Penelitian berjenis deskriptif-kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi yang dapat dilakukan guna menjadikan salah satu sektor pariwisata, yang dalam hal ini adalah wisata belanja kain sasirangan, sebagai salah satu sumber ekonomi hijau di Kota Banjarmasin. Data diperoleh melalui kajian pustaka dan diperdalam dengan wawancara kepada pelaku usaha kain sasirangan, ketua komunitas (POKDARWIS) dan akademisi. Hasil penelitian ini menawarkan empat inovasi yang dapat dilakukan untuk menjadikan wisata belanja kain sasirangan sebagai salah satu sumber ekonomi hijau, yakni meningkatkan literasi produk sasirangan ramah lingkungan (pewarna alami), menciptakan alat pengolah limbah yang ramah lingkungan, membuat kebijakan yang bersifat pro terhadap kain sasirangan ramah lingkungan, serta menjalin kerjasama dengan pihak terkait (kolaborasi pentahelix). Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin, khususnya dalam konteks ekonomi hijau. Implementasi inovasi-inovasi ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata belanja kain sasirangan, tetapi juga mendukung upaya konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam merancang strategi yang efektif untuk mengoptimalkan potensi kain sasirangan sebagai sumber ekonomi hijau yang berkelanjutan. Melalui kerjasama yang sinergis, sektor pariwisata berbasis kain sasirangan dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.