Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HAK DAN KEWAJIBAN ANAK TUNGGU ‎TUBANG DALAM SISTEM ADAT SEMENDE LAMPUNG Kurnaesih, Kurnaesih
The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol 6 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.205 KB)

Abstract

This study discusses the right and obligation of tunggu tubang child in customary system in migrants Semende Lampung. Two issues of this research are: first, how is the concept of tunggu tubang child in the customary system in migrants Semende Lampung? And, second, how is the right and obligation of tunggu tubang child in the customary system in migrants Semende Lampung? Data are gained by using documentation and interview with some migrants who adhere to Semende tribe in Lampung. The collected data are then analyzed by using descriptive-deductive mindset. The research concludes that, the right and obligation of tunggu tubang child in the customary system in migrants Semende Lampung is not in conflict with Islamic law. The eldest daughter authorized the treasure by her parents after marriage not to burden her brothers. The commensurate right of her obligation of taking care of parents is to honor her who has taking care when the boy wanders about. In addition the eldest daughter is also considered to be more diligent and more patient in such obligation.Penelitian ini membahas tentang hak dan kewajiban anak tunggu  tubang dalam sistem Adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung. Dua persoalan yang menjadi fokus penelitian adalah: Pertama, bagaimana konsep anak Tunggu  tubang dalam sistem adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung. Kedua, bagaimana analisis hukum Islam terhadap hak dan kewajiban anak Tunggu  tubang dalam sistem adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik dokumenter dan wawancara dengan masyarakat transmigran yang menganut Suku Semende di Propinsi Lampung. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan kesimpulannya menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, hak dan kewajiban anak Tunggu  tubangdalam sistem adat suku Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung tidak bertentangan dengan hukum Islam. Anak perempuan tertua (Tunggu  tubang) yang diberi hak harta oleh orang tua setelah menikah tidak memberatkan saudara-saudaranya yang lain. hak yang didapatkan tersebut setimpal dengan kewajiban mengurus orang tua, kakek dan nenek serta saudara-saudaran yang belum menikah. Pemberian hak harta kepada anak perempuan tertua adalah memuliakan anak perempuan yang sudah menjaga orang tua dan hartanya saat anak lelaki merantau. Anak perempuan tertua juga dianggap lebih tekun, rajin dan penyabar dalam kewajiban tersebut.Kata kunci: anak tunggu  tubang, adat Semende Lampung
Hak dan Kewajiban Anak Tunggu Tubang dalam Sistem Adat Semende Lampung Kurnaesih, Kurnaesih
Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alhukama.2016.6.1.63-82

Abstract

Abstract: This study discusses the right and obligation of tunggu tubang child in customary system in migrants Semende Lampung. Two issues of this research are: first, how is the concept of tunggu tubang child in the customary system in migrants Semende Lampung? And, second, how is the right and obligation of tunggu tubang child in the customary system in migrants Semende Lampung? Data are gained by using documentation and interview with some migrants who adhere to Semende tribe in Lampung. The collected data are then analyzed by using descriptive-deductive mindset. The research concludes that, the right and obligation of tunggu tubang child in the customary system in migrants Semende Lampung is not in conflict with Islamic law. The eldest daughter authorized the treasure by her parents after marriage not to burden her brothers. The commensurate right of her obligation of taking care of parents is to honor her who has taking care when the boy wanders about. In addition the eldest daughter is also considered to be more diligent and more patient in such obligation. [Penelitian ini membahas tentang hak dan kewajiban anak tunggu tubang dalam sistem Adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung. Dua persoalan yang menjadi fokus penelitian adalah: Pertama, bagaimana konsep anak Tunggu tubang dalam sistem adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung. Kedua, bagaimana analisis hukum Islam terhadap hak dan kewajiban anak Tunggu tubang dalam sistem adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik dokumenter dan wawancara dengan masyarakat transmigran yang menganut Suku Semende di Propinsi Lampung. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan kesimpulannya menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, hak dan kewajiban anak Tunggu tubangdalam sistem adat suku Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung tidak bertentangan dengan hukum Islam. Anak perempuan tertua (Tunggu tubang) yang diberi hak harta oleh orang tua setelah menikah tidak memberatkan saudara-saudaranya yang lain. hak yang didapatkan tersebut setimpal dengan kewajiban mengurus orang tua, kakek dan nenek serta saudara-saudaran yang belum menikah. Pemberian hak harta kepada anak perempuan tertua adalah memuliakan anak perempuan yang sudah menjaga orang tua dan hartanya saat anak lelaki merantau. Anak perempuan tertua juga dianggap lebih tekun, rajin dan penyabar dalam kewajiban tersebut]
MEMBUAT VIDEO PROMOSI DIGITAL DENGAN PROVOCATION METHOD (HOOK & TAGLINE) Ade Oki Pebiansyah; Rizaldi Putra; Lambok Rommy Sulaeman; Memet Sanjaya; Deni Utama; Elisabeth Padang; Kurnaesih, Kurnaesih
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7514

Abstract

Pada era digital yang semakin berkembang, video promosi menjadi salah satu alat pemasaran yang sangat efektif dalam menjangkau audiens secara luas. Dalam upaya memaksimalkan dampak promosi, metode provokasi yang melibatkan elemen Hook (pengait) dan Tagline (slogan) telah muncul sebagai strategi yang mampu menarik perhatian, menghadirkan pesan yang kuat, dan meningkatkan daya ingat pada audiens. PkM ini bertujuan untuk mengulas dan merangkum konsep serta penerapan metode provokasi, khususnya melalui penggunaan Hook yang menarik dan Tagline yang menggugah emosi dalam pembuatan video promosi digital. Metode ini melibatkan analisis terhadap berbagai faktor psikologis dan perilaku konsumen, serta mempertimbangkan tren desain visual dan narasi yang relevan dalam lingkungan digital. PkM ini akan menggambarkan bagaimana Hook yang unik dan menggoda dapat memberikan daya tarik awal pada audiens, serta bagaimana Tagline yang kuat dapat merangkul emosi dan pesan inti dengan singkat dan berkesan. Dengan memadukan kedua elemen ini, video promosi digital memiliki potensi untuk membangkitkan rasa ingin tahu, meningkatkan interaksi, dan mendorong konversi. Hasil dari PkM ini menunujukkan pengetahuan dan pemahaman siswa SMK Bina Mitra Cikarang Timur meningkat yang terlihat dari materi membuat Tagline, hook dan manuskrip mengalami peningkatan yang signifikan dari sebelumnya 14,28% menjadi 95,23%, kemudian setelah penyampaian materi Video Promosi dengan provocation method pemahaman dari peserta yang sebelumnya 14,28% menjadi 95,23%, dan terakhir untuk penyampaian materi akan digital marketing pemahaman peserta mengalami peningkatan dari sebelumnya 14,28% menjadi 71,42%.