English are because they have been accustomed to saying those words in English, their perception of English as sophisticated language, they want to make variation on their broadcast, imitating someone, make special characteristics, forgot the Indonesian words, adjusting with the program and the listeners, and lazy to translate the script into Indonesian
THE ANALYSIS OF ENGLISH USED BY BROADCASTERS OF MUSIC PROGRAMS IN BANJARMASIN Athiya, Husnul
LET: Linguistics, Literature and English Teaching Journal Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : English Department of Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.98 KB) | DOI: 10.18592/let.v7i1.1512

Abstract

This article investigated about language used phenomenon in broadcasting field. It focused on why the broadcasters tend to mix their language with English while speaking. The subjects are four broadcasters from two radio stations, DBS FM and RRI Pro 2. The object is reasons of doing code switching into English during the broadcast. The writer uses recording, interview, and documentary techniques. After collected, the data are analyzed with theories and explained descriptive-qualitatively. The result shows that the reasons of using English are because they have been accustomed to saying those words in English, their perception of English as sophisticated language, they want to make variation on their broadcast, imitating someone, make special characteristics, forgot the Indonesian words, adjusting with the program and the listeners, and lazy to translate the script into Indonesian
Peran Sasirangan dalam Mendorong Ekonomi Hijau di Kota Banjarmasin Alhally, Arafat; Athiya, Husnul
BIMA: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 3 No 2 (2024): BIMA: Jurnal Bisnis dan Manajemen
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bima.v3i2.14528

Abstract

Penelitian berjenis deskriptif-kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi yang dapat dilakukan guna menjadikan salah satu sektor pariwisata, yang dalam hal ini adalah wisata belanja kain sasirangan, sebagai salah satu sumber ekonomi hijau di Kota Banjarmasin. Data diperoleh melalui kajian pustaka dan diperdalam dengan wawancara kepada pelaku usaha kain sasirangan, ketua komunitas (POKDARWIS) dan akademisi. Hasil penelitian ini menawarkan  empat inovasi yang dapat dilakukan untuk menjadikan wisata belanja kain sasirangan sebagai salah satu sumber ekonomi hijau, yakni meningkatkan literasi produk sasirangan ramah lingkungan (pewarna alami), menciptakan alat pengolah limbah yang ramah lingkungan, membuat kebijakan yang bersifat pro terhadap kain sasirangan ramah lingkungan, serta menjalin kerjasama dengan pihak terkait (kolaborasi pentahelix). Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin, khususnya dalam konteks ekonomi hijau. Implementasi inovasi-inovasi ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata belanja kain sasirangan, tetapi juga mendukung upaya konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam merancang strategi yang efektif untuk mengoptimalkan potensi kain sasirangan sebagai sumber ekonomi hijau yang berkelanjutan. Melalui kerjasama yang sinergis, sektor pariwisata berbasis kain sasirangan dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.