Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KATARSIS PADA MAHASISWA MELALUI MEDIA SOSIAL: PSIKOEDUKASI MENINGKATKAN SELF DISCLOSURE Reny Yuniasanti; Dian Sartika Sari
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 3 (2023): DedikasiMU September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i3.6331

Abstract

Sejak pandemic covid-19, masyarakat Indonesia terlebih mahasiswa semakin mengandalkan internet dalam menjalani rutinitas kesehariannya. Penggunaan media sosial semakin meningkat, hal ini dikarenakan media sosial menjadi sarana yang dapat digunakan untuk berkomunikasi atau bersosialisasi, mendapatkan informasi mengenai suatu hal, serta sebagai wadah aktualiasasi diri terutama saat ruang gerak terbatas pada situasi pandemic covid-19. Trisnani (2017) menyatakan bahwa WhatsApp merupakan media sosial yang paling banyak digunakan untuk berkomunikasi oleh generasi milenial di Indonesia. Syam, Makmur, dan Nur (2020) menambahkan penggunaan WhatsApp meningkat di Indonesia sejak pandemic covid-19. Disisi lain, dalam tahap perkembangan remaja membutuhkan suatu ruang dan interaksi yang nyata untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Media sosial dapat digunakan sebagai katarsis untuk menghilangkan kesepian dan mencapai kebahagiaan pada remaja. Teknik katarsis yang tepat dan santun diperlukan sekali untuk diinformasikan dan dilatih kepada remaja dalam bermedia sosial, hal ini dikarenakan banyaknya data yang menunjukkan bahwa remaja menggunakan dan memposting kata-kata yang kurang santun dalam menyampaikan ide dan pendapat di media sosial. Mengacu pada kondisi dan kebutuhan tersebut, maka psikoedukasi ini menjadi kegiatan yang sangat diperlukan bagi mahasiswa sebagai proses pembelajaran untuk tetap bahagia dan sehat mental.
PELATIHAN DAN MODUL SOCIOPRENEUR BAGI PENINGKATAN MOTIVASI SOCIOPRENEUR UNTUK PEMBERDAYAAN WANITA DI DESA HARGOREJO Reny Yuniasanti; Awang Setiawan Wicaksono; Dian Sartika Sari
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 3 (2024): DedikasiMU September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i3.8297

Abstract

Upaya penurunan penduduk miskin di Indonesia saat ini menjadi upaya yang selalu diprioritaskan oleh pemerintah. Salah satu penumbuhan ekonomi yang dapat ditingkatkan adalah melalui sociopreneurship. Komunitas dipandang tidak hanya sebagai penerima proses pembangunan tetapi diajak ikut serta berkolaborasi dalam proses pembangunan. Oleh karena itu diperlukan sebuah upaya untuk penanaman intervensi yang dapat menanamkan inisiasi pada masyarakat untuk memulai adanya proses pengenalan dan peningaktan jiwa sociopreneurship. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk menumbuhkan semangat sociopreneur pada 11 kader wanita yang telah dipilih untuk meningkatkan kemandirian pada komunitas wanita di Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Metode pengabdian mayarakat ini adalah melalui pelatihan sosialisasi dan pemberian modul sociopreneurship pada kader wanita yang telah dipilih. Proses pelatihan yang dilakukan pada 11 kader wanita ini adalah dengan adanya focus group discussion, pemberian materi dan peningkatan ketrampilan dengan ketrampilan batik sibori serta analisis swot dan strategi dan perencanaan usaha yang dapat dilakukan di Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap. Hasil dari proses intervensi pengabdian ini memunculkan semangat dengan diwujudkan adanya perencanaan dari wanita di Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap untuk memulai inisiasi pembuatan usaha bagi peningkatan ekonomi yang memunculkan kemandirian. Bentuk pengabdian ini diharapkan menjadi contoh suatu intervensi yang dapat memunculkan dan meningkatkan sociopreneurship di komunitas marjinal.
GAMBARAN GOAL SETTING - PERENCANAAN AKADEMIK MAHASISWA PSIKOLOGI Metty Verasari; Dian Sartika Sari; Kezia Natalia Budisantoso
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.76

Abstract

Perencanaan karir mahasiswa menjadi sesuatu yang penting bagi  keputusan akademik mahasiswa. Adanya perubahan kebijakan akan memberikan pengaruh terhadap perencanaan karir mahasiswa. Kebijakan mengenai jenjang dan untuk mendapatkan gelar psikolog yang semula magister profesi menjadi profesi psikologi memberikan perubahan sendiri bagi perencanan karir mahasiswa. Penelitian ini membahas pokok persoalan mengenai bagaimana gambaran perencanaan karir mahasiswa psikologi  terlebih setelah adanya perubahan kebijakan mengenai program psikolog. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara pada 10 mahasiswa berdasarkan aspek perencanaan kerja. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa perencanaan goal setting dari mahasiswa psikologi mengalami kebingungan sejak adanya perubahan kebijakan profesi psikologi. Sebelumnya profesi psikologi ditempuh dengan jalur magister profesi dan saat ini ditempuh dengan s1 profesi psikologi dimana saat ini S1 profesi bersifat umum dan tidak lagi ada peminatan seperti magister profesi. Mahasiswa mengalami kebingungan terkait keputusan mereka apakah harus melanjutkan s1 profesi umum atau magister science agar bisa bergerak dibidang akademik, sebelumnya profesi psikologi diraih dengan gelar magister profesi dimana secara jenjang Pendidikan psikolog menduduki s2 dan dapat bekerja dibidang akademisi sekaligus berpraktek sebagai psikolog.