Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alternatif Desain Unit Rusunawa Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Studi Kasus di Rumah Susun Sewa Rorotan Jakarta Utara Astri Puspita
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 6 No. 2 (2023): KaLIBRASI September 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/kalibrasi.v6i2.1204

Abstract

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya. Masyarakat berpenghasilan rendah adalah masyarakat yang memiliki penghasilan rendah sehingga sulit untuk mengakses rumah dan menjadikan mereka tidak mendapatkan rumah yang layak huni. Rumah susun dibangun karena keterbatasan lahan yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui, memahami dan mendapatkan alternatif desain unit rumah susun sewa sederhana yang sesuai bagi peruntukan masyarakat berpenghasilan rendah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik wawancara kepada 30 penghuni rusunawa. Hasil yang didapatkan adalah prototype desain unit tidak mengakomodasi kebutuhan penunjang ekonomi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sehingga didaparkan 2 alternatif desain unit berdasarkan kegiatan spatial-economy yang sesuai bagi para MBR. Desain alternatif yang didapatkan berdasarkan keadaan riil penghuni rusun yang menggunakan unit mereka untuk berjualan tanpa melanggar peraturan pengelola rusun ataupun pertaturan bangunan gedung. Melalui penyediaan teras serta ruang berjualan sebesar 4m2 yang dapat dimanfaatkan dalam menambah penghasilan penghuni tanpa mengganggu akses/area privasi penghuni
Artificial intelligence dalam Desain Arsitektur serta Kaitannya dalam aspek Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia Astri Puspita
Jurnal Multidisiplin Borobudur Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/jmb.v1i2.1295

Abstract

Advances in technology and digital systems are increasing rapidly, making work easier and faster. AI technology is able to hypnotize all people. With only voice, written and image commands, we can get the desired information. AI enters the realm of architectural design with its viral AI that is able to design without an architect. does this threaten the existence of architects and what about infrastructure development which is an instrument and a reflection of certain areas in sustainable economic progress in Indonesia. The method used is a systematic literature review with literature/journals/electronic databases according to topics in the last 10 years. The results show that the position of architects cannot be replaced with digital, because through a long and difficult design process and architectural products as economic instruments for certain regions related to the culture and wealth of the archipelago, they are not easily replaced by AI. But in the future, AI technology will be more advanced and developing rapidly, so strengthening human resources must also be strengthened so that humans remain in control of technology.