Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkah Laku Bertelur dan Karakteristik Fisik Sarang Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Cagar Alam Morowali Desa Sumara Jaya Kabupaten Morowali Utara: Egg-laying Behavior and Nest Physical Characteristics of Maleo Bird (Marcocephalon maleo) in Morowali Nature Preserve, Sumara Jaya Village, North Morowali Regency Achmad Budiawan Putra; Ari Fahry; Nasrul; Steven V. Lanongbuka; Bambang Dwi Prasetyo; Umi Latifah Fathoni; Megawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i9.4102

Abstract

Cagar Alam Morowali merupakan kawasan yang memiliki potensi flora dan fauna serta ekosistem yang beranekaragam. Salah satu keanekaragaman hayati yang berada di Cagar Alam Morowali adalah burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang merupakan spesies burung endemik Sulawesi. Tujuan Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkah Laku dan Karakteristik Sarang Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Cagar Alam Morowali Desa Sumara Jaya Kabupaten Morowali Utara. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret dan Juni 2023 di dalam Kawasan Cagar Alam Morowali Desa Sumara Jaya, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah dengan menggunakan metode pengamatan langsung. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah burung maleo yang berhasil diamati pada periode Maret dan Juni 2023 di lokasi area nesting ground sebanyak 76 pasang atau 152 ekor dengan rata-rata kunjungan perharinya adalah 3,8 pasang per 20 hari pengamatan. Rata-rata lama waktu peneluran berada pada interval waktu 2 – 3 jam dan maleo betina memerlukan waktu selama 5 – 10 menit untuk bertelur. Ukuran kedalaman luban peneluran burung maleo berkisar 50 cm dan lebar lubang sebesar 56,66 cm. Kondisi habitat burung maleo di Desa Sumarajaya sedikit terancam dikarenakan dekat dengan pemukiman masyarakat yang berjarak ± 0,5 km serta sering dilintasi Suku Wana (asli pedalaman) untuk menjual hasil Dammar. Jumlah burung maleo yang berhasil diamati berjumlah 152 ekor atau 76 pasang sementara jumlah telur yang berhasil dipindahkan sebanyak 78 telur dan yang sementara berhasil menetas sebanyak 5 ekor dan telah dilepasliarkan.
Tren Prevalensi Meningkat dan Faktor Risiko Hipertensi pada Remaja Indonesia: Systematic Review Suhestianigras S; Nikita Aprilianingsih; Megawati; Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2659

Abstract

Hipertensi pada remaja menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat seiring transisi epidemiologi dan perubahan gaya hidup. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada kelompok usia muda menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren prevalensi dan faktor risiko hipertensi pada remaja Indonesia melalui pendekatan systematic review. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian literatur melalui database Science Direct dan Springer untuk publikasi tahun 2020–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi "hipertensi remaja", "prevalensi hipertensi Indonesia", dan "faktor risiko hipertensi remaja". Tahapan seleksi meliputi identifikasi, screening, eligibility, dan included. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian kuantitatif, populasi remaja, serta membahas prevalensi atau faktor risiko hipertensi. Dari proses tersebut, diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada remaja Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan obesitas dan gaya hidup sedentary. Faktor risiko dominan meliputi obesitas, pola makan tinggi garam dan lemak, penggunaan gawai berlebihan, konsumsi tembakau, serta faktor sosiodemografi seperti pendidikan orang tua dan status sosial ekonomi. Disarankan penguatan deteksi dini tekanan darah di sekolah, integrasi edukasi kesehatan ke dalam kurikulum, serta regulasi iklan makanan tidak sehat dan akses tembakau bagi remaja.