Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Islam dalam Pemikiran Ibn Maskwaih dan Relevansinya terhadap Problem-Problem Sosial di Indonesia: Islamic Ethics in Ibn Maskwaih's Thought and Its Relevance to Social Problems in Indonesia Hariyanto; Shofiyullah Muzammil
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3613

Abstract

Artikel ini menganalisis pemikiran etika Islam menurut Ibn Maskawaih dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan berdasarkan sumber data primer dari buku Menuju Keempurnaan Akhlak karya Ibn Maskawaih. Penelitian ini menemukan bahwa Ibn Maskawaih memandang etika sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan manusia. Ibn Maskawaih memulai konsepsi etikanya dengan pembagian jiwa menjadi tiga yakni; al quwwah an natiqah, al quwwah al ghadabiah, al quwwah al syahwatiyah. Menurut Ibn Maskawaih tujuan pendidikan akhlak dibagi menjadi tiga; Pertama, membentuk perilaku manusia yang baik. Kedua, mengangkat manusia dari tingkat tercela yang dilaknat oleh Allah Swt. Ketiga; membimbing manusia menjadi manusia yang sempurna (Insan Kamil). Dalam pemikiran Ibn Maskawaih mengenai teori jalan tengah, ia membagi tiga macam keutamaan yang harus dimiliki manusia. Pertama; al-iffah (menjaga kesucian diri). Kedua; Al-syaja'ah (keberanian). Ketiga; al-hikmah (kebijaksanaan). Dan kombinasi dari tiga keutamaan tersebut akan menghasilkan sebuah keutamaan yang lebih tinggi, yaitu keadilan (al adalah). Keadilan diartikan sebagai posisi tengah antara berbuat aniaya dan teraniaya. Pemikiran etika Ibn Maskawaih yang berlandaskan kesadaran moral, pembersihan jiwa relevan dengan problem sosial di Indonesia, seperti kasus korupsi, problem pendidikan dan lain-lain. Begitu juga dengan teori jalan tengah Ibn Maskawaih yang memiliki relevan dengan problem di Indonesia seperti konflik keberagaman. Muslim moderat merupakan entitas muslim sejati yang berada ditengah diantara ekstrem kekurangan (liberal) dan esktrem kelebihan (fundamentalis-radikal).
Pasar Halal Dan Pemajuan Produk Umat Islam Perspektif Teori Deprivasi: Studi Kasus Produk HNI-HPAI: Halal Market and Promotion of Muslim Products from the Perspective of Deprivation Theory: A Case Study of HNI-HPAI Products Hariyanto; Shofiyullah Muzammil; Muhammad Munir Sajali Harahap
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i6.3657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pasar halal, pemajuan produk umat Islam dengan kacamata teori deprivasi dengan fokus pada studi kasus HNI-HPAI di Pekanbaru, Riau. Pasar halal dan pemajuan produk umat Islam telah menjadi topik penting dalam konteks global saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori deprivasi untuk memahami motivasi dan keputusan konsumen Muslim dalam mencari produk halal serta memajukan produk yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama Islam Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara dengan konsumen produk HNI-HPAI di Pekanbaru, Riau. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Metode analisis tematik. Hasil temuan penelitian ini menemukan bahwa produk halal HNI HPAI muncul sebagai alternatif yang memenuhi kebutuhan umat Muslim yang merasa terdeprivasi oleh produk non-Muslim. Dengan memastikan kepatuhan terhadap standar syariah Islam, produk halal ini memberikan kenyamanan dan keyakinan kepada umat Muslim dalam mengonsumsi produk sesuai dengan keyakinnya. Selain itu, persepsi diskriminasi dan ketidakadilan ekonomi juga memicu perasaan terdeprivasi pada masyarakat Muslim. Dalam konteks ini, produk HNI-HPAI dipilih sebagai respons terhadap dominasi produk non-Muslim di pasar internasional. Umat Muslim juga terpengaruh oleh luka sejarah dan konflik dengan keyakinan agama tertentu sehingga membuat umat muslim mencari alternatif produk yang sesuai dengan identitas dan nilai-nilai agamanya.