Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yangdapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung, terutamapada lansia. Menurut Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi hipertensi masihcukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Sukoharjo. Salah satupenatalaksanaan nonfarmakologis yang efektif adalah senam Tai Chi, yaitulatihan yang memadukan gerakan lembut, teknik pernapasan, dan relaksasisehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkankualitas hidup. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhsenam Tai Chi terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pada lansia denganhipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Metode: Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental menggunakan desainone group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 respondenyang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tekanan darah diukurmenggunakan tensimeter (sfigmomanometer) dan stetoskop, sedangkan kualitashidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Intervensi senam TaiChi dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dengan frekuensi 2 kali per minggu,masing-masing selama 20–30 menit. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolikmenurun dari 152,97 mmHg menjadi 125,43 mmHg, dan tekanan darahdiastolik menurun dari 84,23 mmHg menjadi 75,27 mmHg. Rata-rata skorkualitas hidup meningkat dari 58,67 menjadi 97,43. Hasil uji paired t-testmenunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwasenam Tai Chi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah danpeningkatan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Kesimpulan : Senam Tai Chiberpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatankualitas hidup pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Senam TaiChi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologisyang aman dan mudah dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanandarah serta meningkatkan kualitas hidup lansia.