Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Siswa SMA Negeri 2 Raha Bety Anisa Wulandari; Mika Sugarni; Sitti Hadijah; Wahidah Rohmawati; Wulan Wulan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1497

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) masih menjadi isu gizi utama di kalangan remaja, terutama pada wilayah dengan keterbatasan ketersediaan pangan bergizi. Aktivitas fisik merupakan salah satu determinan yang dapat memengaruhi status gizi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara tingkat aktivitas fisik dan risiko terjadinya KEK pada siswa SMA Negeri 2 Raha. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri atas 40 siswa yang diambil menggunakan metode total sampling. Data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner adaptasi International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan status KEK ditentukan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa seluruh responden termasuk dalam kategori KEK. Sebaran tingkat aktivitas fisik menunjukkan bahwa 52,5% siswa beraktivitas ringan, 45% sedang, dan 2,5% berat. Tidak ditemukan siswa dengan status gizi normal, sehingga uji statistik hubungan tidak dapat dilakukan. Temuan ini menunjukkan bahwa KEK tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik, tetapi juga oleh asupan energi yang tidak memadai. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis sekolah yang menyasar gizi dan perilaku hidup sehat untuk menurunkan angka KEK.
Efektivitas Jus Kelor dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di Kabupaten Muna Barat Wahidah Rohmawati; Wa Ode Megasari; Fitri Diana Astuti; Mika Sugarni; Bety Anisa Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1509

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama yang sering terjadi pada remaja putri, terutama di wilayah pedesaan. Salah satu pendekatan penanganan anemia secara alami adalah dengan memanfaatkan tanaman lokal yang kaya zat besi seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari tujuh remaja putri yang mengalami anemia ringan hingga sedang. Data kadar hemoglobin diukur sebelum dan setelah intervensi pemberian jus kelor selama beberapa hari berturut-turut. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan nilai hemoglobin. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 10,1 g/dL dan meningkat menjadi 12,29 g/dL setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,19 g/dL. Seluruh responden menunjukkan peningkatan kadar Hb, termasuk responden dengan kadar awal rendah (7,8 g/dL menjadi 12 g/dL). Pemberian jus kelor terbukti efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia dalam waktu singkat. Jus kelor dapat dijadikan intervensi nutrisi lokal yang murah dan mudah dijangkau dalam upaya penanggulangan anemia di masyarakat.
Traffic Card Media with Jigsaw Method: Improving Knowledge, Attitude, and Sanitation Hygiene for Stunting Prevention Nur Juliana; Wa Ode Megasari; Rasniah Sarumi; Elna Sari; Wahidah Rohmawati; Muhammad Ihsan Tamsri
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 8, No 1 (2025): March 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/apjme.v8i1.3790

Abstract

Indonesia continues to face significant challenges in reducing stunting rates, particularly in rural areas. The primary contributing factors include a lack of parental knowledge, unsupportive lifestyle attitudes, and poor environmental sanitation. Nutrition education plays a crucial role in raising mothers' awareness of stunting. This study sought to evaluate mothers’ knowledge, attitudes, and sanitation hygiene practices regarding toddlers aged 24 to 60 months while incorporating traffic card media and the jigsaw method in group discussions to strengthen these factors for effective stunting prevention. It adopts a quantitative research design with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted in the working area of the Wapunto Health Center from July to October 2023. A simple random sampling technique was used, involving 21 respondents. Data were analyzed using a non-parametric Wilcoxon test. The pretest and posttest average scores for each variable were as follows: knowledge (67.95 to 81.95), attitude (61.43 to 80.05), and sanitation hygiene (80.95 to 90.95), indicating an overall improvement. The p-values were 0.05 for all variables, with knowledge and attitude each at p = 0.000 and sanitation hygiene at p = 0.002, demonstrating a significant effect of the intervention. Traffic card media proves to be an effective educational tool for increasing public awareness of stunting prevention by improving knowledge, attitudes, and sanitation hygiene practices.