Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan tentang Perubahan Fisiologis pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Watopute Mika Sugarni; Susi Sastika Sumi; Yusnaeni Y; Maryam Jamaluddin
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v3i2.178

Abstract

Pregnancy is a natural process that causes a series of physiological changes in pregnant women. The physiological changes experienced during pregnancy sometimes become a period of vulnerability that requires special attention and vigilance. So that pregnant women need more knowledge about the many changes that can occur to their bodies. The purpose of implementing this community service activity is to provide additional knowledge about physiological changes both physically and organ systems in the body of pregnant women during pregnancy. The approach taken by the team was in the form of health education activities regarding physiological changes in pregnant women which were carried out offline through direct visits to Posyandu. As a result of community service activities, pregnant women feel very helpful because the discomfort that occurs during pregnancy is normal so that mothers do not need to feel anxious and worried.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Siswa SMA Negeri 2 Raha Bety Anisa Wulandari; Mika Sugarni; Sitti Hadijah; Wahidah Rohmawati; Wulan Wulan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1497

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) masih menjadi isu gizi utama di kalangan remaja, terutama pada wilayah dengan keterbatasan ketersediaan pangan bergizi. Aktivitas fisik merupakan salah satu determinan yang dapat memengaruhi status gizi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara tingkat aktivitas fisik dan risiko terjadinya KEK pada siswa SMA Negeri 2 Raha. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri atas 40 siswa yang diambil menggunakan metode total sampling. Data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner adaptasi International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan status KEK ditentukan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa seluruh responden termasuk dalam kategori KEK. Sebaran tingkat aktivitas fisik menunjukkan bahwa 52,5% siswa beraktivitas ringan, 45% sedang, dan 2,5% berat. Tidak ditemukan siswa dengan status gizi normal, sehingga uji statistik hubungan tidak dapat dilakukan. Temuan ini menunjukkan bahwa KEK tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik, tetapi juga oleh asupan energi yang tidak memadai. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis sekolah yang menyasar gizi dan perilaku hidup sehat untuk menurunkan angka KEK.
Efektivitas Jus Kelor dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di Kabupaten Muna Barat Wahidah Rohmawati; Wa Ode Megasari; Fitri Diana Astuti; Mika Sugarni; Bety Anisa Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1509

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama yang sering terjadi pada remaja putri, terutama di wilayah pedesaan. Salah satu pendekatan penanganan anemia secara alami adalah dengan memanfaatkan tanaman lokal yang kaya zat besi seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari tujuh remaja putri yang mengalami anemia ringan hingga sedang. Data kadar hemoglobin diukur sebelum dan setelah intervensi pemberian jus kelor selama beberapa hari berturut-turut. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan nilai hemoglobin. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 10,1 g/dL dan meningkat menjadi 12,29 g/dL setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,19 g/dL. Seluruh responden menunjukkan peningkatan kadar Hb, termasuk responden dengan kadar awal rendah (7,8 g/dL menjadi 12 g/dL). Pemberian jus kelor terbukti efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia dalam waktu singkat. Jus kelor dapat dijadikan intervensi nutrisi lokal yang murah dan mudah dijangkau dalam upaya penanggulangan anemia di masyarakat.